Terungkapnya Pembunuh Satu Keluarga Di Bekasi

Sekitarkita, Bekasi – Terungkap sudah kasus pembunuhan satu kelurga di Bekasi yang terjadi baru- baru ini. Tersangka (HS) dan Diperum Nainggolan (korban) yang masih satu keluarga. HS merupakan keponakan istri Diperum Nainggolan (juga korban) yang juga pernah bekerja sebagai penjaga kontrakan yang kini dijaga oleh keluarga Diperum Nainggolan.
“Tersangka mengaku sering dimarahi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018). “Tersangka mengaku sering dihina, kadang-kadang kalau di kediaman Diperum, ia dibangunkan dengan kaki,” ujar Argo Yuwono.

HS (berkisar 30 tahun) nekat membunuh keluarga Diperum Nainggolan (38) di Bekasi, Jawa Barat, karena kesal sering dimarahi. Meski mengaku kerap diperlakukan kasar, Haris sering menyambangi kediaman Diperum untuk berkunjung. HS menganggur selama tiga bulan setelah mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja. “Dia sudah merencanakan pembunuhan beberapa hari sebelumnya karena merasa sakit hati dengan korbannya,” ujar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Diningrat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (16/11/2018).
Haris Simamora (HS),  telah merencanakan pembunuhan beberapa hari sebelum kejadian. Haris mendatangi rumah korban pada Senin (12/11/2018) sekitar pukul 21.00.  “Lalu pengakuannya, ia melakukan pembunuhan sekitar pukul 23.00, saat korban tidur.” kata Argo. Diperum dan istrinya dibunuh dengan senjata tajam.

Dua anak Diperum Nainggolan, Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7), sempat terbangun usai HS membunuh Diperum dan istrinya, Maya Boru Ambarita (37). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan “Sarah dan Arya sempat berjalan keluar kamar untuk melihat kondisi kedua orangtuanya.
Namun, Haris menghalangi langkah kedua keponakannya itu dan meminta mereka kembali tidur”.

“Haris menenangkan dua anak Diperum dan bilang ‘Tidur lagi sana, Mama cuma sakit kok’,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018). Tak hanya menenangkan, HS juga membimbing Sarah dan Arya menuju tempat tidurnya dan menidurkan keduanya. Namun saat keduanya mulai kembali tertidur, Haris justru mencekik keduanya hingga tewas. Setelah melakukan pembunuhan, Haris kemudian pergi dengan Nissan X-Trail yang terparkir di depan rumah korban.

(fhoto: Warta Kota/ Muhamad Azam)

Kemudian pada Selasa (13/11/2018) sekitar pukul 06.30, barulah jenazah Diperum, istri, dan kedua anaknya ditemukan.
HS kemudian ditangkap saat akan melakukan pendakian di Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat pada Rabu (14/11/2018) malam. Saat ditangkap, HS berada di sebuah rumah kecil atau saung tempat para pendaki beristirahat. Ia mengaku hendak mendaki gunung malam itu.

Polisi menggeledah tas HS dan menemukan sebuah ponsel, uang senilai Rp 4 juta, dan kunci mobil Nissan X-Trail yang raib dari rumah korban dan ditemukan polisi diparkir di tempat kost HS.

Wahyu mengatakan, Haris Simamora membunuh keluarga Diperum Nainggolan di Bekasi, Jawa Barat, dalam kondisi sadar.
“Pengakuannya dia sadar ya (melakukan pembunuhan),” ujar Wahyu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (16/11/2018).
Wahyu memastikan Haris tidak dalam pengaruh minuman keras atau obat-obatan terlarang saat melakukan pembunuhan.

Polisi telah menetapkan HS sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Diperum Nainggolan dan istrinya, Maya Boru Ambarita, serta dua anak mereka.

HS kini ditahan, “Selanjutnya penyidik akan melengkapi berkas perkara yang akan dibuat. Nanti masih ada pemeriksaan lanjutan,” ujar Argo. “Tindak pidana yang terjadi yaitu pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan kematian, di mana pasal yang diterapkan adalah 365 ayat 3, kemudian 340 dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati,” kata Wahyu. (SK/Y3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *