Baiq Nuril Korbang yang Dikorbankan

Sekitarkita, Lombok – Baiq Nuril, mantan staf tata usaha sebuah sekolah di Lombok kini dihukum penjara. Ia diancam UU ITE lantaran merekam percakapan mesum yang dilakukan sang kepala sekolah.

Baiq Nuril pun merasa diperlakukan tidak adil lantaran dirinya adalah korban kasus perbuatan pelecehan yang dilakukan Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram, M. Pelecehan itu disebutnya terjadi lebih dari sekali.

Putusan kasasi MA nomor 574K/PID.SUS/2018, tanggal 26 September 2018 menyatakan, mengabulkan permohonan kasasi dari Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Mataram dan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Mataram sebelumnya yang memvonis bebas Nuril.

Dalam putusan kasasi tersebut, Nuril dinyatakan telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana ITE dan terancam pidana penjara enam (6) bulan kurungan serta denda Rp 500 juta.

“Saya menegaskan bahwa yang dialami terdakwa (Nuril) adalah bentuk kekerasan terhadap perempuan, dalam hal ini kekerasan seksual di tempat kerja,” kata Sri Nurherwati, Komisioner Komnas Perempuan seusai menjadi saksi ahli di persidangan Nuril, Rabu (31/5/2017).

(fhoto: republika.co.id)

Hotman Paris Hutapea berjanji akan mengusut tuntas kasus Baiq Nuril, korban Pelecehan Seksual yang justru dipenjara dan didenda ratusan juta rupiah.

Tak hanya bicara, Hotman juga bertindak langsung untuk menemukan solusi terbaik membantu Baiq Nuril. Hotman Paris menyebutkan korban asusila berhak menyebarkan hal-hal asusila jika itu bertujuan untuk membela diri.

“Pasal 27 UU ITE ayat 1, mengatur pada dasarnya seseorang yang tanpa hak menyebarkan hal-hal asusila. Pertanyaannya, kalau dia adalah korban, apakah dia berhak? Tentu berhak,” lanjut Hotman Paris.

“Korban dari asusila berhak mempublikasikan penderitaannya itu. Tidak ada niat untuk merugikan publik,” tambahnya.

Jeritan dan tangis yang disuarakan oleh Baiq Nuril karena hukuman dan ketidakadilan yang dialaminya direspons publik. Dukungan netizen untuk membantu Baiq Nuril agar bisa membayar denda pidana sebesar Rp 500 juta terus berdatangan. Baiq Nuril diharuskan membayar denda pidana, setelah dianggap bersalah karena menyebarkan rekaman pembicaraan telepon mesum kepala sekolah di tempat kerjanya.

Penggalangan dana untuk Baiq Nuril sudah dibuka sejak Selasa (13/11) oleh akun milik Anindya Joediono di web kitabisa.com pada Jumat (16/11) pukul 11.45 WIB, jumlah dana yang telah berhasil dihimpun sebesar Rp 210.054.745. (SK/Y3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *