Calon Legislatif Tanpa Money Politic

Sekitarkita, Sidikalang –  “Kontrak Politik apa yang bisa saya buat kepada Konstituen di Dapil 2? Saya hanya bisa berjanji kelak saya terpilih menjadi perwakilan rakyat, saya pribadi akan membuka forum ataupun kantor sebagai wadah diskusi musyawarah langsung kepada masyarakat dapil 2, guna menampung aspirasi masyarakat secara nyata, hal inilah yang akan saya suarakan di gedung dewan nantinya” ungkap Adimin Pasaribu Caleg Tk. II Kab. Dairi daerah pemilihan 2 (Kec. Berampu, Kec. Laeparira, Kec. Silima Punggapungga, Kec. Siempat Nempu Induk, dan Kec. Siempat Nempu Hilir) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurut Adimin Pasaribu masyarakat selama ini memiliki banyak aspirasi yang ingin disampaikan, namun mereka bingung kepada siapa yang akan mereka sampaikan. “Saya akan konsisten dengan kontrak politik (janji) saya kepada dapil II, dengan kehadiran saya dari PSI akan membuka gebrakan baru, yang benar benar peduli dengan kepentingan masyarakat” ungkap Adimin Pasaribu. “Selama ini perebutan kursi di DPRD seakan perlombaan uang siapa lebih banyak. Nah yang seharusnya uang siapa yang lebih sedikit dan minim dalam pencalonan itulah yang akan serius Pro Rakyat. Karna bagaimanapun uang yang akan banyak akan menjadi penghalang kinerja kelak duduk di DPRD, alasannya perlu waktu dan cara untuk pengembalian dana semasa pencalonan apalagi hingga memikirkan togu tog ro (TTR) ataupun bahasa halusnya parsiakua dan itu pembodohan kepada masyarakat bahwa ParsiAkua itu bentuk money Politik.

“Money politik bukanlah kesalahan masyarakat menerima uang dari calon supaya memilihnya. Masyarakat sudah cerdas dalam berpolitik dan sebenarnya sudah memahami dampak buruk jika caleg bagi bagi uang kepada masyarakat supaya memilihnya, masyarakat itu paham bahwasanya caleg yang bagi bagi uang itu tak akan benar benar fokus menjadi wakil rakyat yang sesungguhnya, namun mereka akan tetap menerima uang itu karena mereka menganggap DPRD itu sama saja semua takkan ada yang benar benar bekerja sebagai perwakilan rakyat. Jika pun ada yang tidak melakukan money politik anggapan masyarakat sicalon itu tidak serius maju sebagai calon, sangat terbalik dengan Prinsip politik yang sesungguhnya” jelas Adimin.

“Didalam UU Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 187A : (1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga negara Indonesia baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mempengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memilih calon tertentu, atau tidak memilih calon tertentu sebagaimana dimaksud pada Pasal 73 Ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah). Nah undang undang telah mengatur tentang pelanggaran money politik, namum tetap juga terjadi stiap pemilihan exekutif dan legislatif, saya rasa setiap calon itu pribadi yang intelek dan memiliki wawasan tinggi dan niat tulus untuk kemajuan daerahnya, namun calon calon yang melakukan money politik itu terlalu berambisi menjadi pemimpin dan juga menjadi perwakilan rakyat. Jika memang niat tulus untuk kemajuan daerah persiapkan sematang matangnya diri menerima kekalahan, optimis lah untuk menang dengan cara yang benar sesuai nurani untuk kemajuan daerahmu tanpa melanggar peraturan dan Undang Undang. Jangan merasa sok hebat seakan kebal akan hukum. Untuk itu kita para calon legislatid dari partai apapun untuk optimis membawa perubahan demi mewujudkan perubahan menuju Dairi unggul itu, dengan cara apa? Satu satunya cara, mari sosialisasikan bahayanya Money Politik, dan jangan hanya menyuarakan ikut ikutan supaya terlihat tulus. Namun tetap juga melakukan dengan diam diam memberikan kepada teamnya untuk dibagi bagi, dengan alasan bukan uangku tetapi uang keluarga” tegas Adimin Pasaribu.

“Dan harapan besar saya untuk yang berwenang sosialisasikan dampak buruk Money Politik bagi kemajuan Dairi kita baik itu Panitia Pengawas Pemilu maupun Komisi Pemilihan Umum, sosialisasikanlah kepada masyarakat dan resiko pemberi dan penerima supaya Undang Undang jangan hanya menjadi simbol semata. Disamping itu saya Adimin Pasaribu Caleg Partai Solidaritas Indonesia Nomor Urut 2 dapil 2 dengan slogan ‘Yang Muda Berani, Peduli Setulus Hati’ Mengajak Caleg Caleg dari partai manapun yang benar benar niat tulus untuk kemajuan Dairi kita yang berani tanpa Money Politik kita buat persatuan caleg anti Money Politik. Horas…. Njuahjuah… Mejuahjuah… Yahou” ungkap Adimin Pasaribu. (SK/CA)

Satu tanggapan untuk “Calon Legislatif Tanpa Money Politic

  • November 21, 2018 pada 9:18 am
    Permalink

    lanjutkan lah niat tulus mu ito Adimin..janji benar benar lah harus di tepati ingkar jajni sama dengan membohongi diri sendiri dan membohongi Tuhan. semoga niat tulusmu terkabul ito dan semua didasari dengan Holong nasian Debata, Amen

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *