PT. Global Maju Bersama (Darta Corps) Belum Membayar Gaji Beberapa Karyawannya

Gambar: Ilustrasi

Sekitarkita, Medan – Yori Tri Setia A. Barus, S.Psi adalah salah satu karyawan dari PT. Global Maju Bersama yang bertugas di Medan sejak Januari 2011 dengan jabatan terakhir sebagai Bussines Branch Manager Medan kemudian di rotasi ke PT. Mckuadrat Indonesia dengan jabatan Key Account Executive yang mana kedua perusahaan tersebut dibawah group perusahaan Darta Corps dimana menurut Yori Surat Rotasi tersebut cacat hukumnya dengan merujuk kepada Permenaker RI No. Per-03/Men/1996 dan Pasal 156 ayat (1, 2, 3) UU No. 13 Tahun 2003. Dimana Yori dan beberapa temannya yang berbeda kota domisili mendapatkan perlakuan yang sama sampai saat ini belum menerima pembayaran gaji mereka.

“Kejadian tidak menerima gaji ini bermula di bulan Desember 2018 Yori dan teman – temannya yang kena Rotasi tersebut menerima gaji bulan November 2018 tidak full, hal ini sudah dipertanyakan Yori kepada pihak HRD yaitu Ibu Mariati Simanjuntak melalui email sejak 8 Desember 2018 sampai 7 Januari 2019, dengan balasan email dari Ibu Mariati Simanjuntak pada 8 Januari 2019, dengan kata lain pada tanggal tersebut saya belum menerima Kekurangan Gaji saya pada bulan November ditambah THR saya” kenang Yori

“Pada 11 Januari 2019 saya kembali mengirim email kepada Ibu Mariati Simanjuntak selaku HRD perihal Kekurangan Gaji November, THR, & Gaji Desember 2018 saya, 14 Januari 2019 baru saya mendapat respon dari Ibu Mariati Simanjuntak, 23 Januari 2019 saya kembali mengingatkan Ibu Mariati perihal gaji saya tersebut,  24 Januari 2019 saya mendapat respon dengan hasil sama saja bahwa belum ada juga pembayaran, sementara pada tanggal tersebut saya belum menerima Kekurangan Gaji November, THR, Gaji Desember 2018, & Gaji Januari 2019 sementara saya harus membiayai kehidupan dan rumah tangga saya. 4 Februari 2019 saya kembali mengingatkan Ibu Mariati Simanjuntak melalui email, namun 6 Februari 2019 Pak T. Darwis Manalu selaku owner Darta Corps membalas email saya dengan memberikan jawaban bahwa saya tidak ada penjualan terhadap produk PT. Mckuadrat Indonesia, dengan email tersebut saya membalas email Pak Tunggul Darwis Manalu tersebut bahwa suatu kebohongan jika menyatakan tidak ada penjualan, karena saya mengirimkan laporan pekerjaan setiap hari kepada admin, sehingga Pak T. Darwis Manalu meminta report saya namun saya meminta Pak T. Darwis Manalu langsung meminta kepada Admin PT. Mckuadrat Indonesia karena admin lah yang seharusnya merekap penjualan” jelas Yori

“12, 13, 14, 15 Februari 2019 saya kembali mengingatkan Pak T. Darwis Manalu selaku owner Darta Corps dan Ibu Mariati Simanjuntak selaku HRD perihal Kekurangan Gaji November, THR, Gaji Desember 2018, Gaji Januari 2019 dengan tidak ada respon, setelah melakukan perteleponan dengan Ibu Mariati Simanjuntak maka email saya pun dibalas pada 26 Februari 2019 namun hasil sama saja, saya belum menerima hak saya. 27 Februari 2019 saya kembali mengirim email saya kepada Pak Tunggul Darwis Manalu, Ibu Mariati Simanjuntak, & Ibu Rita Simanjuntak dengan menceritakan keadaan saya sebenar – benarnya dengan harapan pihak perusahaan mau membantu saya dengan membayarkan hak saya, namun saya tidak mendapatkan respon apapun. 28 Februari 2019 saya kembali mengirimkan email perihal Kekurangan Gaji November, THR, Gaji Desember 2018, Gaji Januari 2019 dengan mengingatkan apa yang sudah saya berikan kepada perusahaan baik di PT. Global Maju Bersama maupun di PT. Global Mitra Bersama milik Bapak Tunggul Darwis Manalu, namun yang saya dapatkan setelah mengirim email tersebut adalah email saya di block bahkan nomor WA saya dikeluarkan dari 3 (tiga) Group WA perusahaan” sambung Yori.

“Akhirnya pada 28 Februari 2019 saya melapor ke Disnaker Prov. Sumatera Utara dan dilayani oleh Ibu Rajagukguk, dimana beliau meminta saya dengan pihak perusahaan melakukan Bipartit terlebih dahulu, maka saya dan Ibu Mariati Simanjuntak melakukan Bipartit melalui telepon dengan meminta kepada Ibu Mariati membayarkan hak saya pada 5 Maret 2019. Namun pada kenyataan yang saya terima tanggal 5 Maret 2019 ternyata meleset juga maka saya mintakan dibayar pada tanggal 8 Maret 2019, pada 7 Maret 2019 Ibu Mariati meminta saya untuk menunggu pembayaran diantara tanggal 10 – 15 Maret 2019, dengan berharap sesuai tanggal yang dipintakan, ternyata pembayaran juga meleset, sehingga dibayar pada 19 Maret 2019 dengan jumlah bayaran hanya Gaji Desember & THR 2018, dengan kata lain Kekurangan Gaji November 2018, Gaji Januari, Gaji Februari 2019 belum dibayarkan” ungkap Yori.

Gambar: Ilustrasi

“27 Maret, 4, 15, 22, 23, 25, 29 April 2019 saya mengingatkan Ibu Mariati Simanjuntak melalui WA perihal pembayaran hak – hak saya, namun hasil masih seperti yang lalu bahwasanya pembayaran juga belum saya dapatkan. Saya pun datang berkunjung ke BPJS Tenaga Kerja Medan guna mengecek kartu saya, ternyata pihak PT.Global Maju Bersama belum membayarkan iuran BPJS Tenaga Kerja saya sejak Januari 2018, artinya PT. Global Maju Bersama baru membayar iuran per Desember 2017 sementara saya datang pada 24 April 2019 artinya PT. Global Maju Bersama belum membayar iuran selama 16 bulan, ketika saya pertanyakan kepada petugas BPJS Tenaga Kerja tersebut apakah hanya saya saja yang belum dibayar? Ternyata yang belum dibayarkan semua karyawan internal PT. Global Maju Bersama belum dibayarkan dimana hal ini sudah melanggar Peraturan Pemerintah No. 84 Tahun 2013 Ayat 9 dan KUHP Pasal 374 dan ketika saya melihat upah yang dilaporkan, ternyata tidak sesuai dengan upah sebenarnya sesuai aturan BPJS Tenaga Kerja yaitu Gaji Pokok + Tunjangan Tetap merupakan hitungan yang dilaporkan kepada BPJS Tenaga Kerja” jelas Yori.

Sebenarnya sudah jauh – jauh hari Yori sudah meminta kepada Ibu Mariati Simanjuntak agar permasalahan ini diselesaikan dengan baik – baik secara komunikasi yang baik, namun sejauh ini itikad perusahaan cenderung melepas beban dengan mengulur – ngulur waktu tanpa perduli nasib karyawannya. (SK/CA)

Satu tanggapan untuk “PT. Global Maju Bersama (Darta Corps) Belum Membayar Gaji Beberapa Karyawannya

  • Mei 8, 2019 pada 12:22 am
    Permalink

    Keterlaluan bener perusahaan sperti ini

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *