SEKITARKITA.id — Komitmen terhadap pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara Satgas Citarum Harum Sektor 3 dan ekosistem blockchain EGGMPIRE TOKEN dalam aksi penanaman pohon dan kegiatan sosial di kawasan Taman Air Bojongsoang, Sabtu (3/4/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, hingga relawan masyarakat.
Aksi ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya telah digelar di lokasi yang sama, namun kali ini hadir dengan pendekatan lebih terintegrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbeda dari kegiatan sebelumnya,
rangkaian aksi kali ini diawali dengan kegiatan bersih-bersih sungai di kawasan Taman Air Bojongsoang.
Langkah ini menjadi bentuk kepedulian langsung terhadap kondisi Sungai Citarum yang masih menghadapi persoalan sampah.
Komandan Sektor 3 Satgas Citarum Harum, Kolonel Arhanud Dodo Masdoro, S.IP., M.Si., menegaskan pentingnya mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai ruang publik yang bersih dan edukatif.
“Pagi ini kita melaksanakan bersih-bersih lingkungan taman air. Harusnya taman ini bisa menjadi wisata edukatif yang memberikan hiburan bagi warga, namun saat ini masih dipenuhi sampah, sehingga perlu kita kembalikan ke ekosistem semula,” ujarnya saat ditemui dilokasi.
Tanam 366 Pohon di DAS Citarum
Selain aksi bersih sungai, kegiatan ini juga diisi dengan penanaman sebanyak 366 pohon di sekitar kawasan Bojongsoang.
Penanaman ini bertujuan memperkuat ruang terbuka hijau serta menjaga keseimbangan ekosistem di daerah aliran Sungai (DAS) Citarum.
Dodo menjelaskan, penanaman pohon akan terus dilakukan secara bertahap di wilayah kerja Sektor 3, mulai dari Ciparay hingga Dayeuhkolot, melintasi sembilan kecamatan dengan panjang DAS sekitar 20 kilometer.
“Kami terus melakukan penanaman di lahan-lahan kritis sepanjang DAS Citarum. Ini merupakan upaya berkelanjutan yang harus dijaga bersama,” katanya.
Tak hanya fokus pada lingkungan, kegiatan ini juga menyentuh aspek sosial melalui pembagian bantuan pangan bergizi.
Sebanyak 113 kilogram telur atau sekitar 1.815 butir diolah langsung di lokasi dan dibagikan kepada masyarakat.
Telur tersebut disiapkan oleh EGGMPIRE TOKEN dan dibagikan diwilyah Sektor 3 Citarum sebagai bagian dari sinergi antara pemerintah, komunitas, dan stakeholder dalam meningkatkan asupan gizi warga sekitar.
Kolaborasi Multipihak untuk Citarum
Kegiatan ini didukung oleh sejumlah pihak, di antaranya PT EggMpire Bumi Lestari, PT Eggcologic, Yayasan Equator Bumi Lestari, dan Twinstreams sebagai sponsor utama.
Selain itu, turut terlibat TNI Siliwangi, BBWS Citarum, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, serta berbagai komunitas lingkungan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang dalam menjaga kelestarian Sungai Citarum sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Equator Bumi Lestari, Julius Robinson, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari gerakan berkelanjutan.
“Kami sudah pernah melakukan kegiatan di lokasi ini sebelumnya, dan hari ini kami kembali untuk melanjutkan. Menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sekali saja, tetapi harus terus dilakukan,” ujarnya.
Senada, Direktur PT Eggmpire Bumi Lestari, Retno Dewi Hendrastuti, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaatnya, tidak hanya dari penanaman pohon, tetapi juga dari aksi nyata seperti membersihkan sungai dan berbagi pangan bergizi,” katanya.
Disisi lain, Wiliam dari Twinstreams menambahkan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung lingkungan.
“Sebagian dari keuntungan kami kembalikan ke alam melalui program CSR. Kami ingin mendorong kesadaran terhadap pentingnya kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Satgas Citarum Harum berharap kolaborasi pentahelix antara pemerintah, swasta, komunitas, dan masyarakat dapat terus berlanjut. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kawasan yang telah dibersihkan agar tidak kembali tercemar.
Upaya ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi mendatang, khususnya di kawasan Sungai Citarum.
Editor : Abdul Kholilulloh








