Cerita Samad dan Samid, sulitnya mendapatkan pekerjaan di tapal batas Karawang

- Penulis

Kamis, 16 Mei 2024 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah Samad di kampung Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang memprihatinkan (foto: Andyka Nugroho/SekitarKita.id)

i

Kondisi rumah Samad di kampung Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang memprihatinkan (foto: Andyka Nugroho/SekitarKita.id)

Karawang | SekitarKita.id,- Lolongan anjing kampung dari arah hulu memecah keheningan pagi di pelosok perkampungan Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang.

Sinar surya kekuningan perlahan bangun dari peraduan, cahayanya bersembunyi mengintip malu-malu dari balik dedaunan menembus rumah bilik berukuran minimalis. Burung-burung pun mulai berkicau menyambut hari baru.

Saat itulah, Samad (48) seorang buruh harian lepas mengais rejeki di sudut kota industri di Kabupaten Karawang. Mengenakan kaos oblong, Samad sesekali menatar ke cermin, menampilkan penampilannya dari ujung kaki ke ujung kepala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senyum mengembang di wajahnya menandakan sudah siap melangkah mengais rezeki. Samad bergegas menawarkan jasa kepada siapapun yang membutuhkan tenaga Samad. Dengan hasil pas-pasan ditambah kerjaan tak menentu ia lakoni hampir puluhan tahun.

Lelaki berusia 48 tahun itu tinggal di rumah berukuran 4x 5 meter, dinding anyaman bambu, lantai beralasakan tanah, dihiasi 1 kamar tidur reot tanpa kamar mandi, cuci, kakus (MCK) sedangkan atap genteng bolong dilapisi terpal biru.

Kondisi rumah Samad di kampung Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang memprihatinkan (foto: Andyka Nugroho/SekitarKita.id)
Kondisi rumah Samad di kampung Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang memprihatinkan (foto: Andyka Nugroho/SekitarKita.id).

Semenjak Samad berpisah dengan sang istri, kini ia tinggal satu atap bersama adik kandung bernama Samid Suhardi (43), dilahan seluas 6×7 meter itu Samad menempati rumah peninggalan kedua mendiang orang tuanya.

“Sudah lama berpisah sama istri, orang tua sudah meninggal sekarang tinggal sama adik (Samid), tanah bangunan ini milik bapak,” kata Samad saat ditemui SekitarKita.id dikediamannya dirilis, Kamis (16/05/2024).

Ia terpaksa tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni (rutilahu) dengan kondisi memperihatinkan bersama sang adik lantaran tak memiliki biaya memperbaiki rumah miliknya. Jangankan biaya merenovasi rumah, untuk makan sehari-hari saja ia kesulitan.

Baca Juga:  Ketua KPU Karawang: Selama Masa Kampanye Calon Kepala Daerah wajib Ikuti Peraturan

“Buat makan sehari hari ajah sulit kang, paling kalau dapet dari hasil disuruh warga kadang dapet Rp 20 ribu apalagi benerin rumah, kadang juga enggak dapet seharian. Kerja apa saja disuruh suruh warga (serabutan),” ujarnya dengan nada lirih.

Kini, rumahnya tidak sekokoh dulu, malahan terbilang tidak layak huni. Parahnya, dia tidak pernah merasakan pemberian bantuan dari pemerintah. Ia tetap bersyukur kendati haya mendapatkan upah minim dalam sehari.

Kondisi rumah Samad di kampung Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang memprihatinkan (foto: Andyka Nugroho/SekitarKita.id)
Kondisi rumah Samad di kampung Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang memprihatinkan (foto: Andyka Nugroho/SekitarKita.id)

Meski demikian, tak ada raut kesedihan tampak pada wajahnya. Dia seperti sudah sangat biasa menjalani hidup yang begitu sulit dan pasrah.

“Ya Alhamdulillah buat makan sehari-hari, kita berdua sudah terbiasa hidup mandiri,” jelas Samad.

Ia khawatir, sesekali rumahnya yang terbuat dari bilik bambu itu ambruk kala hujan angin disertai angin kencang menimpa. Terlebih malam hari, Samad tak bisa tidur nyenyak dengan kondisi itu.

“Kalau hujan takut, apalagi kena angin kencang takut ambruk, udah pada bolong dindingnya,” kata Samad seraya muka penuh melas.

Samad mengakui bantuan sosial (bansos) dari pemerintah yang kurang merata. Dirinya juga amat sangat kesulitan mencari pekerjaan yang layak di tanah kelahirannya.

Kondisi rumah Samad di kampung Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang memprihatinkan (foto: Andyka Nugroho/SekitarKita.id)
Kondisi rumah Samad di kampung Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang memprihatinkan (foto: Andyka Nugroho/SekitarKita.id)

Sembari duduk menawarkan secangkir kopi, Samad menjelaskan, diusia menginjak 48 tahun Samad masih bisa mengerjakan pekerjaan apa saja asalkan halal dan bisa untuk bertahan hidup.

“Kerja apa saja saya sih enggak pilih-pilih, cuman kalau disini susah nyari kerja diusia udan kepala 4 sulit dapet kerja,” keluhannya sesekali menyeruput kopi.

Mirisnya, kondisi ini mengingatkan kita pada kemiskinan ekstrim di wilayah Kabupaten Karawang kian memprihatinkan, banyak dari warga berpenghasilan rendah keluhkan bantuan pemerintah kurang dirasakan manfaatnya.

Baca Juga:  Safari politik, DPC Partai Gerindra Karawang sambangi Demokrat

“Saya tidak pernah kecewa atau kesal walau tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Dengan keadaan seperti ini pun sudah cukup bersyukur,” ujar Samad kembali.

Bicara Kabupaten Karawang, merupakan daerah maju di Jawa Barat dengan penghasilan lumbung padi dan sumber alam yang melimpah. Berdiri tembok megah pencakar langit ditengah kota industri tebesar di Asia. Namun masih saja ada warga miskin yang kesulitan mencari pekerjaan.

“Meskipun banyak pabrik disini, kami hanya bisa liatin saja, mau kerja apa kang susah banget,” cetusnya.

Jika boleh berharap, kata dia, adanya bantuan pemerintah yang mengalir kepada keluarga Samad. Agar sedikitnya membantu ditengah himpitan ekonomi serba sulit.

“Kami berharap ingin di perhatikan dengan pemerintah Karawang bisa membantu kami dengan kondisi rumah saya dan ingin bisa merasakan manfaat bantuan program dari pemerintah Karawang khususnya,” jelasnya.

Sementara itu, ditemui di lokasi berbeda, Ketua RW03 Jati udik II, Tirman, ia menjelaskan, kondisi rumah Samad memang memperihatinkan, di samping tidak ada sanak saudara, Samad tinggal hidup bersama sang adik yakni Samid.

“Memang sudah lama di samping dia (Samad) orang tuanya meninggal mantan istrinya di Jawa, hidup sendiri kebetulan untuk makan sehari-hari hanya mengandalkan dari orang lain. Bantuan dari pemerintah nol besar,” kata Tirman saat ditemui pewarta SekitarKita.id di lokasi.

Pihaknya selaku RW turut prihatin sebagai jiwa corsa kemanusiaan, dirinya sudah berupaya membantu keluarga Samad dengan melakukan musyawarah ke pihak kelurahan maupun kecamatan, agar mereka mendapatkan bantuan, faktanya hingga saat ini belum membuahkan hasil.

Baca Juga:  Dugaan Pelanggaran Pilkada, Oknum Guru ASN Karawang Terlibat Pose Bersama Cabup Petahana

“Langkah-langkah itu semenjak saya sebagai Ketua RW 03 Samid belum pernah menerima bantuan sama sekali, tapi pernah kami ajukan namun belum muncul datanya sampai saat ini bantuan tersebut,” ucap Tirman.

“Di lihat kondisi bangunan kalau hujan besar dan angin kencang akibatnya akan fatal, kemungkinan itu 90 persen roboh, bicara status kepemilikan lahan memang
itu milik Samid pribadi, selama dia tinggal disitu,” sambung Tirman.

Tirman menyampaikan, Samad ini kesehariannya pekerja buruh harian lepas, terkadang Samad menjadi kuli bangunan dan tergantung jika orang lain meminta bantuan tenaga Samad sendiri.

“Program Rutilahu sempat kami ajukan kepihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) pernah dulu di survei sama pihak BPBD pada tahun 2023 tapi saat ini belum ada tindakan sama sekali,” ucap Tirman.

Tirman menegaskan, pihaknya memohon kepada dinas terkait dan juga para anggota dewan di Kabupaten Karawang untuk kiranya bisa membantu rumah keluarga Samad. Dengan adanya perhatian dari pemerintah agar bisa memacu semangat hidup lebih bertambah.

“Untuk pihak kelurahan sudah kunjungi ke lokasi tetapi saat ini apakah menunggu proses atau bagaimana saya tidak tahu untuk mendapatkan pembangunan program rumah bapa samad ini,” sambung Tirman.

“Untuk pemerintah dimanapun, karena wilayah saya semuanya yang ada di RW 03 Jati Udik II untuk sama rata dalam proses rutilahu maupun bantuan sosial lainnya, untuk segera selayaknya dipercepat karena kami tidak mau melihat warga saya ada yang roboh sampai menimpah rumah ataupun jatuh korban,” tandasnya.



Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho (Kontributor Karawang)

Berita Terkait

Penganiayaan Sadis di Karawang: Bocah Disabilitas Meninggal, Empat Tersangka Langsung Dibekuk Polisi
Nestapa Bah Cahria di Karawang: Rumah Hampir Roboh, Bertahan di Tengah Harapan Bantuan Rutilahu
Kebakaran Hebat Lahap PT Dame Alam Sejahtera di Karawang, Api Merambat ke Permukiman Warga
PLN UP3 Karawang Gelar Penyalaan Serentak “Light Up The Dream” di 25 Lokasi
Warga Karawang Barat Panik, Percikan Api Muncul dari Tiang Listrik! PLN Ungkap Penyebabnya
Pemerintah Kelurahan Tanjungmekar Karawang Salurkan 597 KKS 
Popon Terpilih sebagai Ketua RT 03 Tanjung Mekar, Karawang Barat dalam Pemilihan Demokratis
Silaturahmi Ramadhan, Bupati Aep Ajak Media Massa Berkolaborasi Bangun Karawang

Berita Terkait

Senin, 17 November 2025 - 11:23 WIB

Penganiayaan Sadis di Karawang: Bocah Disabilitas Meninggal, Empat Tersangka Langsung Dibekuk Polisi

Kamis, 6 November 2025 - 19:58 WIB

Nestapa Bah Cahria di Karawang: Rumah Hampir Roboh, Bertahan di Tengah Harapan Bantuan Rutilahu

Jumat, 24 Oktober 2025 - 01:03 WIB

Kebakaran Hebat Lahap PT Dame Alam Sejahtera di Karawang, Api Merambat ke Permukiman Warga

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:08 WIB

PLN UP3 Karawang Gelar Penyalaan Serentak “Light Up The Dream” di 25 Lokasi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:44 WIB

Warga Karawang Barat Panik, Percikan Api Muncul dari Tiang Listrik! PLN Ungkap Penyebabnya

Berita Terbaru