BREAKING NEWS! Kejari Geledah Kantor Dinkes KBB Diduga Terkait Korupsi

- Penulis

Kamis, 24 Juli 2025 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung menggeledah Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Kamis, 24 Juli 2025 (foto: abdul kholilulloh)

i

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung menggeledah Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Kamis, 24 Juli 2025 (foto: abdul kholilulloh)

SEKITARKITA.id- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung menggeledah Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Kamis, 24 Juli 2025, sekitar pukul 11.20 WIB.

Penggeledahan ini diduga kuat berkaitan dengan kasus korupsi pengadaan mobil caravan laboratorium Covid-19 yang merugikan negara hingga Rp3,07 miliar.

Pantauan jurnalis Sekitarkita.id di lokasi, puluhan penyidik Kejari Kabupaten Bandung terlihat memasuki ruangan staf Dinkes KBB dan memeriksa sejumlah dokumen penting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung menggeledah Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Kamis, 24 Juli 2025 (foto: abdul kholilulloh)
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung menggeledah Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Kamis, 24 Juli 2025 (foto: abdul kholilulloh)

Hingga pukul 11.52 WIB, penggeledahan masih berlangsung. Kepala Dinas Kesehatan KBB, dr. Ridwan Abdullah Putra, tampak turut mendampingi tim penyidik dalam proses tersebut.

Seorang staf yang enggan disebutkan namanya mengaku tak mengetahui pasti apa yang sedang berlangsung.

“Sudah 1 jam Kejari di sini, awalnya saya enggak tahu itu penyidik Kejari bawa petugas pengamanan,” ungkapnya.

Sampai berita ini dilansir belum ada keterangan resmi dari Kejari Kabupaten Bandung maupun dari Dinkes KBB terkait penggeledahan tersebut.

Tiga Tersangka Ditahan, Termasuk Eks Kadinkes KBB

Penggeledahan ini diduga kuat merupakan lanjutan dari penetapan tiga orang tersangka oleh Kejari Kabupaten Bandung dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan mobil laboratorium Covid-19.

Baca Juga:  Pesan Teh Rita Ace Hasan Syadzily, saat IIPG Gelar Edukasi Pencegahan Stunting Peringati Hari Anak

Salah satu tersangka adalah Eisenhower Sitanggang (ES), mantan Kepala Dinas Kesehatan KBB yang saat itu menjabat sebagai Pengguna Anggaran.

Dua tersangka lainnya adalah Ridwan Daomara Silitonga (RDS) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Cristian Gunawan (CG), Direktur PT Multi Artha Sehati yang bertindak sebagai penyedia jasa caravan lab.

Kepala Dinas Kesehatan KBB, dr. Ridwan Abdullah Putra, tampak turut mendampingi tim penyidik dalam proses tersebut (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Dinas Kesehatan KBB, dr. Ridwan Abdullah Putra, tampak turut mendampingi tim penyidik dalam proses tersebut (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurut Kepala Kejari Kabupaten Bandung, Doni Haryono Setiawan, proyek senilai Rp6,07 miliar itu tidak pernah diajukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium dan Penunjang Medik KBB.

Selain tidak memiliki dokumen resmi seperti Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), pengadaan ini juga tidak melewati prosedur permintaan kebutuhan yang sah.

“Bahkan sebelum lelang dimulai, staf Dinkes KBB sudah diperintahkan melihat contoh mobil lab di sebuah bengkel di Padalarang. Itu kemudian dijadikan acuan proyek,” ungkap Doni dalam konferensi pers, Kamis (17/7/2025) lalu.

Kontrak pekerjaan senilai Rp4,41 miliar diteken pada Desember 2021 dengan masa pengerjaan 30 hari. Namun setelah proyek rampung, unit caravan mobile lab tersebut tak dapat difungsikan.

Baca Juga:  Seratus Hari Gubernur Dedi Mulyadi, Aktivis Lingkungan Trapawana Beri Catatan Kritis

Hal ini disebabkan tidak adanya dokumen legal seperti SKRB (Surat Keputusan Rancang Bangun) dan SRUT (Sertifikat Registrasi Uji Tipe).

“Unit caravan lab hingga kini mangkrak di halaman Dinkes KBB karena tidak memiliki izin operasional dan tidak memenuhi standar keselamatan,” jelas Doni.

Lebih parah lagi, proses pemeriksaan akhir oleh Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) diduga tidak dilakukan secara teknis. Dokumen serah terima pekerjaan disusun secara sepihak oleh PPK tanpa verifikasi lapangan.

Kerugian Negara Rp3 Miliar

Berdasarkan audit dari BPKP Jawa Barat, proyek fiktif ini menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp3.077.881.200. Proyek tersebut juga dinilai sangat berisiko karena dapat membahayakan keselamatan tenaga medis dan masyarakat jika kendaraan tetap digunakan.

Dalam kesempatan yang sama, Kejari Kabupaten Bandung juga mengungkap perkembangan kasus korupsi lain di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan RI, terkait Program Inkubasi Bisnis dan Perluasan Kesempatan Kerja di BBPPK dan PKK Lembang.

Doni menyebut bahwa seorang tersangka berinisial K telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp172 juta. “Uang tersebut telah kami titipkan ke rekening Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung,” tutupnya.

Baca Juga:  Si jago merah lalap ruang server, puluhan pasien RS Harapan Bunda Jaktim dievakuasi 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terbaru