Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

- Penulis

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

i

Sengketa lahan SDN 02 Kertamulya Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

KBB | SEKITARKITA.id – Fakta baru mencuat dalam polemik kepemilikan lahan SDN 2 Kertamulya, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Ketua Komisi IV DPRD KBB, Nur Djulaeha, menyebut lahan yang saat ini digunakan untuk SDN 2 Kertamulya telah dimenangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat melalui proses pengadilan.

Pernyataan tersebut disampaikan Nur setelah pihaknya berkomunikasi dengan Bagian Hukum Pemkab Bandung Barat untuk memastikan status lahan yang kembali menjadi sorotan setelah muncul spanduk klaim kepemilikan dari pihak yang mengatasnamakan ahli waris.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah berkomunikasi dengan pihak hukum Pemkab Bandung Barat. Mereka menyatakan bahwa di pengadilan itu sudah dimenangkan, jadi lahan itu sebenarnya milik pemerintah,” ujar Nur saat dikonfirmasi, Senin 28 September 2026.

Sengketa lahan SDN 02 Kertamulya Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Sengketa lahan SDN 02 Kertamulya Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurut Nur, apabila putusan pengadilan tersebut telah berkekuatan hukum tetap dan telah menetapkan status kepemilikan lahan, maka persoalan sengketa seharusnya tidak kembali menjadi polemik.

“Jadi untuk sengketa lahan itu sebenarnya sudah milik Pemkab, dan tidak perlu diperpanjang lagi karena sah keputusan pengadilan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Eri Tri Kurniadi, juga menyatakan Pemkab Bandung Barat memiliki dasar hukum atas lahan yang digunakan SDN 2 Kertamulya.

Baca Juga:  Al-Habib Sayyid Ahmad Bin Tholib Al Athos doakan Edi Rusyandi jadi Bupati KBB

Eri mengatakan, persoalan tersebut bukan perkara baru. Sengketa lahan sekolah telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan disebut telah menempuh proses hukum.

“Kalau tidak salah tahun 2014 Pemkab Bandung Barat telah memenangkan persidangan. Tapi pas kemarin ramai lagi ahli waris memasang spanduk, kami langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk bagian hukum,” kata Eri saat ditemui di Kantor Disdik KBB, Selasa, 22 September 2026.

Menurut Eri, Disdik KBB langsung melakukan koordinasi setelah menerima informasi mengenai pemasangan spanduk yang mengklaim kepemilikan lahan sekolah.

Sengketa lahan SDN 02 Kertamulya Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Sengketa lahan SDN 02 Kertamulya Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan persoalan aset sekolah dapat ditangani melalui jalur hukum yang tepat serta tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Setelah dengar informasi aduan dari ahli waris bahwa dipasang spanduk itu, kami langsung berkoordinasi dengan bagian hukum Pemkab Bandung Barat dan alhamdulillah bagian hukum langsung menindaklanjuti,” ujarnya.

Eri menegaskan, Disdik KBB akan terus berkoordinasi dengan Bagian Hukum Pemkab Bandung Barat apabila kembali muncul pengaduan atau persoalan baru mengenai lahan SDN 2 Kertamulya.

“Intinya, kami akan selalu berkoordinasi dengan bagian hukum, agar proses belajar mengajar anak-anak lebih nyaman dan tidak terganggu akibat adanya spanduk tersebut,” ucapnya.

Di tengah kembali mencuatnya polemik lahan SDN 2 Kertamulya, Disdik KBB memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tetap berjalan normal.

Baca Juga:  Semifinal Timnas Indonesia U-23 vs Uzbekistan, Hengki Kurniawan bagi-bagi cuan

Eri mengaku telah mendatangi sekolah dan berkoordinasi dengan kepala sekolah serta pengawas untuk memastikan persoalan sengketa lahan tidak berdampak terhadap aktivitas para siswa.

“Kalau KBM, alhamdulillah tidak terganggu. Kemarin juga saya datangi, koordinasi sama kepala sekolah dan pengawas, untuk belajar mengajar berjalan lancar,” ungkapnya.

Sebelumnya, polemik kepemilikan lahan SDN 2 Kertamulya kembali mencuat setelah sejumlah spanduk yang mengatasnamakan ahli waris pemilik lahan terpasang di salah satu sudut bangunan sekolah.

Pantauan di lokasi pada Selasa, 22 September 2026, salah satu spanduk tersebut bertuliskan “TANAH INI MILIK AHLI WARIS ALM. OMA SARIFUDIN.”

Kemunculan spanduk tersebut kembali membuka persoalan lama mengenai status lahan sekolah yang disebut telah menjadi objek sengketa sejak beberapa tahun lalu.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, lahan yang dipersoalkan memiliki luas sekitar 507 meter persegi dengan data SHM Nomor 03363/2016, NIB 1031080105221 dan SU 00575.

Sementara itu, Plt Kepala SDN 2 Kertamulya, Komar, membenarkan adanya pemasangan spanduk tersebut.

Menurut Komar, spanduk dipasang ketika dirinya sedang berada di luar sekolah. Sejumlah guru yang berada di lokasi kemudian melihat kedatangan pihak yang memasang spanduk.

“Iya betul, spanduk dipasang di bangunan sekolah pada hari Rabu lalu kalau tidak salah. Saat itu saya lagi di luar, kebetulan para guru yang menyaksikan kejadian itu,” kata Komar saat ditemui di lokasi, Selasa, 22 September 2026.

Baca Juga:  Prabowo Bertemu Presiden Mesir, Tingkatkan Kerjasama Perdagangan hingga Pendidikan

Komar menjelaskan, di lokasi tersebut terdapat dua bangunan sekolah, yakni SDN 1 Kertamulya dan SDN 2 Kertamulya. Namun, lahan yang menjadi objek sengketa berkaitan dengan bangunan SDN 2 Kertamulya.

“Jadi ini ada dua bangunan sekolah. Tetapi, yang terjadi sengketa itu SDN 2 Kertamulya. Saya juga tidak tahu siapa yang pasang, apa itu anaknya (ahli waris) atau kuasa hukumnya. Datang lalu memasang spanduk pemberitahuan itu,” ujarnya.

Dengan adanya keterangan dari Komisi IV DPRD KBB dan Disdik KBB tersebut, status lahan SDN 2 Kertamulya kini kembali menjadi perhatian publik. Pemkab Bandung Barat menyebut memiliki dasar hukum dan riwayat kemenangan dalam perkara tersebut, sementara pihak yang mengatasnamakan ahli waris sebelumnya memasang spanduk yang menyatakan klaim kepemilikan atas lahan.

Status hukum final lahan tersebut menjadi penting untuk dipastikan berdasarkan dokumen dan putusan pengadilan yang berlaku, agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan serta tidak mengganggu proses pendidikan di SDN 2 Kertamulya.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak ahli waris. Redaksi masih membuka peluang untuk klarifikasi antara kedua belah pihak.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur
Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Senin, 28 September 2026 - 14:07 WIB

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Senin, 28 September 2026 - 10:50 WIB

Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Berita Terbaru