Bikin Malu Sultan Andara, Walpri Jeje Govinda Arogan pada Jurnalis di Bandung Barat

- Penulis

Senin, 17 Maret 2025 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SekitarK ita.ID – Sejumlah wartawan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan tindakan pengawal pribadi (walpri) Bupati Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail yang dinilai menghambat kebebasan pers.

Para jurnalis merasa tidak nyaman akibat sikap arogan yang ditunjukkan oleh oknum pengawal tersebut, terutama saat sesi wawancara bersama kepala daerah.

Insiden terbaru terjadi saat acara Bazaar Ramadhan di Pelataran Parkir Gedung B, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Senin (17/3/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang wartawan Pikiran Rakyat Jabar, Deni Supriatna, mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat hendak melakukan sesi palang pintu dengan Bupati Jeje dan Wakilnya.

Intimidasi terhadap Jurnalis di Acara Bazaar Ramadhan

Deni menuturkan, dirinya ingin menanyakan perihal penanganan sampah di KBB, namun belum sempat mendapatkan jawaban, seorang pengawal langsung menghentikan sesi wawancara.

Apalagi oknum walpri tersebut menarik bajunya dan membawa Bupati Jeje serta Wakilnya masuk ke dalam mobil.

“Sudah-sudah, tidak ada pertanyaan lain, wawancaranya beres,” ujar pengawal tersebut menirukan perintahnya.

Baca Juga:  Kolaborasi Pentahelix, Mediagram se- Jawa Barat Lakukan Pertemuan Terbuka, ini yang Dibahas..

Deni mengaku kecewa dengan tindakan pengawalnya yang dinilai arogan dan cenderung mengintimidasi jurnalis.

Menurutnya, pertanyaan yang diajukan bukan merupakan hal yang bersifat pribadi, melainkan berkaitan dengan kepentingan publik.

“Saya kecewa atas perlakuan ajudan Pak Jeje tadi. Baju saya ditarik saat saya bertanya soal sampah di KBB yang belum tertangani. Ini kan kepentingan publik, kenapa harus arogan? Bisa dijelaskan dengan baik-baik,” ujarnya.

Bukan Kasus Pertama, Wartawan Lain Juga Mengalami Intimidasi

Deni juga mengungkapkan bahwa kesulitan mengakses pernyataan resmi dari Bupati dan Wakil Bupati bukanlah hal baru.

Terlebih lagi, ketika ada kesempatan bertanya, pengawalan yang ketat sering kali menjadi penghambat.

Hal serupa juga dialami Restu Syauqi, jurnalis ayobandung.com, saat melakukan doorstop dengan Bupati Jeje Ritchie di lokasi bencana banjir bandang di Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, pada Sabtu (15/3/2025) malam.

Restu mengaku mendapat intimidasi dari oknum ajudan yang tidak hanya membatasi waktu wawancara menjadi 1-2 menit, tetapi juga melakukan intimidasi fisik secara langsung.

Baca Juga:  Dukung Program MBG, APPMBGI Jabar dan PT Migas Utama Perkuat Rantai Pasok Pangan Bergizi

“Kami hanya bertanya tentang penanganan bencana, tapi Walpri Pak Jeje terus berkumpul dengan gestur tubuh yang mengintimidasi. Seharusnya tidak berperilaku seperti itu. Kami bekerja untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujar Restu.

Para jurnalis berharap sikap arogan dan intimidatif dari pengawal pribadi Bupati dan Wakil Bupati KBB segera dihentikan. Sebagai pemimpin daerah yang juga adik ipar Rafi Ahmad (Sultan Andara), keterbukaan terhadap media menjadi hal penting untuk transparansi kebijakan publik.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi kebebasan pers di KBB. Wartawan yang bertugas di lapangan berharap adanya tindakan tegas terhadap oknum pengawal yang menghalangi kerja jurnalistik, serta memastikan bahwa akses informasi bagi publik tetap terbuka tanpa adanya intimidasi.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terbaru