Bupati Cianjur sebut minimnya minat pertanian pada generasi muda, ini solusinya

- Penulis

Rabu, 17 Juli 2024 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Cianjur sebut minimnya minat pertanian pada generasi muda, ini solusinya

[ad_1]

Ekonomi Bisnis, SekitarKita.id Generasi muda untuk saat ini lebih suka bekerja di sektor nonpertanian seperti bekerja di pabrik atau perkantoran.

Ketika sebuah pabrik membuka lowongan pekerjaan, jumlah pelamar selalu meningkat mencapai ribuan orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagaimana diungkapkan Bupati Cianjur, H Herman Suherman, salah satu permasalahan yang dihadapi untuk saat ini adalah minimnya minat generasi muda dalam menekuni pertanian atau regenerasi petani.

“Regenerasi pertanian bukan hanya sekadar merubah generasi tua, namun juga menghadirkan ide-ide segar, inovasi, dan semangat baru dalam praktik pertanian,” ujar Bupati Cianjur H Herman Suherman.

Hal itu diungkapkan Bupati Cianjur pada Pekan Pertanian Daerah dalam rangkaian rutinitas Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Cianjur ke-347, Senin, 15 Juli 2024 di Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka.

Generasi muda yang sedang tumbuh mempunyai potensi besar untuk membawa perubahan positif dengan mengadopsi teknologi trendy dan praktik pertanian.

“Alhamdulillah, Cianjur secara bertahap terus memberi dukungan generasi petani,” katanya.

“Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Kabupaten Cianjur dalam mencetak generasi petani yang jumlahnya hingga 21.757 orang dengan presentase 43,5 persen laki-laki dan 56,5 persen perempuan,” lanjutnya.

Baca Juga:  HUT ke-81 RI, Bupati Jeje: Kemerdekaan Harus Terasa dalam Kehidupan Masyarakat Bandung Barat

Bupati Cianjur menyampaikan, para petani muda ini telah diberikan pelatihan dan permodalan.

Sementara waktu, Pekan Pertanian Daerah HJC ke-347 tahun 2024 bertujuan untuk memperkenalkan produk pertanian unggulan, baik komoditas pangan, hortikultura, maupun perkebunan melalui pekan pameran dan pageant Koteka (kopi, teh, dan kakao).

Kopi, teh dan kakao untuk saat ini merupakan hasil unggulan Kabupaten Cianjur.

Tercatat, perkebunan kopi di Kabupaten Cianjur seluas 3.205 hektare menghasilkan 846 ton in step with tahun.

Perkebunan teh seluas 14.600 hektar menghasilkan 10.484 ton in step with tahun.

Sementara waktu, lahan kakao atau coklat seluas 124 hektar menghasilkan 1.324 ton in step with tahun.***

[ad_2]

Source link



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur
Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Senin, 28 September 2026 - 14:07 WIB

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Senin, 28 September 2026 - 10:50 WIB

Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Berita Terbaru