SEKITARKITA.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mempercepat penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Percepatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh korban segera menerima bantuan pascabencana.
Diketahui, bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang dua kampung di Kecamatan Cisarua tersebut pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa itu mengakibatkan puluhan kepala keluarga (KK) terdampak dan membutuhkan penanganan cepat dari pemerintah daerah.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail memastikan bantuan uang tunai sebesar Rp5 juta per kepala keluarga (KK) tetap menjadi prioritas utama bagi warga terdampak banjir dan longsor di Cisarua.
“Hari ini target menuntaskan seluruh penerima yang sebelumnya belum terjangkau,” ujar Jeje saat ditemui di Posko Bencana Cisarua, Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut Jeje, distribusi bantuan tahap awal belum sepenuhnya rampung. Oleh karena itu, Pemkab Bandung Barat menggenjot penyaluran lanjutan agar seluruh warga terdampak segera menerima haknya.
“Hari ini kita melanjutkan penyaluran bantuan untuk warga terdampak yang masing-masing diberikan Rp5 juta. Kemarin belum sempat tersalurkan semua, hari ini kita tuntaskan,” katanya.
Pada tahap pertama, bantuan telah disalurkan kepada 20 KK korban banjir bandang dan longsor di Desa Pasirlangu. Sementara pada tahap lanjutan, masih terdapat 56 KK yang ditargetkan menerima bantuan hingga selesai pada hari yang sama.
“Tinggal 56 KK lagi. Di tahap awal kita menyalurkan bantuan untuk 20 KK, hari ini kita selesaikan pemberiannya,” jelasnya.
Selain memastikan distribusi bantuan sosial berjalan lancar, kunjungan lapangan tersebut juga bertepatan dengan agenda penyambutan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang turut meninjau langsung kondisi lokasi terdampak bencana di Kecamatan Cisarua.
Percepatan Penyediaan Air Bersih Pascabencana
Di sisi lain, Jeje juga menyoroti kebutuhan dasar warga, khususnya akses air bersih pascabencana banjir dan tanah longsor. Dari total rencana pembangunan 10 sumur bor untuk warga terdampak, baru lima titik yang telah berfungsi.
Pemkab Bandung Barat pun diminta mempercepat proses pengerjaan agar kebutuhan air bersih masyarakat di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda tidak terganggu.
“Dari 10 sumur bor, sudah keluar lima untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Mungkin hari ini keluar lagi satu. Intinya saya minta dipercepat supaya warga tidak kekurangan air,” tegas Jeje.
Langkah percepatan penyaluran bantuan Rp5 juta per KK dan penyediaan fasilitas dasar seperti air bersih menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Pemerintah daerah memastikan penanganan tidak berhenti pada tahap tanggap darurat, melainkan berlanjut hingga kebutuhan dasar warga benar-benar terpenuhi dan kondisi kembali normal.
Editor : Abdul Kholilulloh







