Polemik 11 Miliar, Diskominfotik KBB sebut Layar Interaktif Upaya untuk Meningkatkan Indeks SPBE

- Penulis

Kamis, 24 Oktober 2024 - 02:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dikominfotik KBB melakukan audensi dengan masa aksi unjuk rasa (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Dikominfotik KBB melakukan audensi dengan masa aksi unjuk rasa (foto: Abdul Kholilulloh)

SekitarKita.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya angkat bicara terkait tuntutan transparansi dalam pengadaan layar interaktif oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) KBB.

Tuntutan ini mencuat dalam aksi unjuk rasa (UNRAS) yang digelar tiga LSM dan aktivis di depan kantor Pemkab KBB pada Rabu (23/10).

Aksi ini menyuarakan dugaan adanya persekongkolan dalam pengadaan proyek senilai Rp11,5 miliar, yang disebut-sebut hanya menguntungkan pihak tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tuduhan ini bukan hanya ditujukan kepada Diskominfotik KBB, tetapi juga melibatkan oknum di Bappeda Bandung Barat.

Tanggapan Pemkab KBB

Terkait hal tersebut, Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir melalui Kepala Diskominfotik KBB, Yoppie Indrawan Iskandar, menegaskan bahwa pengadaan layar interaktif sudah melalui prosedur yang jelas dan merupakan bagian dari Rencana Kerja (Renja) Diskominfotik 2023.

“Layar interaktif ini merupakan salah satu upaya KBB untuk mendukung program Smart City dan meningkatkan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Pengadaan ini bukan sekadar proyek, melainkan bagian dari master plan Smart City KBB yang sudah disusun bersama Kementerian Kominfo,” ujar Yoppie.

Baca Juga:  Tamasya Internasional 'Top and Alive' Keith Town Akan Dirilis pada Tahun 2025 – Information Loader

Ia juga menambahkan bahwa proyek ini memiliki landasan hukum yang jelas, yaitu Peraturan Bupati (Perbup) tentang tata laksana SPBE, yang bertujuan meningkatkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di KBB.

“Pengadaan ini penting untuk mendorong digitalisasi dan ada Perbup (peraturan bupati) tentang tata laksana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan target index SPBE untuk memastikankinerja OPD dan ASN di KBB,” jelas Yoppie.

Aksi Berujung Buntu

Meski tuntutan telah disampaikan, aksi unjuk rasa ini belum membuahkan hasil yang konkret.

Pemkab KBB meminta agar pihak yang mempertanyakan dokumen pengadaan dapat menyampaikan surat resmi untuk memperoleh informasi yang diinginkan.

“Kami terbuka dengan tuntutan transparansi. Kan saya gak tahu berkembang bertanya yang lain-lain tapi silakan bersurat jika ada pertanyaan mengenai dokumen pengadaan,” kata Yoppie, menanggapi tuntutan pengunjuk rasa.

Tuntutan Transparansi dan Dugaan Persekongkolan

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Koordinator aksi, Agus Satria, menyatakan bahwa mereka meminta klarifikasi terkait alokasi anggaran yang diduga melibatkan oknum pengusaha dan pejabat pemerintahan setempat.

Baca Juga:  evomab dan Homestory Hadirkan Inovasi Good Abode di IDD PIK2

Agus menuding adanya potensi persekongkolan antara operator berinisial G, Pj Bupati, dan Bappeda KBB.

“Ada indikasi ketidaktransparanan dalam pengadaan ini, kami menduga adanya kepentingan pribadi yang lebih diutamakan daripada kepentingan masyarakat. Kasus ini juga sudah kami laporkan ke KPK dan Kejati Jabar untuk ditindaklanjuti,” tegas Agus.

Selain pengadaan layar interaktif, aksi ini juga mempersoalkan pengusulan mobil karavan COVID-19 yang kini disita oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar.

Menurut Agus, seluruh proses penganggaran di KBB perlu dikoreksi untuk menghindari penyalahgunaan wewenang.

“Jadi apakah benar usulan ini ada usungan jangan sampai di KBB itu ada ketimpangan antara pokir kepentingan, ada kepentingan para calo atau benar-benar kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Permasalahan lainnya, dia menuturkan, pihaknya pernah mengusulkan mobil karavan covid yang saat ini menjadi sampah yang disita oleh Kejati.

Namun, ketika disinggung masalah fokus tuntunan Unras, dia menyebutkan, pihaknya menuntut koreksi pembedahan kebenaran usungan dari musrembang atau anggaran titipan.

“Kami sudah melaporkan kasus ini ke KPK dan Kejati Jabar,” katanya.

Baca Juga:  Heboh, Satu Unit Mobil di Bekasi Nyemplung dan Terbalik, Pemotor Dibuat Kaget

Terkait tuntutan dalam Unras, dia menerangkan, pihaknya akan melaksanakan audiensi pada tanggal 30 Oktober 2024 di Kejati Jabar.

“Kami meminta jawaban yang benar berdasarkan dokumen,” imbuhnya.

 

 

 

 

Tautan sumber



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir
Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur
Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 08:04 WIB

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Senin, 28 September 2026 - 14:07 WIB

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Senin, 28 September 2026 - 10:50 WIB

Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Berita Terbaru

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

Bandung Barat

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

Selasa, 29 Sep 2026 - 08:04 WIB