SEKITARKITA.id – Kasus keracunan massal di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali kambuh terjadi pada Senin 29 September 2025.
Puluhan siswa dari dua sekolah madrasah dilaporkan mengalami gejala mual, sesak napas, hingga kram perut, dan kini tengah ditangani oleh tenaga medis di Puskesmas Cipongkor.
Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, mengonfirmasi bahwa para korban keracunan kembali kambuh berdatangan sejak akhir pekan hingga Senin (29/9/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang keracunan hari Selasa itu berasal dari MTs Muslimin Cipongkor dan MI Attarbiyah Cipongkor kambuh lagi,” ujar Yuyun saat dihubungi sekitarkita.id, Senin.
Menurutnya, kasus pertama muncul pada Sabtu sore dengan jumlah 26 siswa. Namun, jumlah korban terus bertambah pada Minggu setelah beberapa siswa dialihkan dari posko GOR Cipongkor ke Puskesmas untuk perawatan lebih lanjut.
“Gejala yang dialami siswa rata-rata mual, sesak napas, dan kram perut. Saat ini mereka ditangani di bagian fonese oleh tim medis,” jelasnya.
Yuyun menegaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa dan orang tua. Ia menekankan pentingnya menjaga pola makan serta gaya hidup anak agar tidak mudah terserang penyakit.
“Kami mengimbau agar orang tua memperhatikan makanan anak, jangan terlalu banyak makanan pedas yang bisa memicu sakit perut. Anak-anak harus banyak makan buah dan sayur, serta pola tidur juga harus dijaga,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengaku belum bisa memastikan makanan apa yang dikonsumsi para siswa di rumah sebelum mengalami keracunan.
“Saya juga tidak tahu anak-anak ini makan apa di rumah. Karena itu saya berharap orang tua memberikan pendampingan penuh,” tambahnya.
Sebagai langkah penanggulangan, tim medis di Puskesmas Cipongkor melakukan pemeriksaan dokter secara menyeluruh serta memberikan obat sesuai dengan keluhan pasien. Hingga berita ini diturunkan, korban masih terus berdatangan ke Puskesmas untuk mendapat perawatan.
Sebelumnya, tercatat sebanyak 1.309 orang lebih menjadi korban keracunan akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ternyata keracunan ini disebabkan oleh bakteri.
Keracunan massal ini terjadi setelah para korban menyantap MBG di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (24/09).
Para korban keracunan pun beberapa sempat dipulangkan. Namun, ada pula korban yang datang kembali karena gejala muncul lagi.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan







