Luca Traini, Teroris yang Tertulis di Senjata Pelaku Ledakan Masjid Jakarta

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Ledakan yang terjadi di Masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025) diduga dilakukan oleh tersangka dengan inisial FN, seorang siswa kelas XII di sekolah tersebut.
  • Di tempat kejadian, pihak berwajib menemukan perabot yang mirip senjata panjang dengan tulisan nama-nama teroris, termasuk Luca Traini.
  • Hasil penyelidikan awal menyampaikan bahwa senjata tersebut hanya replika atau mainan, bukan senjata asli.

AdinJava– Ledakan yang terjadi di Masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025) menimbulkan rasa sedih serta pertanyaan besar.

Sang tersangka berinisial FN, seorang siswa aktif kelas XII SMAN 72 Jakarta, dalam kejadian tersebut juga menjadi penderita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perjalanan reruntuhan dan kekacauan, petugas memperoleh perabot yang menyerupai senjata panjang di dekat tersangka yang tergeletak.

Mengundang perhatian masyarakat, pada senjata tersebut terdapat nama beberapa teroris, termasuk Luca Traini.

Maka siapakah sosok Luca Traini?

Luca Traini adalah seorang teroris asal Italia yang terkenal sebab tindakan penembakan berdasarkan alasan rasial pada tahun 2018.

Ia terkenal sebagai seorang ekstremis sayap kanan.

Pada ketika itu, Luca Traini yang berusia 28 tahun, pada tanggal 3 Februari 2018 di kota Macerata, Marche, mengemudikan mobil Alfa Romeo 147 berwarna hitam dan membawa pistol semi-otomatis 9mm Glock 17 Gen 3 melakukan penembakan dari kendaraan terhadap enam migran Afrika.

Traini juga menargetkan kantor pusat Partai Demokrat Italia.

Saat melakukan tindakan kriminalnya, Traini membawa bendera Italia dan pernah melakukan penghormatan fasis, seperti yang tak henti-hentinya dilakukan oleh Adolf Hitler.

Traini menyatakan serangan tersebut merupakan balas dendam atas pembunuhan Pamela Mastropietro, seorang remaja perempuan berusia 18 tahun yang jasadnya merasakan mutilasi dan ditemukan beberapa hari yang lalu.

Pelaku pembunuhan Pamela adalah Blameless Oseghale, seorang warga negara Nigeria yang berusia 29 tahun dan merupakan seorang pencari suaka atau imigran.

Baca Juga:  CMF Watch Pro 2 dan Buds Pro 2 diumumkan

Mengutip Information Migrants, tak ada penderita jiwa dari tindakan berani yang dilakukan Luca Traini.

Ia kini dilepaskan dari penjara pada 3 Maret 2025 dan ditempatkan dalam pengawasan layanan sosial.

Setelah dihukum sebab menembak dan melukai enam migran Afrika di kota Macerata, yang terletak di wilayah Marche Italia, Luca Traini diberi hukuman penjara sepanjang 12 tahun.

Pria berusia 35 tahun ini menyatakan bahwa tindakan penembakannya dipengaruhi oleh rasa benci rasial.

Soal Senjata Terduga Pelaku

Temuan senjata tersebut memicu dugaan bahwa tersangka terinspirasi dari ideologi ekstrem yang pernah menggegerkan dunia.

Tetapi, hasil pemeriksaan awal memperlihatkan bahwa senjata tersebut bukan senjata asli, melainkan replika atau alat permainan.

Polisi mengonfirmasi penemuan perabot yang menyerupai senjata panjang di lokasi ledakan Masjid SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025).

Senjata itu ditemukan berada di dekat salah satu penderita yang tergeletak, memicu pertanyaan masyarakat mengenai hubungannya dengan kejadian tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai jenis dan asal senjata tersebut.

“Kami belum bisa memastikan merek atau produsen, namun benar terdapat perabot yang mirip senjata,” ujarnya kepada para wartawan.

Berdasarkan gambar yang beredar di media sosial, terlihat dua perabot yang menyerupai senjata dengan laras panjang dan pendek berwarna hitam berada di lantai.

Tak jauh dari tempat kejadian, terlihat perlengkapan pelindung tubuh (frame protector), yang memperkuat dugaan masyarakat mengenai kemungkinan keterlibatan seseorang yang membawa senjata.

Tetapi, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Lodewijk F. Paulus menyampaikan bahwa perabot tersebut bukan senjata nyata.

Baca Juga:  Walkthrough Dasbor Tableau Langsung Untuk Wawasan Knowledge

“Setelah kami periksa, itu adalah senjata mainan,” kata Lodewijk saat mengunjungi lokasi.

Tokoh FN, Terduga Pelaku yang Dikenal Jarang Berinteraksi Sosial

FN, tersangka pelaku pemboman masjid SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dikenal sebagai seseorang yang tertutup.

Ini disampaikan oleh Danny Rumondor, ketua RT di lingkungan tempat tinggal FN di sebuah kompleks yang berada di wilayah Cilincing, Jakarta Utara.

Danny menyatakan, FN telah tinggal sekitar 7 tahun bersama ayahnya di salah satu rumah dalam kompleks tersebut.

Sepanjang ini, FN dikenal sebagai seseorang yang tertutup dan tidak pernah berinteraksi dengan masyarakat.

“Para warga di sini sebenarnya tidak pernah dapatkan sosialisasi. Tetangga sebelah rumah pun jarang terlihat, sangat jarang, kecuali saat dia bepergian sekolah, dibawa oleh ayahnya. Dia tidak pernah ikut bermain bersama anak-anak di sini,” kata Danny saat diwawancara di lokasi, Sabtu (8/11/2025).

Dani menceritakan, pelaku pernah bersekolah di kawasan Sukapura, Jakarta Utara, saat kumpul di kelas SMP.

Pada masa itu, pelaku masih tak henti-hentinya berinteraksi dan bermain dengan teman-temannya di sekitar perumahan.

Tetapi, setelah pindah ke jenjang Sekolah Menengah Atas dan ikut tinggal bersama ayahnya di Kelapa Gading, sikapnya menjadi lebih tertutup.

Meski demikian dengan pemilik rumah, FN tidak pernah berucap salam.

“Ujarnya sejak SMA dia lebih tak henti-hentinya berada di kamar, jarang keluar rumah, bahkan tidak sejumlah besar berbicara dengan keluarganya,” kata Danny.

“Andai di rumah, tidak pernah menegur pemilik rumah, yaitu majikan dari ayahnya, tidak pernah. Saya mendengar langsung dari pemilik rumah ini yang menyampaikan, ‘andai di rumah lewat ada saya, cukup lewat saja. Tak ada permisi, tak ada apa-apa’. Memang agak kurang sopannya,” tambah Danny.

Baca Juga:  Spotify memperoleh dukungan autentikasi dua faktor yang mendasar

Diduga Penderita Bullying

Ada bukti yang mengindikasikan bahwa FN diduga menjadi penderita perundungan di sekolahnya.

Berdasarkan keterangan ZA, siswa kelas XI SMAN 72 kepada TribunJakarta, terduga pelaku dikenal sebagai seseorang yang tak henti-hentinya menjadi penderita bullying.

Ia selalu tampak sendirian, dengan gayanya unik memakai jas berwarna putih.

Anak itu menjadi penderita bullying di sekolah, selalu kesepian setiap kali bepergian ke mana-mana.

“Terus dia tak henti-hentinya mengenakan jas putih, ya seperti itu,” tutur ZA, meniruTribunJakarta.com.

FN diduga membuat bom sendiri dan meledakkannya sebagai balasan atas perlakuan para pembullynya.

“Inginkan balas dendam kepada para penderita, ingin menantang pembully namun malah menyerang semua orang,” tutur ZA.

ZA juga menyampaikan, ledakan terjadi tidak hanya sekali, namun tiga kali di lokasi yang berbeda.

“Ujarnya dia membuat bom sendiri, lalu diatur waktunya di tiga lokasi, yang pertama di mushola, yang kedua di kantin, dan yang ketiga di tempat kumpul anak-anak,” tutur ZA.

ZA sendiri merasakan langsung ledakan yang diduga berasal dari bom buatan sendiri.

Terdapat tiga ledakan yang terjadi di lokasi berbeda, berawal dari mushola.

Pertama kali saya berada di musala itu. Saat saya berlari mencari tau, ada yang kedua, ada yang ketiga,” ujarnya.

ZA juga membenarkan bahwa foto yang beredar dengan posisi tergeletak berlumuran darah dan senjata di sekitarnya, adalah tersangka pelaku.

“Itu adalah tersangka pelaku,” kata ZA.

“Ia berada di lokasi belakang kantin,” lanjut ZA menjelaskan lokasi foto terduga pelaku.

Beberapa artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul SOSOK Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Terungkap, Diduga Terus menerus Dibully

(AdinJava/Garudea Prabawati/Reynas Abdila) (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025
Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi
Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?
Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?
Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Andai Tidak Dapat Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin saja Tua Lebih Cepat, Tutur Psikologi

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:59 WIB

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:14 WIB

Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:44 WIB

Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:59 WIB

Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:29 WIB

Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru