KBB | SEKITARKITA.id – Baru saja diresmikan untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat desa, dua bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), justru mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung.
Kerusakan terutama terlihat pada bagian atap kedua bangunan koperasi. Kondisi tersebut terpantau saat pemantauan di lokasi pada Selasa, 27 Oktober 2026, sehari setelah angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah Kecamatan Padalarang.
Pantauan di lapangan menunjukkan bagian atap bangunan Kopdes Merah Putih mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang. Dampak tersebut cukup menjadi perhatian lantaran fasilitas koperasi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu sarana untuk mendorong aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat di tingkat desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya mengalami kerusakan, kedua bangunan Kopdes Merah Putih tersebut juga tampak tidak beroperasi saat dilakukan pemantauan.
Tidak terlihat aktivitas pegawai maupun kegiatan pelayanan masyarakat di sekitar bangunan koperasi. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti apakah tidak beroperasinya kedua koperasi tersebut sepenuhnya disebabkan kerusakan akibat puting beliung.
Salah satu bangunan Kopdes Merah Putih di Desa Padalarang sebelumnya telah diresmikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. Peresmian tersebut turut dihadiri Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, pada 15 Oktober 2026 lalu.
Peresmian itu menjadi bagian dari upaya mendorong keberadaan Koperasi Desa Merah Putih sebagai wadah penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Namun, belum lama setelah diresmikan, fasilitas tersebut kini harus menghadapi dampak bencana alam. Bagian atap bangunan menjadi salah satu bagian yang terlihat mengalami kerusakan setelah angin puting beliung menerjang kawasan Padalarang.
Meski demikian, belum ada informasi terperinci mengenai tingkat kerusakan pada keseluruhan bangunan. Besaran kerugian material, kebutuhan biaya perbaikan, serta waktu yang diperlukan untuk memulihkan kondisi bangunan juga belum diketahui.
Kondisi tersebut membuat pemeriksaan terhadap bangunan menjadi penting sebelum aktivitas koperasi kembali dibuka. Terlebih, kerusakan pada bagian atap dapat berkaitan dengan keamanan fasilitas maupun aktivitas masyarakat yang nantinya berlangsung di dalam bangunan.
Pemeriksaan juga diperlukan untuk memastikan apakah kerusakan hanya terjadi pada bagian atap atau terdapat bagian lain yang ikut terdampak akibat terpaan angin kencang.
Kopdes Merah Putih sendiri diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan koperasi, tetapi juga dapat mendukung perputaran ekonomi masyarakat desa melalui berbagai layanan dan kegiatan usaha.
Karena itu, kerusakan fasilitas akibat puting beliung menjadi pekerjaan lanjutan bagi pihak terkait agar fungsi koperasi dapat segera kembali berjalan setelah bangunan dinyatakan aman.
Hingga pemantauan dilakukan pada Selasa, 27 Oktober 2026, kedua bangunan Kopdes Merah Putih di Desa Padalarang masih terpantau tutup dan belum terlihat aktivitas pelayanan.
Belum ada kepastian kapan perbaikan akan dilakukan maupun kapan kedua koperasi tersebut kembali beroperasi. Informasi resmi dari pihak terkait masih diperlukan untuk mengetahui kondisi bangunan, besaran kerusakan, serta langkah penanganan pascabencana.
Dengan adanya pemeriksaan dan perbaikan, fasilitas Kopdes Merah Putih diharapkan dapat kembali dimanfaatkan masyarakat dan menjalankan fungsi awalnya sebagai salah satu penggerak aktivitas ekonomi di Desa Padalarang.
Editor : Abdul Kholilulloh







