Damai di Balik Tragedi Maut Padalarang: UPT DLH KBB Berikan Santunan, PJU Disorot

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalur maut terpantau PJU tidak berfungsi normal di Jalan Raya Gedong Lima, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang KBB (Foto: Abdul Kholilulloh)

i

Jalur maut terpantau PJU tidak berfungsi normal di Jalan Raya Gedong Lima, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang KBB (Foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Tragedi kecelakaan maut antara truk sampah milik UPT Kebersihan DLH Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan sepeda motor di Jalan Raya Gedong Lima, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, berakhir dengan kesepakatan damai.

Namun di balik itu, muncul sorotan serius terhadap kondisi penerangan jalan umum (PJU) di lokasi kejadian.

Insiden yang terjadi pada Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 19.05 WIB tersebut menewaskan seorang pengendara motor di tempat, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih berlarut dalam proses hukum, keluarga korban akhirnya memilih jalur kekeluargaan.

Pihak UPT Kebersihan DLH KBB pun bergerak cepat menunjukkan empati, mulai dari pendampingan di rumah sakit hingga mengantar jenazah ke rumah duka di Garut menggunakan ambulans.

Kantor UPT Kebersihan DLH KBB di Jalan Raya Gedong Lima, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang (Foto: Abdul Kholilulloh)
Kantor UPT Kebersihan DLH KBB di Jalan Raya Gedong Lima, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang (Foto: Abdul Kholilulloh)

“Kami menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf kepada keluarga korban. Ini musibah, dan kami berupaya hadir memberikan bantuan secara kemanusiaan,” ujar Kepala UPT Kebersihan DLH KBB, Imam Fauzi saat ditemui di Kantor, Jumat 10 April 2026.

Baca Juga:  Viral! Wanita Masuk Lapangan Jemput Paksa Pria Saat Tanding Sepak Bola, Warganet: Sudah Tidak Tahan 'Anu'

Ia memastikan, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai kecelakaan murni dan sepakat mencabut laporan di kepolisian.

“Alhamdulillah sudah ada kesepakatan. Hari ini rencananya laporan dicabut, sehingga seluruh proses bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.

Detik-Detik Kecelakaan

Peristiwa nahas itu bermula saat truk sampah kembali dari aktivitas pengangkutan menuju fasilitas pengolahan. Saat melintas di depan area sekolah, situasi lalu lintas terpantau padat.

Jalur maut terpantau PJU tidak berfungsi normal di Jalan Raya Gedong Lima, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang KBB (Foto: Abdul Kholilulloh)
Jalur maut terpantau PJU tidak berfungsi normal di Jalan Raya Gedong Lima, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang KBB (Foto: Abdul Kholilulloh)

Sebuah angkutan kota yang terparkir di bahu jalan diduga menjadi pemicu rangkaian kejadian. Dari arah berlawanan, sepeda motor korban mencoba menyalip kendaraan di depannya.

Namun nahas, manuver tersebut berujung hilangnya kendali. Motor menyenggol kendaraan lain, lalu terjatuh ke badan jalan tepat saat truk melintas dari arah berlawanan.

“Korban terpental, sementara jarak dengan truk sangat dekat. Sopir tidak sempat menghindar meski kecepatan tidak tinggi,” jelas Imam.

Benturan keras tak terhindarkan. Korban meninggal dunia di lokasi, sedangkan penumpangnya mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Meski kasus berakhir damai, kondisi jalan di lokasi kejadian menjadi perhatian. Minimnya penerangan serta padatnya arus lalu lintas disebut memperbesar risiko kecelakaan.

Baca Juga:  Meriahkan HUT ke-212, Braga Foto Festival Sukses Digelar, Disbudpar Kota Bandung Sokong Pelaku Seni Mendunia

Imam mengungkapkan, lampu PJU di kawasan tersebut tidak sepenuhnya berfungsi saat kejadian berlangsung.

“Biasanya menyala, tapi saat kejadian penerangan tidak optimal. Ditambah arus kendaraan yang padat ini menjadi faktor risiko,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan ada peningkatan fasilitas penerangan jalan guna mencegah kejadian serupa.

Pasca kejadian, petugas Unit Laka Lantas Polres Cimahi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Kawaluyaan Kota Baru Parahyangan.

Sopir truk dan kendaraan sempat diamankan untuk keperluan penyelidikan. Namun dengan adanya kesepakatan damai, proses hukum dipastikan akan dihentikan setelah laporan resmi dicabut oleh pihak keluarga.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa faktor kecil seperti kendaraan parkir sembarangan dan penerangan jalan yang minim dapat berujung fatal di tengah padatnya lalu lintas,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terbaru