Pasca Diprotes Dampak Banjir, Pengembang Perumahan Emeralda KBB Buka Suara

- Penulis

Sabtu, 19 April 2025 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKITARKITA.id- Aksi protes puluhan warga terhadap dampak pembangunan perumahan The Emeralda Resort di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berujung pada proses mediasi pada Sabtu, 19 April 2025.

Sebelumnya, warga dari beberapa RW di sekitar lokasi pembangunan melakukan blokade jalan utama menuju kawasan perumahan mewah tersebut.

Aksi ini sebagai bentuk penolakan terhadap banjir yang kerap menerjang permukiman akibat limpasan air dari proyek pembangunan yang berada di puncak Gunung Kacapi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mediasi yang berlangsung hampir tiga jam di Kantor Desa Jayamekar akhirnya membuahkan hasil. Pihak pengembang The Emeralda Resort menyatakan siap memenuhi tuntutan warga, salah satunya terkait perbaikan sistem drainase.

“Kita akan kooperatif, karena ini juga demi kelancaran pembangunan dan kenyamanan warga. Bukan soal siap atau tidak, tapi ini target kita untuk segera melakukan perbaikan,” ujar Heru, perwakilan pengembang.

Heru juga menyampaikan rencana untuk membentuk grup WhatsApp guna menampung langsung keluhan warga yang terdampak pembangunan perumahan tersebut.

Baca Juga:  Tradisi Warga Bandung Barat Ziarah Kubur di Hari Raya Idul Fitri 2025

Sementara itu, Kepala Desa Jayamekar, Siti Khoiriyah, membenarkan adanya dampak besar dari pembangunan perumahan yang menyebabkan beberapa rumah warga rusak parah akibat banjir.

“Ini reaksi yang sangat wajar. Dampak di RW 18 sangat luar biasa, bahkan perangkat desa pun ikut terdampak banjir saat hujan turun,” katanya.

Related Posts

Warga menilai proyek perumahan The Emeralda Resort di Bandung Barat ini telah menggunduli area resapan air dan menggantikannya dengan beton tanpa sistem irigasi memadai.

Akibatnya, aliran air hujan mengarah langsung ke permukiman, membawa lumpur dan material bangunan.

Tokoh masyarakat setempat, Hidayat (60), menyebut ada 12 RW yang terdampak banjir setiap kali hujan turun.

“Air dari atas langsung masuk ke rumah-rumah warga. Ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi,” tegasnya.

Baca Juga:  Doa Bersama Maulid Nabi, Pemkab Bandung Barat Minta Perlindungan dari Ancaman Gempa Sesar Lembang

Keluhan juga datang dari Hendar (41), warga Kampung Gantungan RT 01 RW 14, yang khawatir rumahnya bisa ambruk ke danau bekas galian pasir jika longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil.

Selain masalah banjir, warga juga menyoroti dugaan adanya penggusuran lahan tanpa ganti rugi. Mereka menuntut agar pengembang bertanggung jawab penuh dan menyelesaikan sengketa lahan yang belum dibayar.

Dalam mediasi yang juga dihadiri oleh Kapolsek Padalarang, warga meminta agar pemerintah desa dan kecamatan lebih tegas dalam mengawasi proyek pembangunan yang belum melalui kajian AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang menyeluruh.

“Kami tidak anti pembangunan, tapi jangan hanya mengejar keuntungan tanpa memikirkan keselamatan warga. Kami minta aktivitas pembangunan dihentikan sementara sampai ada solusi konkret,” kata Dadang Ramon, warga RW 15.

“Dengan tercapainya titik temu dalam mediasi, warga berharap janji pengembang bukan sekadar formalitas, melainkan segera diwujudkan melalui langkah nyata demi menghindari bencana yang lebih besar di masa mendatang,” pungkasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP
Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme
DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat
IPHI 1987 Gelar Rapimnas di HUT ke-39, Regulasi Profesi Advokat Jadi Sorotan
Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan
IPHI 1987 Dorong Pembaruan UU Advokat, Maria Salikin: Tingkatkan Profesionalisme Advokat
P4KBB Sentil Pemkab Bandung Barat: Tekanan Fiskal Jangan Jadi Alasan Abaikan Layanan Publik
Wakil Ketua DPR Cucun: PKB Harus Hadir di Tengah Rakyat, 1.000 Rumah Jadi Target Rehabilitasi

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:36 WIB

DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:07 WIB

IPHI 1987 Gelar Rapimnas di HUT ke-39, Regulasi Profesi Advokat Jadi Sorotan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:18 WIB

IPHI 1987 Dorong Pembaruan UU Advokat, Maria Salikin: Tingkatkan Profesionalisme Advokat

Berita Terbaru