Geger, Kesaksian Warga terkait Sosok Ibu dan anak Ditemukan Tinggal Kerangka di KBB

- Penulis

Jumat, 2 Agustus 2024 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penemuan kerangka manusia milik Iguh Indah Hayati (55) dan putrinya, Elia Imanuel Putra (24), di Perumahan Tani Mulya, RT 11 RW 15, Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat,

i

Penemuan kerangka manusia milik Iguh Indah Hayati (55) dan putrinya, Elia Imanuel Putra (24), di Perumahan Tani Mulya, RT 11 RW 15, Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat,

Bandung Barat | SEKITARKITA.id,- Penemuan kerangka manusia milik Iguh Indah Hayati (55) dan putrinya, Elia Imanuel Putra (24), di Perumahan Tani Mulya, RT 11 RW 15, Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, mengejutkan warga sekitar dan memicu penyelidikan mendalam.

Menurut Suryati (54), seorang warga setempat, ia terakhir kali melihat Indah dan anaknya sebelum pandemi Covid-19 pada tahun 2020.

“Terakhir ketemu sebelum Corona, saya lupa tahunnya. Dan itu pun tidak sama sekali ngobrol. Kalau lewat kan kerjanya di belakang jadi hanya lewat aja,” jelas Ai Suryati, sapaan akrabnya, saat ditemui di lokasi, Jumat (2/08/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah itu, baik Indah maupun Elia tidak pernah terlihat lagi. Warga mengira mereka sudah pindah rumah karena rumah mereka tampak terbengkalai dan tidak terurus.

“Jadi semenjak tidak terlihat lagi memang anggapan kami mereka sudah pindah dan sempat meminta surat pindah ke Ketua RW,” tandasnya.

Di depan rumah terdapat tanda bahwa rumah tersebut akan dijual, namun nomor kontak yang tertera tidak aktif.

Baca Juga:  Bolonemase Jakarta Utara Gelar Kopdar Akbar Sekaligus Pengukuhan Korcam dan Korkel

Suryati menjelaskan bahwa pihak sekolah SMA Pasundan Cimahi pernah mendatangi rumah korban karena Elia tidak terlihat di sekolah selama beberapa bulan terakhir.

“Pihak sekolah (guru) sempat mencari anaknya karena tidak masuk-masuk. Setelah itu, tidak tahu guru ketemu atau tidak dengan anaknya. Setahu saya, anaknya sekolah di SMA Pasundan Cimahi kalau tidak salah,” jelasnya.

Ia juga menyebut bahwa tidak ada gelagat mencurigakan di rumah korban, bahkan tidak tercium bau busuk di lokasi selama beberapa tahun ini.

“Bahkan suami saya juga tidak mencium bau apa-apa. Baru mengetahui informasi bila Indah dan anaknya ditemukan sudah menjadi kerangka di dalam rumahnya,” bebernya.

“Warga sangat kaget melihat ada tengkorak. Padahal saya sudah lama tinggal di sini. Dikira rumah itu memang kosong. Saya sebagai tetangga sangat terkejut,” ungkapnya. “Mereka tinggal berdua sejak suaminya pindah ke Cirebon enam tahun lalu.”

Suryati juga menambahkan bahwa ia tidak lagi berkomunikasi dengan Indah dan anaknya karena mengira mereka sudah pindah.

Baca Juga:  Lambatnya Respons Pemkab Bandung Barat, Jembatan di Padalarang Akhirnya Ambruk  

“Saya tidak pernah ke rumah Indah lagi. Pribadinya memang tertutup, kecuali kalau ke temannya baru mau ngobrol,” ujarnya.

Tim forensik dari Rumah Sakit Sartika Asih yang dipimpin oleh Dr. Adang Azhar sedang melakukan identifikasi dan pemeriksaan terhadap kerangka tersebut.

Dr. Adang menyatakan bahwa tahap awal pemeriksaan bertujuan untuk memastikan identitas korban dan memeriksa kemungkinan adanya tindak pidana. Meskipun belum dapat menentukan waktu kematian secara pasti, kerangka tersebut diperkirakan telah membusuk selama sekitar enam bulan.

Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto juga terlibat dalam penyelidikan. Tim Inafis telah melakukan olah TKP untuk menemukan petunjuk mengenai penyebab kematian.

Tri mengungkapkan bahwa mereka telah menemukan beberapa petunjuk, namun kesimpulan akhir masih menunggu hasil tes dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).

Penemuan ini berawal dari upaya suami Iguh Indah Hayati, yang telah meninggalkan rumah selama enam tahun, untuk memeriksa rumah tersebut setelah tidak ada kabar.

Ia mengalami kesulitan masuk karena pintu terkunci dan meminta bantuan warga untuk menjebol pintu, yang akhirnya mengungkapkan dua kerangka manusia di dalam rumah.

Baca Juga:  Diduga Tertipu Gadai Sawah 1,5 Hektare, Warga Tulang Bawang Lampung Laporkan Kasus ke Polisi

Kejadian ini menyisakan banyak pertanyaan, dan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap sebab kematian serta kronologi kejadian yang sebenarnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur
Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Senin, 28 September 2026 - 14:07 WIB

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Senin, 28 September 2026 - 10:50 WIB

Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Berita Terbaru