Bandung Barat | SekitarKita.id,-Pencarian di hari ke tiga korban tertimbun longsor di Kampung Cimanggu, RT 01 RW 16, Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat(KBB) belum menemui titik terang.
Sebelumnya diberitakan “4 orang selamat 1 lainnya yang tertimbun longsor di KBB belum ditemukan“, petugas tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian. Kali ini pencarian pun meluas hingga ke bibir sungai dengan melibatkan ratusan personel.
Opa (64) warga Kampung Tangkil, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalongwetan KBB tersebut tertimbun longsor saat menggarap ladang sawah pada pada Jumat (26/4/2024) bersama 4 rekannya di wilayah Desa Cempaka Mekar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Padalarang, Agus Ahmad Setiawan saat dihubungi mengatakan, petugas tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban di lokasi kejadian longsor. Kendati sempat dihentikan lantaran terkendala oleh guyuran hujan di lokasi.
“Kami terus melakukan pencarian dari pagi hingga sore, meskipun sempat hujan tadi dan beristirahat sejenak untuk kemudian dilanjutkan siang, pencarian juga dilakukan dengan menyisir sungai,” kata Ahmad kepada SekitarKita.id melalui sambungan seluler, Ahad 28 April 2024.
“Tim SAR gabungan masih berupaya mencari korban yang tertimbun tanah longsor dan kita dari Forkopimcam bersama Pemdes Campamekar masih menunggu rekomendasi dari Basarnas,” sambungnya.
Adapun kendala, kata Ahmad, cuaca yang tidak memungkinkan sehingga pencarian korban saat ini dihentikan dan dilanjutkan Senin esok. Sulitnya alat berat menuju lokasi juga menjadi faktor kendala di lapangan.
“Pencarian dihentikan dan dilanjutkan besok pagi mengingat hujan akan berbahaya bagi petugas yang berada di lokasi dan situasi mulai gelap menjelang sore, alat berat juga tidak bisa masuk karena aksesnya sempit,” ujar dia.
Selain itu, pihaknya juga menunggu rekomendasi dari Basarnas dan berkoordinasi dengan keluarga korban yang tak lain adalah warga Cikalongwetan. Petugas Tim SAR terus berjibaku mencari korban, namun belum membuahkan hasil.
“Keluarga korban berharap korban bisa ditemukan secepatnya, kami terus berikhtiar akan tetapi, sampai saat ini korban masih belum ditemukan oleh tim SAR gabungan,” ucap dia.
“Merujuk pada SOP tanggap darurat bencana itu 7 hari, tetapi kita perangkat kewilayahan bersama Polsek Padalarang dan Koramil Padalarang terus berusaha dan ikhtiar serta menunggu arahan lebih lanjut dari Basarnas,” ujar Agus menandaskan.







