Dede Yusuf Kunjungi Gedung Megah DPRD KBB: Tantangan PAD dan Kemandirian Daerah Otonomi Baru

- Penulis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat II dari Fraksi Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi kunjungi anggota Fraksi DPC Demokrat KBB (foto: istimewa)

i

Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat II dari Fraksi Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi kunjungi anggota Fraksi DPC Demokrat KBB (foto: istimewa)

SEKITARKITA.id — Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat II dari Fraksi Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi, melakukan kunjungan kerja ke Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang bertempat di Gedung DPRD KBB, Rabu 6 Agustus 2025.

Kunjungan ini menjadi momen bersejarah dan reflektif, bertepatan dengan usia 18 tahun Kabupaten Bandung Barat sebagai daerah otonomi baru.

Dede Yusuf menyebut ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kaki di gedung DPRD KBB yang baru, menandai tonggak penting dalam pembangunan infrastruktur pemerintahan di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah cukup lama, akhirnya gedung ini bisa dipakai. Ini menandakan bahwa membangun daerah otonomi baru itu tidak semudah yang dibayangkan. Lihat saja, KBB baru punya gedung seperti ini setelah 15 tahun lebih,” ungkap Dede Yusuf.

Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat II dari Fraksi Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi kunjungi anggota Fraksi DPC Demokrat KBB (foto: istimewa)
Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat II dari Fraksi Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi kunjungi anggota Fraksi DPC Demokrat KBB (foto: istimewa)

Dede Yusuf menyoroti tantangan besar yang dihadapi daerah otonomi baru seperti KBB, Cimahi, dan Pangandaran, yakni tingkat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih rendah dan ketergantungan tinggi terhadap bantuan pusat.

Baca Juga:  Terpilih Ketua ASKAB PSSI KBB, Aep Nurdin Punya Strategi Jitu Memajukan Sepakbola

Ia menegaskan bahwa belanja pegawai yang menyerap 60% hingga 70% dari APBD telah membatasi ruang fiskal daerah untuk melakukan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang merata.

“Negara saat ini sedang melakukan efisiensi besar-besaran. Pemerintah daerah harus bisa menggerakkan sendiri PAD-nya. Jangan sampai APBD hanya habis untuk gaji pegawai,” tegasnya.

Related Posts

Dede Yusuf mendorong Pemkab KBB untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi daerah, termasuk optimalisasi peran BUMD, BLUD, hingga kerja sama strategis dengan sektor swasta dan antar-daerah.

Potensi pajak reklame, billboard, sektor pariwisata, serta ekonomi kreatif lokal perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah.

“Kita harus gali potensi lokal. Kolaborasi dan inovasi adalah kunci, tidak bisa hanya berharap pada pusat yang kini juga sedang berat secara fiskal,” ujarnya.

Baca Juga:  Lagi-lagi CV Putra Gabus Mandiri Diduga Kurangi Volume, Proyek Kabupaten Bekasi Acak-acakan 

Dalam kesempatan itu, Dede juga menyoroti persoalan aset PDAM yang hingga kini masih dikuasai Kabupaten Bandung induk. Ia menilai hal ini menjadi penghambat besar bagi KBB untuk bisa mandiri dalam pengelolaan air bersih dan sumber daya air lainnya.

“Sudah 18 tahun, tapi belum ada titik temu soal aset seperti PDAM. Kalau ini tidak selesai, bagaimana daerah bisa bergerak? Solusinya bisa lewat kolaborasi antar-daerah atau mekanisme hukum yang adil,” katanya.

Dede Yusuf mengingatkan bahwa saat ini ekonomi global sedang lesu, transfer dana dari pusat pun tersendat karena masalah fiskal dan penurunan penerimaan pajak. Oleh karena itu, daerah harus sigap menghadapi krisis dengan menciptakan sumber pendapatan alternatif.

“Ekonomi dunia sedang tidak stabil. Pajak terlambat masuk, transfer ke daerah terganggu. Daerah tidak bisa lagi pasif, harus mandiri dan aktif mencari solusi,” tandasnya.

Kunjungan ini juga menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, DPRD, dan partai politik dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang berbasis efisiensi dan kemandirian.

Baca Juga:  Dowoon DAY6 Bersinar di Development Korea x Kolaborasi Samsung – Kpoppie – Loader Data

Dede Yusuf berharap, ke depan, KBB mampu keluar dari ketergantungan anggaran dan membangun masa depan yang lebih kuat melalui tata kelola yang transparan, inovatif, dan partisipatif.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat
Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin
Golkar Tebar 350 Ribu Benih Ikan, Panggah Susanto Dorong Budidaya untuk Tingkatkan Pendapatan Keluarga
Kompak, Dua Politisi Golkar Salurkan Ratusan Ribu Benih Ikan di Bandung Barat Jelang HUT RI ke-81
Raih 444 Suara, Tantan Sulthon Terpilih Jadi Ketua PWI Jabar 2026-2031 
Tanpa Sentuh Anggaran Pemerintah, Warga Padalarang Swadaya Sulap Pemukiman Jadi Lorong Merah Putih dan Mural 

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Golkar Tebar 350 Ribu Benih Ikan, Panggah Susanto Dorong Budidaya untuk Tingkatkan Pendapatan Keluarga

Berita Terbaru

Bandung Barat

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB