AdinJavaBerikut merupakan jawaban uji coba modul 2 FPPN 1, 2, 3 dalam program PPG tahapan 4 tahun 2025.
Setelah selesai mempelajari materi modul FPPN dan mengakhiri Latihan Pemahaman serta Cerita Reflektif, selanjutnya bapak/ibu guru akan mengikuti Submit Check.
Uji Coba FPPN terdiri dari 3 bagian, dengan masing-masing bagian berisi 5 soal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk para guru yang merasakan kesulitan dalam mengakhiri soal-soal tersebut, bisa mendapatkan manfaat dari kunci jawaban berikut sebagai panduan.
Jawaban Uji Coba PPG 2025 – FPPN 1
1. Rivael adalah seorang siswa yang pindah dari luar pintu negeri dan baru saja bergabung dengan kelas Anda. Ia dikenal mempunyai kemampuan akademik yang baik dan potensi yang besar, namun sementara itu sedang menghadapi kesulitan dalam beradaptasi. Ia merasa kewalahan dengan berbagai materi pelajaran yang berbeda dari negara asalnya. Hal ini membuatnya enggan mengerjakan tugas di beberapa mata pelajaran. Anda sudah berusaha membantunya menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran di sekolah ini, tetapi ia memperlihatkan penolakan dan tampak kurang termotivasi. Sebagai guru, bagaimana cara menghadapi situasi ini?
Jawaban: Mengundang Rivael untuk berbicara secara pribadi guna memahami tantangan yang ia alami dan mencari tau cara bersama untuk mengatasinya.
2. Saat mengendalikan ujian, Ibu Ani lihat beberapa siswa saling mencontek. Ibu Ani telah memberikan peringatan lisan agar mereka mengerjakan soal dengan jujur dan mandiri. Mencapai ujian selesai, para siswa berhenti mencontek. Tetapi pada ujian berikutnya, Ibu Ani kembali lihat mereka melakukan hal yang sama secara sembunyi-sembunyi. Ibu Ani ingin memberikan peringatan yang lebih keras atau hukuman langsung. Tetapi Ibu Ani khawatir tindakan ini dapat membuat siswa merasa malu dan mengurangi motivasi mereka untuk belajar. Andai Anda adalah Ibu Ani, apa tindakan yang akan Anda ambil?
Jawaban: Menyediakan beberapa sesi bimbingan agar siswa yang mencontek mampu meninggalkan kebiasaan negatif tersebut dan berperilaku jujur.
3. Dalam pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) kelas 2 SD, Anda sebagai guru meminta siswa untuk menuliskan contoh benar serta contoh yang salah dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila. Saat diskusi berlangsung, Anda terkejut sebab sebagian besar siswa justru memberikan contoh perilaku yang tidak sesuai dengan prinsip Pancasila, namun mereka anggap wajar dan benar, andaikan seperti membiarkan sampah menumpuk sebab mengira itu tanggung jawab petugas kebersihan, mengabaikan antrian sebab tak henti-hentinya lihat orang tua melakukan hal yang sama, meminta hadiah terlebih dahulu sebelum membantu orang tua, dan lain sebagainya. Anda berusaha memperbaiki jawaban siswa, tetapi penjelasan Anda sulit dimengerti sebab bertentangan dengan pengalaman di lingkungan mereka. Dengan situasi ini, tindakan apa yang akan Anda lakukan?
Jawaban: Mengajak peserta didik untuk merefleksikan diri mengenai nilai-nilai Pancasila yang seharusnya dijalankan serta mengevaluasi alasan ketidaksesuaian dengan lingkungan mereka.
4. Bu Mika, seorang guru kelas 5 SD, beberapa kali lihat Ina melakukan tindakan kekerasan terhadap teman-temannya, seperti mendorong, menarik rambut, dan melemparkan perabot. Ia tak henti-hentinya memberikan arahan kepada Ina agar tidak melakukan tindakan fisik terhadap temannya, namun Ina terus mengulangi perilaku tersebut. Bu Mika kemudian mengambil keputusan untuk mengundang orang tua Ina dengan harapan mereka mungkin bisa memberi nasihat dan membantu Ina berubah. Sayangnya, saat bertemu, orang tua Ina merasa Ina hanya anak yang penuh semangat dan menganggap Bu Mika terlalu mempermasalahkan hal itu. Mereka juga merasa tidak senang dan marah terhadap Bu Mika. Andai Anda adalah Bu Mika, bagaimana Anda menghadapi orang tua Ina?
Jawaban: Memperlihatkan empati terhadap orang tua Ina serta memberikan penjelasan dengan dasar bukti nyata agar mereka bersedia mencari tau jalan keluar secara bersama.
5. Nela adalah salah satu murid Anda yang mempunyai prestasi luar biasa dalam bidang akademik. Ia selalu lulus dalam setiap ujian mata pelajaran dan tak henti-hentinya meraih juara dalam berbagai kompetisi. Tetapi, pada semester terakhir, Nela menghadapi masalah keluarga yang membuatnya tak henti-hentinya absen dari sekolah sampai melewatkan beberapa ujian dan tugas. Akibatnya, nilai Nela menurun secara signifikan. Nela kemudian meminta Anda untuk memberikan kesempatan ujian ulang serta kelonggaran tenggat waktu agar ia dapat mengakhiri tugas dan memperbaiki nilainya. Anda ingin memberikan toleransi kepadanya, namun khawatir hal ini bisa menciptakan ketidakadilan bagi siswa lain dan mengurangi standar akademik yang sepanjang ini Anda terapkan secara konsisten. Bagaimana tindakan Anda sebagai seorang guru?
Jawaban: Memberikan ujian tambahan dan kelonggaran tenggat waktu bagi Nela, dengan syarat bahwa keputusan ini diadakan sesuai dengan aturan sekolah yang berlaku.
Jawaban Uji Coba PPG 2025 – FPPN 2
1. Bu Rina adalah seorang guru kelas 4 SD yang sedang mengecek soal ujian Bahasa Indonesia dari para siswanya. Saat memeriksa bagian esai, ia menemukan dua lembar jawaban yang sangat mirip, bahkan kalimatnya hampir sama. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa salah satu siswa mencontek saat ujian berlangsung. Bu Rina ingin membentuk sikap jujur sejak dini dengan cara yang tegas dan edukatif, namun ia juga khawatir andai kasus ini dijadikan contoh akan membuat siswa yang melakukan tindakan tersebut merasa malu dan kehilangan rasa yakin diri. Alternatifnya, ia tidak ingin mengabaikan tindakan tersebut sebagai hal yang biasa. Dalam situasi ini, apa langkah yang harus segera diambil oleh Bu Rina?
Jawaban: Membantu mereka untuk mengevaluasi kesalahan yang telah dilakukan serta memberikan konsekuensi yang sesuai agar tidak terulang kembali, kemudian menyusun program kelas sederhana untuk menanamkan nilai kejujuran secara berkala.
2. Pada saat perayaan hari besar agama, berapa orang tua siswa datang ke rumah Anda untuk berziarah. Selain itu, mereka juga memberikan oleh-oleh kepada Anda. Anda merasa terharu dengan niat baik mereka dan ingin menerima hadiah tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap para wali murid. Tetapi, Anda juga menyadari bahwa sebagai seorang guru, menerima hadiah dari siswa atau orang tua dapat hal itu dianggap sebagai pemberian yang bertentangan dengan aturan yang berlaku di lingkungan pendidikan. Alternatifnya, andai Anda menolak hadiah tersebut, hal ini bisa dikarenakan rasa kecewa dari para orang tua. Dalam situasi ini, apa tindakan yang Anda ambil?
Kunci Jawaban: Memberikan pemahaman kepada orang tua siswa agar mampu mengakhiri kebiasaan memberikan hadiah kepada guru. Jawaban Anda.
3. Pada ujian Matematika, Pak Andi memperbolehkan siswanya memakai kalkulator untuk membantu dalam perhitungan. Tetapi, Pak Andi menemukan bahwa siswanya tidak hanya mendapatkan manfaat dari kalkulator, namun juga mengandalkan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI). Pak Andi merasa kecewa sebab penggunaan AI membuat siswa langsung dapatkan jawaban tanpa memahami prosesnya, dengan begitu mengurangi makna dari proses belajar. Tetapi, Pak Andi menyadari bahwa ia belum menyebutkan larangan penggunaan AI sebagai aturan dalam ujian, dengan begitu ia tidak dapat menyalahkan siswanya. Dalam situasi ini, apa tindakan yang akan Anda ambil?
Jawaban: Menggelar diskusi mengenai etika pemanfaatan AI dalam situasi ujian dan pekerjaan rumah agar mereka mungkin bisa memakai teknologi tersebut dengan bijaksana.
4. Anda merupakan seorang guru yang mengajar di sebuah sekolah di kota besar. Salah satu siswa baru, Rudi, baru saja pindah dari desa bersama anggota keluarga sebab orang tuanya mengubah tempat kerja. Rudi terlihat tidak nyaman dan kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan perkotaan yang dinamis dan penuh teknologi. Selain itu, ia merasa asing dengan materi pelajaran yang diajarkan sebab kurang sesuai dengan latar belakang kehidupan di desa. Sebagai guru, Anda ingin membantu kebutuhan belajar Rudi yang mungkin saja berbeda dari siswa lainnya. Tetapi, Anda khawatir tindakan tersebut bisa memengaruhi keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan siswa lain. Dalam situasi ini, apa yang akan Anda lakukan?
Jawaban Kunci: Mengajak Rudi berbicara secara pribadi guna memahami latar belakang dan hambatan dalam belajarnya sebelum memutuskan strategi pembelajaran yang sesuai.
5. Dalam rutinitas diskusi kelompok, Farel, seorang siswa kelas 5 SD, tak henti-hentinya memotong pembicaraan dan tidak memperhatikan pendapat temannya. Hal ini membuat anggota kelompok merasa tidak nyaman dan kurang tertarik untuk berbicara. Setelah rutinitas selesai, dua siswa menyampaikan kepada Anda bahwa mereka merasa tidak dihargai oleh Farel. Anda menyadari bahwa Farel adalah siswa yang pintar dan mempunyai inisiatif yang baik. Tetapi, perilakunya dalam kelompok memperlihatkan kurangnya empati dan penghargaan terhadap orang lain. Keluhan serupa juga pernah diungkapkan oleh siswa lain yang pernah berkelompok dengannya. Anda ingin membantu Farel memahami pentingnya mendengarkan dan menghargai pendapat teman, namun tidak ingin membuatnya merasa dihakimi atau kehilangan motivasi. Bagaimana Anda menangani situasi ini?
Jawaban Kunci: Mengundang Farel berbicara secara pribadi, kemudian membantunya mengevaluasi dampak tindakannya terhadap kelompok serta membahas makna pentingnya nilai hormat.
Kunci Jawaban Uji Coba Akhir PPG 2025 – FPPN 3
1. Pak Wahyu, seorang guru Bahasa Indonesia di kelas XI SMA, adalah sosok pendidik yang selalu berusaha menjaga keadilan dalam pemberian nilai dengan tegas. Suatu hari nanti, Ayu, seorang siswi yang dikenal pintar dan aktif, meminta kesempatan untuk mengumpulkan tugas akhir semester yang seharusnya sudah dikumpulkan beberapa kemarin. Pak Wahyu bertanya tentang alasan keterlambatannya, sebab hal ini sangat tidak biasa dari Ayu. Ayu menjelaskan bahwa keterlambatannya disebabkan oleh situasi keluarga yang mendesak. Pak Wahyu ingin memberikan kelonggaran, namun ia merasa ada dilema yang harus segera dihadapinya. Beberapa siswa lain juga pernah terlambat mengumpulkan tugas dan meminta penangguhan, tetapi permintaan mereka ditolak sebab melanggar kesepakatan tenggat waktu pengumpulan tugas, dan Pak Wahyu belum sempat mengetahui penyebab keterlambatan mereka. Bagaimana sebaiknya Pak Wahyu mengakhiri masalah ini?
Jawaban: Tidak memberikan kebijakan yang fleksibel kepada Ayu dengan penjelasan yang penuh empati, kemudian memanggil seluruh siswa untuk meninjau kembali kesepakatan kelas keterkaitan pengumpulan tugas.
2. Dalam rutinitas diskusi kelompok, Farel, seorang siswa kelas 5 SD, tak henti-hentinya memotong pembicaraan dan tidak memperhatikan pendapat temannya. Hal ini membuat anggota kelompok lain merasa tidak nyaman dan kurang tertarik untuk berdiskusi. Setelah rutinitas selesai, dua siswa menyampaikan kepada Anda bahwa mereka merasa tidak dihargai oleh Farel. Anda menyadari bahwa Farel adalah siswa yang pintar dan mempunyai inisiatif yang baik. Tetapi, sikapnya dalam kelompok memperlihatkan kurangnya empati terhadap orang lain. Keluhan serupa pernah diungkapkan oleh salah satu siswa yang pernah berkelompok dengannya. Anda ingin membantu Farel memahami pentingnya mendengarkan dan menghargai pendapat teman, namun juga tidak ingin membuatnya merasa dihakimi atau kehilangan motivasi. Bagaimana Anda menangani situasi ini?
Jawaban: Mengundang Farel untuk berbicara secara pribadi, kemudian membantunya memikirkan dampak tindakannya terhadap kelompok serta membahas makna pentingnya nilai hormat.
3. Di kelas IV, Anda mengajar Riko, seorang siswa yang menderita ADHD (Consideration Deficit Hyperactivity Dysfunction). Riko mempunyai kecerdasan tinggi, namun tak henti-hentinya tidak dapat kumpul diam, mudah terganggu, tak henti-hentinya menyela saat pembelajaran berlangsung, dan selalu ingin bergerak. Teman-temannya mulai merasa terganggu, beberapa di antaranya bahkan mengeluh kesulitan berkonsentrasi akibat perilaku Riko. Anda ingin lebih tegas agar Riko bisa lebih fokus, tetapi tidak ingin membuatnya merasa diabaikan. Andai Anda menegur Riko terlalu keras, Anda khawatir akan mengurangi rasa yakin dirinya. Tetapi, andai Anda membiarkannya, suasana kelas menjadi tidak nyaman. Bagaimana langkah yang Anda ambil untuk memastikan proses belajar mengajar yang aman dan inklusif bagi semua siswa?
Jawaban: Berbicara dengan Riko untuk mengetahui kebutuhan belajarnya, kemudian menjelaskan kepada rekan-rekan siswa mengenai keadaan Riko agar mereka lebih paham tentang kondisinya.
4. Ibu Dini adalah guru kelas di sebuah sekolah menengah pertama. Suatu hari nanti, orang tua dari salah satu muridnya bernama Dafa datang dan meminta Ibu Dini untuk membantu meningkatkan nilai anaknya agar dapat memenuhi persyaratan pendaftaran ke SMA favorit yang mempunyai standar tertentu. Orang tua Dafa mengungkapkan bahwa nilai anaknya hanya minim di bawah ambang batas, dan mereka mengharapkan Ibu Dini dapat “membantu minim” agar Dafa mempunyai kesempatan lebih baik. Permintaan ini diungkapkan secara langsung dengan nada memohon, juga tidak ada pihak lain yang memahaminya. Mereka bahkan membawa hadiah sebagai bentuk apresiasi dan memaksa Ibu Dini menerima hadiah tersebut, terlepas dari apakah Ibu Dini akan memenuhi permintaan mereka atau tidak. Ibu Dini ingin menjaga hubungan yang baik dengan orang tua, namun juga menyadari bahwa permintaan tersebut dapat melanggar kode etik sebagai seorang pendidik. Andai Anda menjadi Ibu Dini, bagaimana Anda akan menghadapi situasi ini?
Jawaban: Menolak permohonan dengan cara yang sopan serta menjelaskan bahwa perubahan nilai tanpa dasar objektif bertentangan dengan kode etik dan prinsip keadilan bagi seluruh siswa.
5. Bu Rina adalah guru kelas 4 SD yang sedang mengecek soal ujian Bahasa Indonesia siswanya. Saat memeriksa bagian esai, ia menemukan dua lembar jawaban yang sangat mirip, bahkan kalimatnya hampir sama. Setelah diteliti, ternyata salah satu siswa mencontek saat ujian berlangsung. Bu Rina ingin menanamkan nilai kejujuran sejak dini dengan cara yang tegas dan bimbingan, namun ia juga khawatir andai kasus ini hal itu dianggap sebagai pelajaran akan membuat siswa yang bersangkutan merasa malu dan kehilangan rasa yakin diri. Alternatifnya, ia tidak ingin mengabaikan tindakan tersebut sebagai hal yang biasa. Dalam situasi ini, apa langkah yang harus segera dilakukan oleh Bu Rina?
Jawaban: Membantu mereka untuk meninjau kesalahan yang telah dilakukan serta memberikan konsekuensi yang sesuai agar tidak terulang kembali, kemudian menyusun program kelas sederhana untuk membentuk nilai kejujuran secara berkala.







