Olahraga Tradisional Jadi Ruang Pendidikan Karakter di Bandung Barat

- Penulis

Minggu, 16 November 2025 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pelajar dari 16 kecamatan antusias mengikuti perlombaan Hadang/Galah Asin sebagai salah satu cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan (foto: sekitarkita.id)

i

Para pelajar dari 16 kecamatan antusias mengikuti perlombaan Hadang/Galah Asin sebagai salah satu cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan (foto: sekitarkita.id)

SEKITARKITA.id – Gelora semangat memenuhi Lapangan Cikande pada Sabtu pagi, 15 November 2025.

Ratusan pelajar SD dari 16 kecamatan di Kabupaten Bandung Barat antusias mengikuti Invitasi Olahraga Tradisional tingkat SD/sederajat.

Sebuah ajang yang tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga merayakan pelestarian budaya dan penguatan karakter pelajar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah derasnya arus modernisasi, kegiatan ini menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus melestarikan olahraga tradisional—bagian dari identitas budaya bangsa.

Panggung kegiatan yang berdiri megah di Lapangan Cikande sebagai simbol komitmen pemerintah daerah dalam pelestarian olahraga tradisional (foto: Adel)
Panggung kegiatan yang berdiri megah di Lapangan Cikande sebagai simbol komitmen pemerintah daerah dalam pelestarian olahraga tradisional (foto: Adel)

Berbagai cabang olahraga klasik seperti Hadang/Galah Asin, Egrang, Bakiak, Sumpitan, hingga Dagongan dipertandingkan dengan penuh antusias.

Bagi banyak peserta, pengalaman ini menjadi momen pertama mereka merasakan serunya permainan tradisional yang dulunya menjadi hiburan utama generasi terdahulu.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Barat, Drs. Imam Santoso, MPd, membuka acara dengan menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak boleh hanya menjadi wacana.

“Untuk melestarikan nilai budaya,” ungkapnya dalam sambutan singkat namun sarat makna, sembari menekankan bahwa olahraga tradisional memiliki nilai luhur yang harus diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga:  Golkar Jabar Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029, Konsolidasi Digelar di Bandung Barat
Para pelajar dari 16 kecamatan antusias mengikuti perlombaan Hadang/Galah Asin sebagai salah satu cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan (foto: sekitarkita.id)
Para pelajar dari 16 kecamatan antusias mengikuti perlombaan Hadang/Galah Asin sebagai salah satu cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan (foto: sekitarkita.id)

Selain pelestarian budaya, ajang ini juga menjadi panggung seleksi bibit unggul olahraga tradisional.

“Siapa yang menang juara 1, 2, dan 3 akan dipersiapkan bertanding ke tingkat lanjutan di Karawang,” jelas Imam Santoso.

Dengan demikian, event ini bukan hanya melestarikan warisan nenek moyang, tetapi juga membuka peluang prestasi bagi pelajar KBB.

Lebih dari sekadar mengejar medali, Kadispora menegaskan pentingnya pembentukan karakter.

Dengan suara lantang ia memotivasi seluruh peserta. “Tunjukkan kemampuan kalian. Tunjukkan sportif, tunjukkan kejujuran, cari pengalaman, semangat!,” ujarnya.

Pesan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk membangun generasi yang kuat secara fisik sekaligus berintegritas, jujur, dan menjunjung nilai sportivitas.

Acara turut dihadiri perwakilan Camat Saguling, jajaran wasit, juri, serta technical manager yang memastikan lomba berlangsung adil, aman, dan tertib.

Prosesi pembukaan oleh Kadispora menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan event olahraga tradisional di Bandung Barat.

Perhelatan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mendekatkan pelajar pada kearifan lokal.

Baca Juga:  13 Seniman Diaspora India Di Jakarta Hadirkan Perpaduan Seni, Spiritualitas, Dan Diplomasi Tradisi

Dengan bermain, berkompetisi, dan bekerja sama, para siswa belajar bahwa olahraga tradisional bukan sekadar permainan masa lalu, melainkan sarana pendidikan karakter, pelestarian budaya, dan pembentukan identitas generasi muda.

Kabupaten Bandung Barat kembali menegaskan komitmennya sebagai daerah yang siap melestarikan nilai leluhur sekaligus mencetak atlet muda berprestasi.

Semangat yang berkobar di Lapangan Cikande menjadi bukti bahwa warisan budaya tetap hidup dan berkembang di tangan generasi penerus.

Invitasi Olahraga Tradisional tingkat SD di Lapangan Cikande menampilkan lima cabang permainan klasik dan menjadi ajang pembinaan karakter pelajar serta pencarian bibit atlet Kabupaten Bandung Barat untuk berlaga ke tingkat lanjutan di Karawang.

olahraga tradisional, Kabupaten Bandung Barat, Dispora KBB, pelajar SD, event olahraga, pembinaan atlet muda, karakter pelajar, Kadispora Imam Santoso, kearifan lokal, headline,



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terbaru