Bandung Barat | SekitarKita.id,- Hari kelima operasi pencarian dan evakuasi korban tertimbun longsor pada Jumat (29/3) terus dilakukan, Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian tiga korban tertimbun longsor yang masih belum ditemukan.
Sebelumnya pada Kamis (28/03) tim SAR Gabungan berhasil menemukan tujuh korban pada hari keempat pencarian. Tujuh korban yang sudah ditemukan, semuanya berada di timbunan longsor work sheet A.
Data Basarnas merinci korban tertimbun mereka ialah Sifa (8), Sulastri (32), Diki Saputra (4), Aam (50), Nabila (5), Dadi (58), dan Eras (50).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Supriono mengatakan, sementara tiga jasad yang saat ini masih terus dicari mengacu pada data di posko pengungsian longsor Cipongkor ialah Opin (45), Encep (60), dan Aji (2).
Ia menjelaskan, area pencarian sendiri ditentukan tiga work sheet meliputi sektor A, B, dan C. Tujuh korban yang sudah ditemukan, semuanya berada di timbunan longsor work sheet A.
“Kita perluas area (pencarian), sampai ke sisi persawahan. Seperti jasad yang ditemukan di Sungai Citarum, bisa saja 3 korban tersisa terlempar ke persawahan dan sungai,” kata Supriono saat ditemui dilokasi pengungsian Desa Cibenda Cipongkor, Jumat (29/3/2024).
Tim SAR Gabungan sendiri mengalami kendala kekurangan sumber air yang bisa menyuplai alkon atau mesin penyemprot air bertekanan tinggi. Saat ini, ada tiga alkon yang difungsikan di tiga work sheet.
“Kita fungsilan 3 alkon, 2 di dekat sungai work sheet A, kemudian 1 di work sheet C. Untuk yang di dekat sungai itu aman. Tapi yang satu lagi, aliran sungai kecil ini debit airnya berkurang drastis. Maka jadi tidak bisa menyemprotkan air ke tanah,” ujar Supriono.
Kekhawatiran lainnya, lanjut dia, yakni kondisi jasad yang sudah rusak dan membusuk. Kondisi itu rawan menularkan penyakit untuk petugas yang melakukan upaya pencarian dan evakuasi.
“Di hari kelima, penekanan sangat tinggi untuk anggota karena kondisi korban sudah rusak dan membusuk sehingga berpotensi menyebarkan bakteri dan virus,” sebutnya.
“Maka kita menempatkan tim PMI untuk spurt (menyemprotkan) disinfektan. Spurt awal di work sheet, kedua di sebelum pintu masuk work sheet, dan ketiga di pintu masuk ambulans,” kata Supriono menandaskan.
Penulis : Abdul Kholilulloh
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan Khusus (Lipsus)







