6 Fakta Warga Cihampelas KBB Tanam Pohon Pisang Ditengah Jalan, Nomor 5 Miris

- Penulis

Selasa, 11 Oktober 2022 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

6 fakta warga Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas KBB memasang pohon pisang ditengah jalan (foto: Abdul)

Bandung Barat, SekitarKita.Net,- Warga Kampung Picung Gede, RW 05, Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan protes jalan rusak dengan cara menanam pohon pisang ditengah jalan pada Senin 10 Oktober 2022.

Ada-ada saja aksi warga dengan meluapkan emosi yang ditujukkan kepada Pemerintah Bandung Barat. Bukan tanpa alasan, warga menilai hal ini seolah-olah Pemerintah Daerah (Pemda) KBB bungkam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut 6 fakta-fakta alasan warga Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas KBB memasang pohon pisang ditengah jalan raya.

1. Kekesalan warga memuncak saat aspirasi mereka dirasa tak ditanggapi oleh pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat 

2. Jalan tersebut merupakan akses utama antar dua desa yakni Desa Cipatik dan Desa Ciraden, Kecamatan Cihampelas.

Jalan di Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas KBB dipenuhi kubangan air.

3. Jalan berstatus milik Pemda Bandung Barat sepanjang 1,5 kilometer ini penuh dengan kubangan air usai diterjang hujan. 

Baca Juga:  HKG PKK ke-52 tingkat Kabupaten Karawang: Gerakan bersama PKK untuk kesejahteraan menuju Indonesia maju

4. Di tiap kubangan air, warga menanam sedikitnya 5 pohon pisang.

5. Hampir 10 tahun jalan tak pernah dibenahi (Pemda KBB bungkam). Kondisi kerusakan diperparah karena drainase tak berfungsi.

6. Langkah pihak Desa, salah satunya melayangkan permohonan bantuan perbaikan selama 4 kali. Namun, permohonan bantuan ini tak pernah ditindaklanjuti. 

Seolah tak menampik dengan keadaan, warga kesal segala bentuk aspirasi yang ditujukan ke Pemda KBB tak pernah didengar.

Jalan rusak hampir 10 tahun tidak diperbaiki oleh Pemda KBB 

“Bentuk protes ke pemda karena jalan teu didangdosan. Kerusakannya sudah parah banget, kalau hujan jadi kubangan, kalau musim kemarau berdebu,” kata salah seorang warga, Entis (70). Selasa (11/10/2022). 

Ia menjelaskan, kondisi jalan Cipatik-Ciraden hampir 10 tahun tak pernah dibenahi. Kondisi kerusakan diperparah karena drainase tak berfungsi sehingga tatkala hujan, air meluber masuk ke badan jalan. 

“Jadi bukan hanya jalan rusak, tapi terjadi banjir juga karena saluran air tak berfungsi,” terangnya. 

Terpisah, Kepala Desa Cipatik Asep Agus mengatakan tak bisa melarang protes warga dengan menanam pohon pisang. Menurutnya, selain bagian bentuk aspirasi warga, status jalan itu milik Pemda Bandung Barat. 

Baca Juga:  Usai Lima Tahun Berjuang, Presiden Prabowo Teken Rehabilitasi Dua Guru Sulawesi Selatan

“Tidak bisa bicara banyak, itu hak warga. Itu bentuk kekesalan warga saya gak bisa apa-apa,” tutur Asep.

Dijelaskannya, pihaknya tak tinggal diam karena telah melakukan sejumlah langkah, salah satunya melayangkan permohonan bantuan perbaikan selama 4 kali. Namun, permohonan bantuan ini tak pernah ditindaklanjuti. 

Pihak Desa sudah mengajukan 4 kali perbaikan, Pemda KBB masih bungkam

“Sudah 4 kali saya ajumam perbaikan, tapi tak pernah terealisasi. Padahal ini sudah 10 tahun belum tersentuh perbaikan. Terakhir saya dapat kabar baru bisa direnovasi tahun 2023,” jelas Asep. 

Asep menerangkan pihak desa bersama warga sempat beberapa kali melakukan swadaya memperbaiki jalan. Namun saat hujan datang perbaikan itu rusak lagi lantaran drainase belum diperbaiki. 

“Kalau statusnya milik desa saya perbaiki sedikit-sedikit. Tapi ini kan milik kabupaten, saya gak bisa apa-apa. Kami bersam warga sempat saya memperbaiki swadaya karena ada ziarah masal, tapi gak bertahan lama,” pungkasnya.

Editor: Abdul Kholilulloh

copyright by Sekitar Kita



Berita Terkait

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB
Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029
Kisah Gisel Menginspirasi, Siswi Tuna Rungu Tampil Memukau di Pelepasan SLB Ngamprah Raya
Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan
Polemik Guru MTs Citapen Diduga Dipecat Saat Cuti Hamil, DPRD KBB Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:45 WIB

Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:30 WIB

Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24 WIB

Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029

Berita Terbaru