Sengketa Lahan di Bandung Barat tak Kunjung Usai, Akses Jalan Warga Ditembok Permanen

- Penulis

Minggu, 4 Agustus 2024 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akses jalan di Kampung Pos Wetan, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang KBB, (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Akses jalan di Kampung Pos Wetan, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang KBB, (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id ,- Akses jalan Gang Rahayu, RT02/12, Kampung Pos Wetan, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu malam (3/2/2024) ditutup secara sepihak yang mengaku ahli waris.

Jalan tersebut ditutup permanen menggunakan batako. Penutupan ini menimbulkan kontroversi dan penolakan dari warga sekitar.

Pantauan di lokasi menunjukkan, penutupan dilakukan dengan menempatkan batako setinggi 3-4 meter dan lebar sekitar 1,5 meter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebuah poster di area tersebut memuat tulisan “Tanah Ini Milik Marietje” beserta Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 76/2901 tahun 2011 dengan luas 3264 meter persegi.

Ahli waris, Marietje (70), mengklaim hak atas tanah tersebut dan menyebutkan bahwa kasus ini telah dilaporkan ke Polda Jawa Barat.

Sagimin (48), Ketua RT02/12 (foto: Abdul Kholilulloh)
Sagimin (48), Ketua RT02/12 (foto: Abdul Kholilulloh)

Sagimin (48), Ketua RT02/12, mengungkapkan penutupan jalan ini berdampak negatif terhadap perekonomian warga.

Banyak warga yang bergantung pada jalan tersebut untuk berdagang dan mengakses ke sekolah anak-anak.

“Penutupan ini membuat kami harus memutar melalui gang lain, pedagang anak sekolah SD dan MI kasulitan, justru ini akan menambah kemacetan dan pejalan kaki mengakses akses warga,” kata Sagimin saat ditemui SekitarKita.id, di lokasi pada Minggu (4/8).

Baca Juga:  Dinamika Dan Potensi Logo Lokal Dalam Mengimplementasi Prinsip Esg

Menurut Sagimin, meskipun jalan ini bukan akses utama, namun sangat penting bagi warga RW/11 dan RW12 dan masyarakat umum lainnya.

Warga menunjukkan akses jalan umum di tutup permanen oleh ahli waris (foto; Abdul Kholilulloh)
Warga menunjukkan akses jalan umum di tutup permanen oleh ahli waris (foto; Abdul Kholilulloh)

“Kami tidak tahu ini siapa pemilik tanahnya, yang kami sesalkan adalah penutupan jalan yang sudah ada puluhan tahun ini,” tambahnya.

“Nutupnya menggunakan batako dengan tinggi kurang lebih 3-4 meter, lebar jalan mah cuman 1,5 meter. Ahli waris kabarnya konflik dengan RT sebelah (RT04/RW11 dan warga RT01/RW12),” sambungnya.

Ia berharap masalah ini bisa diselesaikan tanpa menambah ketegangan.

“Kami berharap ibu Marietje bisa membuka akses jalan kembali, kami tidak tau permasalahan antara ahli waris dan warga RT04, setau saya konfliknya dengan warga sebelah bukan dengan warga kami cuman dampaknya ke kami RT02,” jelasnya.

Akses jalan di Kampung Pos Wetan, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang KBB, (foto: Abdul Kholilulloh)
Akses jalan di Kampung Pos Wetan, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang KBB, (foto: Abdul Kholilulloh)

Sri Akbaria (54), seorang pedagang asal Cimahi, juga merasakan dampak penutupan tersebut. Ia harus mencari rute alternatif untuk melintasi jalan yang kini tertutup batako.

Baca Juga:  Eks Kadinkes KBB Tersangka Korupsi Kembalikan Uang Rp3 Miliar ke Negara, Proses Hukum Tetap Berlanjut

“Engga tau kalau di tutup, biasanya lewat sini naro barang dagangan ke saudara saya, terpaksa harus muter jahh,” jelasnya.

Di sisi lain, ahli waris Marietje (70) telah mengklaim kepemilikan lahan seluas 3264 meter persegi yang sebelumnya merupakan milik orang tuanya.

Kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh Polda Jawa Barat setelah Marietje menguasakannya kepada kuasa hukum.

ahli waris Marietje (70). Foto: Abdul Kholilulloh
ahli waris Marietje (70). Foto: Abdul Kholilulloh

“Selama kurang lebih 50 tahun, tidak ada itikad baik dari warga sekitar. Kami sudah memidanakan sertifikat saya untuk menentukan mana milik saya dan mana milik orang lain,” jelas Marietje.

Menurut Marietje, penutupan akses jalan dilakukan untuk mendorong masyarakat menunjukkan sertifikat tanah mereka, agar kepemilikan lahan dapat dipastikan dengan jelas di depannya.

“Saya berharap dengan penutupan ini, mereka akan terdorong untuk menunjukkan sertifikat asli mereka. Selama ini, jalan tersebut sebenarnya sudah buntu, dan warga sendiri yang membuka akses tersebut,” ungkapnya.

Marietje menjelaskan bahwa ada sekitar 20 rumah warga di dua RT (RT01 dan RT04) yang telah dilaporkan ke pihak berwajib.

Baca Juga:  Tragis! Pemuda Ditemukan Tak Bernyawa Tergantung di Gudang Warung Sembako Bandung Barat

Pihaknya juga sedang melakukan somasi terhadap delapan orang yang dianggap provokator.

“Saya hanya memidanakan sertifikat saya, dan warga yang menempati tanah saya sudah saya somasi. Jika mereka tidak bisa memberikan bukti kepemilikan yang sah, mereka harus angkat kaki. Saya terpaksa menutup jalan dan merobohkan beberapa rumah kosong karena mereka selama ini tidak pernah menghubungi saya dengan baiklah,” tegas Marietje.

Upaya mediasi telah dilakukan, namun hingga kini belum membuahkan hasil. Marietje telah melaporkan kasus ini ke Polda Jabar dan menunggu penetapan tersangka untuk delapan orang provokator.

Konflik ini menunjukkan ketegangan antara hak kepemilikan tanah dan kepentingan masyarakat lokal, yang memerlukan penyelesaian melalui dialog dan mediasi yang konstruktif.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur
Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Senin, 28 September 2026 - 14:07 WIB

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Senin, 28 September 2026 - 10:50 WIB

Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Berita Terbaru