Video Makanan MBG Diduga Ada Belatung Viral di SMP N 1 Ngamprah KBB 

- Penulis

Kamis, 25 September 2025 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi di Sekolah SMP N 1 Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Situasi di Sekolah SMP N 1 Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Sebuah video makanan siap santap dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di sejumlah grup WhatsApp, Selasa (23/9/2025). Dalam rekaman tersebut, terdengar suara siswa yang menyebut ada belatung di dalam makanan yang hendak disantap.

“Parah, parah ini Pak ada belatungnya, ih,” ucap seorang siswa yang videonya diabadikan oleh guru.

Menanggapi hal itu, Wakasek Humas SMPN 1 Ngamprah, Sinung Raharjo, membenarkan video tersebut, ia menjelaskan yang mensuplai makanan MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Perumahan Cilame Indah, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah KBB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, pihak sekolah masih melakukan pengecekan. Ia menegaskan dalam video tersebut tidak terlalu jelas terlihat adanya belatung.

Situasi di Sekolah SMP N 1 Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)
Situasi di Sekolah SMP N 1 Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)

“Betul video itu direkam guru kelas 8, sebenarnya di rekaman tidak terlalu jelas apakah ada belatung atau tidak. Dari pihak sekolah belum bisa menyimpulkan,” ujar Sinung saat ditemui sekitarkita.id, di kantor SMPN 1 Ngamprah, Rabu 24 September 2025.

“Hanya ada aduan dari anak-anak yang menyebut ada binatang di dalam makanan. Setelah dicek, nasi dan daging ayam dalam kondisi bagus dan hangat. Kemungkinan justru berasal dari buah jeruk, karena ada sebagian jeruk yang kondisinya kurang bagus,” sambungnya.

Baca Juga:  GloRilla Merayakan Posisi No. 1 di Rapper Feminin Paling Paling kekinian di Billboard – Data Loader

Menurutnya, dugaan keberadaan belatung itu menyebabkan sebagian siswa enggan makan. Namun, faktor selera juga menjadi penyebab banyak anak tidak menghabiskan menu MBG.

Wakasek Humas SMPN 1 Ngamprah, Sinung Raharjo (foto: Abdul Kholilulloh)
Wakasek Humas SMPN 1 Ngamprah, Sinung Raharjo (foto: Abdul Kholilulloh)

“Anak-anak sebenarnya bukan karena belatung, tapi soal selera. Kalau ada daging atau rolade mereka makan. Tapi kalau sayur seperti sawi, biasanya tidak dimakan. Telur juga kadang kurang diminati. Jadi bukan hanya soal kualitas makanan, tetapi juga faktor selera siswa,” jelasnya.

Pihak SMPN 1 Ngamprah mengaku selalu melakukan pengecekan terhadap makanan MBG sebelum dibagikan. Ada sampel tiga hingga lima porsi yang dijadikan acuan untuk memastikan kelayakan konsumsi.

“Kalau ada kondisi makanan yang agak mengkhawatirkan, langsung kami ingatkan agar jangan dimakan. Tapi kalau masih relatif aman, diperbolehkan. Ada petugas khusus dari sekolah yang melakukan pengecekan setiap hari sebelum dibagikan,” kata Sinung.

Ia menambahkan, untuk kasus video viral tersebut, pihak sekolah akan berkoordinasi dengan dapur penyedia MBG agar meningkatkan kualitas.

Tangkapan layar video viral menu MBG di SMP N 1 Ngamprah yang disebut ada belatung (foto: istimewa)
Tangkapan layar video viral menu MBG di SMP N 1 Ngamprah yang disebut ada belatung (foto: istimewa)

“Untuk hari ini kondisi makanan bagus, tapi tetap akan kami sampaikan agar kualitas terus ditingkatkan,” tuturnya.

Baca Juga:  PLN UP3 Karawang Gelar Penyalaan Serentak “Light Up The Dream” di 25 Lokasi

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang menyasar siswa di sekolah.

Namun, dalam beberapa pekan terakhir, program ini menuai sorotan akibat sejumlah kasus dugaan keracunan massal di berbagai sekolah di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Munculnya video viral ini semakin menambah sorotan masyarakat terkait pengawasan dan kualitas makanan MBG yang dibagikan kepada siswa.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur
Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Senin, 28 September 2026 - 14:07 WIB

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Senin, 28 September 2026 - 10:50 WIB

Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Berita Terbaru