Angkot Terguling Usai Diarahkan Google Maps Via Jalur Ekstrem Sekecengek Batujajar KBB

- Penulis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angkot Terguling Usai Diarahkan Google Maps Via Jalur Ekstrem Sekecengek Batujajar KBB

i

Kecelakaan tunggal melibatkan sebuah angkutan kota (angkot) terjadi di Kampung Sekecengek, RT 02/RW 08, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: istimewa

KBB | SEKITARKITA.id – Kecelakaan tunggal melibatkan sebuah angkutan kota (angkot) terjadi di Kampung Sekecengek, RT 02/RW 08, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 12.01 WIB.

Angkot berwarna biru putih tersebut terguling ke dalam parit dengan kedalaman sekitar lima meter saat melintasi tanjakan ekstrem di kawasan yang dikenal warga sebagai Tanjakan Bapak Emen. Video kecelakaan tersebut juga sempat viral di group WhatsApp .

Ketua RT 02 Kampung Sekecengek, Apri Supriatna, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi tepat saat memasuki waktu salat Zuhur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Lokasi kejadian kecelakaan betul di RT 02, Tanjakan Bapak Emen. Kronologinya berdasarkan keterangan warga kejadian sekitar pukul 12.01 WIB siang, pas azan Zuhur angkot itu terguling dari atas ke bawa masuk parit nyaris kejebur danau,” kata Apri saat dihubungi SEKITARKITA.id, Sabtu.

Kecelakaan tunggal melibatkan sebuah angkutan kota (angkot) terjadi di Kampung Sekecengek, RT 02/RW 08, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: istimewa
Kecelakaan tunggal melibatkan sebuah angkutan kota (angkot) terjadi di Kampung Sekecengek, RT 02/RW 08, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: istimewa

Apri menjelaskan, angkot tersebut datang dari arah Sekeloa menuju Kampung Sekecengek. Kendaraan itu membawa rombongan keluarga dari Soreang yang sebelumnya menghadiri acara resepsi pernikahan.

Baca Juga:  Kasus Vina Cirebon, Iptu Rudiana Laporkan Dedi Mulyadi ke Polda Metro Jaya

Rombongan tersebut diketahui hendak menuju Sekecengek untuk menjenguk cucu mereka. Namun, sopir diduga mengikuti petunjuk Google Maps yang mengarahkan kendaraan melewati jalur Cigorowong.

“Dari arah Sekeloa ke arah Sekecengek tadinya dia cuma ngikutin arah Google Maps. Kalau lewat depan asrama tidak bisa, ketutup, jadi diarahkan oleh Google Maps ke Cigorowong,” ujarnya.

Akibat mengikuti jalur tersebut, kendaraan akhirnya melewati tanjakan yang cukup ekstrem.

Menurut Apri, sopir angkot diduga belum mengetahui kondisi medan jalan di kawasan tersebut karena kemungkinan baru pertama kali melintas.

“Angkutan tersebut tujuannya ke Sekecengek. Angkutan itu membawa rombongan persepsi pernikahan dan berniat menjenguk cucunya di sini, dari rombongan Soreang. Cuma diarahkan Google Maps lewat Cigorowong, jadi lewatnya tanjakan,” jelasnya.

Kecelakaan tunggal melibatkan sebuah angkutan kota (angkot) terjadi di Kampung Sekecengek, RT 02/RW 08, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: istimewa
Kecelakaan tunggal melibatkan sebuah angkutan kota (angkot) terjadi di Kampung Sekecengek, RT 02/RW 08, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: istimewa

Ia menyebut, apabila rombongan meminta dijemput dari kawasan Koramil Batujajar, kemungkinan kendaraan tidak perlu melewati jalur ekstrem tersebut.

“Jadi seandainya minta jemput di Koramil Batujajar mungkin itu enggak bakalan terjadi, tidak perlu muter lewat jalur tanjakan ekstrem,” katanya.

Dalam kecelakaan tersebut, diperkirakan terdapat sekitar 15 orang di dalam angkot, termasuk balita. Para penumpang merupakan rombongan keluarga yang baru selesai menghadiri acara resepsi pernikahan.

Baca Juga:  Detik-detik Bus Bobotoh Dihadang usai Persib Kalahkan Arema FC di Malang, Suporter Tak Bisa Pulang dengan Aman

Seluruh korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Sebagian korban dibawa ke IGD Batujajar, sementara penumpang yang mengalami patah tulang dibawa ke Cihampelas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Korban sekitar 15 orang termasuk balita. Kondisi sekarang korban seluruhnya dibawa ke RS terdekat, IGD Batujajar, dan penumpang yang mengalami patah tulang dibawa ke Cihampelas,” ungkap Apri.

Berdasarkan informasi sementara dari warga, hampir seluruh penumpang termasuk sopir mengalami dampak dari kecelakaan tersebut.

Apri mengatakan, lokasi kecelakaan memang memiliki karakteristik jalan yang cukup ekstrem. Dari arah Sekeloa, kendaraan terlebih dahulu melewati turunan sebelum kembali menghadapi tanjakan yang cukup curam.

“Medannya itu kan tanjakan. Terutama kalau lewat Sekeloa itu lewat pudunan (turunan) dulu, lalu sekitar ratusan meter kemudian ada tanjakan yang lebih ekstrem,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup berisiko bagi kendaraan yang membawa beban berat, terutama kendaraan yang sudah berusia tua atau tidak dalam kondisi prima.

“Kalau mobil tua atau yang enggak layak pakai itu tidak kuat nanjak, apalagi kalau bawa beban berat,” ujarnya.

Baca Juga:  Adhitia Yudisthira Bidik Penguatan Perikanan Perkotaan Lewat BBI Cibabat Cimahi

Meski kondisi jalan relatif mulus, lebar jalan yang sempit serta karakter tanjakan menjadi salah satu faktor yang dinilai meningkatkan risiko kecelakaan.

Apri menyebut kecelakaan di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan catatan warga, sudah sekitar delapan kendaraan mengalami kecelakaan di kawasan itu dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

“Sering terjadi kecelakaan. Sudah delapan mobil di lokasi tersebut dalam dua bulan sekarang, terhitung dari September-Oktober kalau enggak salah, saat ini sudah ditangani pihak kepolisian Polres Cimahi,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian tengah melakukan olah tempat kejadian perkara TKP, informasi mengenai kondisi detail seluruh korban serta penyebab pasti kecelakaan masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CV Deannova dan PUTR KBB Disorot, Proyek Jalan H Gofur-Cibatu Dinilai Asal-asalan 
Tak Lagi Gunakan Rakit, Bupati Jeje Hadirkan Mobil Antar-Jemput untuk 16 Siswa SDN Budiharja KBB
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2
Stunting Bandung Barat Masih Tinggi, P4KBB Tawarkan Skema Kolaborasi Pentahelix
Timnas Indonesia Menang Telak 9-2 atas Bangladesh, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Resmi Disepakati! DPRD KBB dan Bupati Tetapkan Arah R-APBD Perubahan 2026, Infrastruktur Digenjot
Reshuffle Kabinet Merah Putih ke-7! Prabowo Lantik 16 Pejabat, Bahlil Rangkap Dua Jabatan 
Belasan Siswa SDN Garuda Cisarua Tumbang Diduga Usai Makan MBG, SPPG Jambudipa 1 Jadi Sorotan 

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Angkot Terguling Usai Diarahkan Google Maps Via Jalur Ekstrem Sekecengek Batujajar KBB

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:47 WIB

CV Deannova dan PUTR KBB Disorot, Proyek Jalan H Gofur-Cibatu Dinilai Asal-asalan 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Tak Lagi Gunakan Rakit, Bupati Jeje Hadirkan Mobil Antar-Jemput untuk 16 Siswa SDN Budiharja KBB

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Stunting Bandung Barat Masih Tinggi, P4KBB Tawarkan Skema Kolaborasi Pentahelix

Berita Terbaru