KBB | SEKITARKITA.id – Kecelakaan tunggal melibatkan sebuah angkutan kota (angkot) terjadi di Kampung Sekecengek, RT 02/RW 08, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 12.01 WIB.
Angkot berwarna biru putih tersebut terguling ke dalam parit dengan kedalaman sekitar lima meter saat melintasi tanjakan ekstrem di kawasan yang dikenal warga sebagai Tanjakan Bapak Emen. Video kecelakaan tersebut juga sempat viral di group WhatsApp .
Ketua RT 02 Kampung Sekecengek, Apri Supriatna, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi tepat saat memasuki waktu salat Zuhur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lokasi kejadian kecelakaan betul di RT 02, Tanjakan Bapak Emen. Kronologinya berdasarkan keterangan warga kejadian sekitar pukul 12.01 WIB siang, pas azan Zuhur angkot itu terguling dari atas ke bawa masuk parit nyaris kejebur danau,” kata Apri saat dihubungi SEKITARKITA.id, Sabtu.
Apri menjelaskan, angkot tersebut datang dari arah Sekeloa menuju Kampung Sekecengek. Kendaraan itu membawa rombongan keluarga dari Soreang yang sebelumnya menghadiri acara resepsi pernikahan.
Rombongan tersebut diketahui hendak menuju Sekecengek untuk menjenguk cucu mereka. Namun, sopir diduga mengikuti petunjuk Google Maps yang mengarahkan kendaraan melewati jalur Cigorowong.
“Dari arah Sekeloa ke arah Sekecengek tadinya dia cuma ngikutin arah Google Maps. Kalau lewat depan asrama tidak bisa, ketutup, jadi diarahkan oleh Google Maps ke Cigorowong,” ujarnya.
Akibat mengikuti jalur tersebut, kendaraan akhirnya melewati tanjakan yang cukup ekstrem.
Menurut Apri, sopir angkot diduga belum mengetahui kondisi medan jalan di kawasan tersebut karena kemungkinan baru pertama kali melintas.
“Angkutan tersebut tujuannya ke Sekecengek. Angkutan itu membawa rombongan persepsi pernikahan dan berniat menjenguk cucunya di sini, dari rombongan Soreang. Cuma diarahkan Google Maps lewat Cigorowong, jadi lewatnya tanjakan,” jelasnya.
Ia menyebut, apabila rombongan meminta dijemput dari kawasan Koramil Batujajar, kemungkinan kendaraan tidak perlu melewati jalur ekstrem tersebut.
“Jadi seandainya minta jemput di Koramil Batujajar mungkin itu enggak bakalan terjadi, tidak perlu muter lewat jalur tanjakan ekstrem,” katanya.
Dalam kecelakaan tersebut, diperkirakan terdapat sekitar 15 orang di dalam angkot, termasuk balita. Para penumpang merupakan rombongan keluarga yang baru selesai menghadiri acara resepsi pernikahan.
Seluruh korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Sebagian korban dibawa ke IGD Batujajar, sementara penumpang yang mengalami patah tulang dibawa ke Cihampelas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Korban sekitar 15 orang termasuk balita. Kondisi sekarang korban seluruhnya dibawa ke RS terdekat, IGD Batujajar, dan penumpang yang mengalami patah tulang dibawa ke Cihampelas,” ungkap Apri.
Berdasarkan informasi sementara dari warga, hampir seluruh penumpang termasuk sopir mengalami dampak dari kecelakaan tersebut.
Apri mengatakan, lokasi kecelakaan memang memiliki karakteristik jalan yang cukup ekstrem. Dari arah Sekeloa, kendaraan terlebih dahulu melewati turunan sebelum kembali menghadapi tanjakan yang cukup curam.
“Medannya itu kan tanjakan. Terutama kalau lewat Sekeloa itu lewat pudunan (turunan) dulu, lalu sekitar ratusan meter kemudian ada tanjakan yang lebih ekstrem,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup berisiko bagi kendaraan yang membawa beban berat, terutama kendaraan yang sudah berusia tua atau tidak dalam kondisi prima.
“Kalau mobil tua atau yang enggak layak pakai itu tidak kuat nanjak, apalagi kalau bawa beban berat,” ujarnya.
Meski kondisi jalan relatif mulus, lebar jalan yang sempit serta karakter tanjakan menjadi salah satu faktor yang dinilai meningkatkan risiko kecelakaan.
Apri menyebut kecelakaan di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan catatan warga, sudah sekitar delapan kendaraan mengalami kecelakaan di kawasan itu dalam kurun waktu dua bulan terakhir.
“Sering terjadi kecelakaan. Sudah delapan mobil di lokasi tersebut dalam dua bulan sekarang, terhitung dari September-Oktober kalau enggak salah, saat ini sudah ditangani pihak kepolisian Polres Cimahi,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian tengah melakukan olah tempat kejadian perkara TKP, informasi mengenai kondisi detail seluruh korban serta penyebab pasti kecelakaan masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : berbagai sumber







