Buaya 4 Meter Ditemukan Mati Terjerat Tali di Sungai Jerambah Gantung

- Penulis

Jumat, 21 November 2025 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AdinJava,BANGKA –Warga di wilayah Jerambah Gantung, Jalan Gabek I, Selindung, Kota Pangkalpinang, kaget dengan ditemukannya seekor buaya besar selama sekitar 4 meter yang mati terapung di hulu sungai.

Seorang pria bernama Mantul (45) sedang bersiap melakukan penangkapan udang pada hari Sabtu (08/11/2025) pagi.

Kepada Bangka Pos, Mantul menceritakan bahwa kejadian dimulai ketika ia sedang berada di pos nelayan sekitar pukul 09.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang rekan memberi tahu bahwa terdapat buaya besar yang sudah mati terapung di sungai.

Mendengar berita tersebut, Mantul bersama lima temannya secepatnya menghubungi kepala desa setempat untuk meminta izin memakai perahu wisata yang biasanya digunakan untuk berkeliling kawasan Jerambah Gantung.

“Kami khawatir andai bangkai buaya dibiarkan di sungai, nanti akan menarik buaya lain datang untuk memakan bangkai tersebut. Mengingat itu kami punya pendapat yang sama untuk mengevakuasi dan menguburkannya,” tutur Mantul saat diwawancarai di bawah Jerambah Gantung.

Setelah memperoleh izin, Mantul bersama kelima temannya naik kapal mesin 15 PK yang panjangnya sekitar 8 meter, lalu berangkat ke lokasi bangkai buaya yang berjarak sekitar 10 menit antar-jemput dari dermaga nelayan.

Baca Juga:  iPhone SE 4 juga akan memakai layar LG OLED

“Saat tiba di lokasi, kami lihat buaya berada dalam posisi terlentang dengan perut menghadap ke atas. Di tubuh buaya terdapat sebuah kait pancing dari logam dengan diameter sebesar jari kelingking laki-laki dewasa, panjang sekitar satu meter, yang menonjol keluar dari mulutnya. Kait tersebut terhubung dengan tali pancing yang melilit tubuh buaya, dan ujungnya tertancap pada dua batang kayu besar di tepi sungai,” tutur Mantul.

“Kayunya itu masuk sekali, kami harus segera memakai kapal untuk menariknya. Itu saja membutuhkan waktu sekitar 30 menit mencapai terlepas dari segalanya dapat lepas dan dibawa ke daratan,” tambah Mantul.

Setelah buaya berhasil dibawa ke darat, proses pengangkatannya juga terbukti memakan waktu. Tubuh buaya yang besar dan berat dikarenakan para nelayan harus segera menariknya dengan memakai kendaraan bermotor.

Luar biasa memperkirakan ukuran buaya tersebut sampai panjang sekitar 4 meter dan lebar tubuh sekitar 60 cm ketika buaya berada di darat, ratusan warga sekitar langsung datang.

Dengan jumlah besar orang mengambil foto dan ingin lihat secara langsung sebab jarang lihat buaya sebesar itu muncul di sungai dekat pemukiman.

Baca Juga:  CONCAT dalam SQL: Menggabungkan String Secara Efektif (2024)

Tetapi timbul permasalahan ketika penduduk ingin memakamkan buaya itu.

Mesin berat yang biasanya berada di lokasi tersebut telah dipindahkan, dengan begitu nelayan tidak mampu menggali lubang dengan alat handbook sebab ukuran buaya terlalu besar.

Pada pukul 11.30 WIB, hewan buaya itu terlepas dari segalanya kembali diikat di tepi sungai sambil menunggu kendaraan berat tiba.

Berdasarkan pengamatan Bangka Pos pukul 13.00 WIB, bangkai buaya mulai menyebar bau amis yang menyengat. Kail besar masih terlihat menggantung dari mulut buaya.

Saat ditanya lebih lanjut, para nelayan menyampaikan bahwa mata pancing yang digunakan untuk menangkap buaya sudah tidak terlihat.

“Terlihat mata pancing sudah masuk sangat dalam ke dalam perut buaya. Sulit untuk membuka mulutnya sebab sudah kaku,” tutur seorang nelayan.

Sangat menarik menceritakan ini adalah kali kedua penemuan buaya dengan kasus dan penyebab yang sama pada tahun ini.

“Enam bulan silam kami juga menemukan buaya di lokasi yang tidak jauh dari penemuan ini, ukuran buaya juga sama, serta memakai umpan yang sama ukurannya,” tutur Mantul.

Baca Juga:  Xiaomi 15 Ultra mempunyai kamera periskop 200MP 4,3x

Mantul “mengharapkan tidak mengganggu habitat buaya sebab mereka dan para nelayan bergantung pada sungai tersebut, khawatir andai ada sejumlah besar bangkai buaya maka akan membuat perhatian buaya juga” tutup Mantul. (AdinJava/Erlangga)



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025
Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi
Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?
Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?
Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Andai Tidak Dapat Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin saja Tua Lebih Cepat, Tutur Psikologi

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:59 WIB

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:14 WIB

Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:44 WIB

Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:59 WIB

Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:29 WIB

Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru