Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

- Penulis

Selasa, 29 September 2026 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

i

Gedung DPRD KBB (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)

KBB | SEKITARKITA.id — Delapan fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mendesak Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail melakukan evaluasi terhadap kinerja Sekretaris Daerah (Sekda) KBB Ade Zakir.

Dorongan tersebut disebut bukan berkaitan dengan persoalan personal, melainkan menyangkut koordinasi dan harmonisasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat dengan DPRD, termasuk hubungan kerja Sekda dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan organisasi perangkat daerah (OPD).

Ketua DPRD KBB Muhammad Mahdi membenarkan adanya dorongan tersebut. Bahkan, DPRD telah menyampaikan permintaan evaluasi itu melalui surat resmi kepada Bupati Bandung Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahdi mengatakan, DPRD telah mencermati sejumlah persoalan yang muncul dalam hubungan kerja antara legislatif dan eksekutif. Kondisi tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi lembaga DPRD untuk disampaikan kepada kepala daerah.

“Kami juga ikut mencoba menelaah lebih jauh apa sebenarnya yang harus dilakukan. Hasil evaluasi kami sampaikan kepada Bapak Bupati bahwa ini bukan masalah personal,” ujar Mahdi dalam wawancara di kanal YouTube PRFM yang dikutip Selasa 28 September 2026.

Baca Juga:  Sempat ambruk, Pj Bupati Bandung Barat tinjau langsung kondisi RSUD Lembang
Gedung DPRD KBB (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)
Gedung DPRD KBB (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)

Menurut Mahdi, DPRD sebagai lembaga yang mewakili masyarakat memiliki kewenangan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan daerah.

“Ini adalah urusan lembaga DPRD sebagai wakil masyarakat untuk meminta kepada Bapak Bupati melakukan evaluasi terhadap Sekda Ade Zakir. Suratnya juga sudah dilayangkan kepada Bupati,” katanya.

Mahdi menilai evaluasi terhadap posisi Sekda perlu dilakukan secara serius, khususnya terkait koordinasi dan komunikasi antara Sekda dengan OPD maupun DPRD.

Menurutnya, Sekda memiliki posisi strategis dalam mengoordinasikan seluruh perangkat daerah. Karena itu, komunikasi dan harmonisasi yang tidak berjalan optimal berpotensi memengaruhi koordinasi pemerintahan, termasuk ketika Pemkab berkomunikasi dengan DPRD.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Muhammad Mahdi Idris (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Muhammad Mahdi Idris (foto: Abdul Kholilulloh)

“Ketika harmonisasi antara OPD dan Sekda pecah, tentunya berdampak pada saat bertemu dengan DPRD dan otomatis agak sulit untuk mengharmonisasikan seluruh OPD dengan DPRD,” ucapnya.

Ia menegaskan, persoalan koordinasi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Terlebih, masih banyak pekerjaan rumah Pemkab Bandung Barat yang harus segera diselesaikan untuk merealisasikan visi dan misi Bupati Jeje Ritchie Ismail.

Meski demikian, Mahdi menyerahkan keputusan akhir sepenuhnya kepada Bupati Jeje. Sebab, kepala daerah memiliki kewenangan untuk menilai kinerja pejabat di lingkungan Pemkab Bandung Barat.

Baca Juga:  Ketua Komisi IV DPRD KBB Nur Djulaeha Kawal Ketat Pelaksanaan SPMB 2026

“Biarkan Bupati menilai sendiri anak buahnya, desakan evaluasi atau pergantian Sekda ini benar harus ditanggapi serius,” jelasnya.

Selain persoalan koordinasi pemerintahan, Mahdi juga mengaitkan kondisi tersebut dengan target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bandung Barat.

Menurutnya, PAD menjadi salah satu aspek penting dalam menjalankan berbagai program yang tercantum dalam visi dan misi kepala daerah. Kemampuan fiskal daerah dinilai akan menentukan ruang pemerintah dalam merealisasikan program pembangunan.

Mahdi menyebut realisasi PAD yang dibahas DPRD sejauh ini masih berada di kisaran 45 hingga 52 persen. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama karena masa pemerintahan Bupati Jeje masih harus dimanfaatkan untuk mendorong pencapaian target pembangunan.

“Yang pasti ini ada berkaitan dengan PAD karena kita selalu berurusan dengan itu. Bagaimanapun seluruh program yang diluncurkan melalui visi dan misi Bupati itu berangkat dari PAD. Artinya harmonisasi Sekda dan OPD harus dijaga,” tuturnya.

Atas kondisi tersebut, DPRD mendorong penguatan koordinasi di lingkungan Pemkab Bandung Barat agar program prioritas kepala daerah dapat berjalan lebih maksimal.

Baca Juga:  Pistol Perangkat Kelly Mourns Snowboarder Luke 'The Dingo' Trembath

Mahdi mengatakan Bandung Barat membutuhkan penguatan kerja sama antarlembaga pemerintahan. Menurutnya, komunikasi antara eksekutif dan legislatif harus terus dibangun agar pembahasan berbagai kepentingan masyarakat tidak mengalami kebuntuan.

“Kalau kita mencermati, Bandung Barat ini butuh energi baru, sosok figur yang bisa bekerja sama. Kami di DPRD sudah berjuang semaksimal mungkin menginventarisasi semua yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebuntuan dalam pembahasan maupun rapat antara eksekutif dan legislatif tidak boleh berlangsung terlalu lama. Apabila komunikasi dan koordinasi tidak menghasilkan kesepahaman, diperlukan langkah konkret dari pihak terkait.

“Kalau dalam rapat-rapat terjadi kebuntuan atau stagnan, maka kita harus melakukan langkah-langkah konkret. Makanya kami selalu menyampaikan kepada Bupati bahwa masih banyak visi dan misi yang belum terlaksana secara keseluruhan,” katanya.

Mahdi meyakini Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail akan mempertimbangkan secara matang masukan DPRD sebelum mengambil keputusan mengenai posisi Sekda Ade Zakir.

“Saya yakin Bupati Bandung Barat akan menganalisa dan mencermati, kemudian melakukan evaluasi secara mendalam. Tentunya tidak buru-buru mengambil suatu keputusan,” pungkasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : YouTube PRFM

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur
Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 08:04 WIB

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Senin, 28 September 2026 - 14:07 WIB

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Senin, 28 September 2026 - 10:50 WIB

Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Berita Terbaru

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

Bandung Barat

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

Selasa, 29 Sep 2026 - 08:04 WIB