Polemik Dana Insentif Fiskal Stunting Rp5,4 Miliar, DPRD KBB Buka Suara: “Itu Hanya Seremonial Sebelum Dibatalkan”

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD KBB dari Fraksi Golkar, Dadan Supardan (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Wakil Ketua DPRD KBB dari Fraksi Golkar, Dadan Supardan (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Polemik dugaan penyelewengan Dana Insentif Fiskal (DIF) Stunting senilai Rp5,4 miliar di Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya mendapat tanggapan resmi dari DPRD.

Wakil Ketua DPRD KBB dari Fraksi Golkar, Dadan Supardan, menegaskan bahwa dana tersebut tidak pernah dicairkan maupun ditransfer ke kas daerah.

“Masalah transfer dana stunting itu sudah kami konfirmasi ke Pak Sekda Ade Zakir. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memang tidak dilaksanakan dan dananya tidak pernah ditransfer ke kas daerah,” ujar Dadan Supardan saat ditemui di Kantor DPRD KBB, usai pelantikan PAW pada Kamis (23/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dadan, beredarnya dokumentasi terkait penerimaan dana Rp5,4 miliar lebih oleh Pemkab Bandung Barat hanyalah seremonial sebelum keputusan pembatalan diterbitkan.

Wakil Ketua DPRD KBB dari Fraksi Golkar, Dadan Supardan (foto: Abdul Kholilulloh)
Wakil Ketua DPRD KBB dari Fraksi Golkar, Dadan Supardan (foto: Abdul Kholilulloh)

“Itu hanya seremoni sebelum dibatalkan. Surat pembatalannya ada, dan bisa dikonfirmasi langsung ke Pak Sekda atau dinas terkait seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) dan DP2KBP3A KBB,” jelasnya.

Dadan menilai kisruh yang muncul di publik disebabkan karena lambannya respon dari pihak eksekutif dalam memberikan klarifikasi.

Baca Juga:  Terbaru, paket Smartfren 100 GB seharga Rp100 ribu, bisa ngonten dan Streaming sepuasnya 

“Kisruh ini terjadi karena Pemkab Bandung Barat tidak cepat memberikan klarifikasi. Akibatnya, isu berkembang liar di media dan masyarakat,” tuturnya.

Dadan berharap, ke depan Pemkab Bandung Barat dapat lebih sigap memberikan penjelasan resmi terhadap isu-isu strategis agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di publik.

“Kami sudah menyarankan agar segera menjelaskan secara terbuka sebelum isunya melebar ke mana-mana. Kalau disampaikan secara faktual dan rasional, masyarakat pasti akan memahami,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pembatalan dana tersebut terjadi setelah Pj Bupati Bandung Barat saat itu, Arsan Latif, tersangkut kasus hukum.

“Saya meyakini dana itu benar-benar batal. Saya sendiri melihat surat pembatalannya,” tegasnya.

Terkait wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) oleh DPRD untuk menyelidiki dugaan penyelewengan dana stunting, Dadan menilai langkah tersebut tidak perlu.

“Tidak perlu ada Pansus. Buat apa? Dana juga tidak pernah ditransfer ke kas daerah. Jadi, tidak ada yang perlu diselidiki,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) KBB Ade Zakir Hasyim juga telah menegaskan bahwa Dana Insentif Fiskal untuk program stunting tidak pernah dicairkan.

Baca Juga:  Usai Lima Tahun Berjuang, Presiden Prabowo Teken Rehabilitasi Dua Guru Sulawesi Selatan

Pemkab Bandung Barat hanya menerima penyerahan secara simbolis dari pemerintah pusat, namun dana tersebut kemudian dibatalkan pencairannya.

“Dana Insentif Fiskal itu tidak cair atau dibatalkan. Hal ini berkaitan dengan Pj Bupati sebelumnya (Arsan Latif) yang terkena masalah hukum,” ujar Ade Zakir saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Latar Belakang Polemik Dana Insentif Fiskal Stunting

Sebagai informasi, pada tahun 2024 Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mendapat alokasi Dana Insentif Fiskal sebesar Rp5,447 miliar dari pemerintah pusat. Dana ini seharusnya digunakan untuk mendukung program percepatan penurunan angka stunting di wilayah KBB.

Namun, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa angka stunting di Bandung Barat justru melonjak menjadi 30,8 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 19,8 persen.

Sebagai perbandingan, angka stunting di KBB pada 2022 sebesar 27,3 persen, turun menjadi 25,1 persen di 2023, lalu kembali meningkat tajam pada 2024. Lonjakan ini sempat menimbulkan dugaan adanya penyimpangan dana DIF.

Baca Juga:  Diki Rohani Resmi Nahkodai APDESI Merah Putih Bandung Barat 2026-2031

Dengan adanya klarifikasi dari DPRD dan Sekda KBB, publik diharapkan dapat memahami bahwa dana insentif fiskal stunting Rp5,4 miliar tersebut tidak digunakan dan batal dicairkan, sehingga tudingan penyelewengan tidak berdasar.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat
Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 
Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat
Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Rabu, 23 September 2026 - 18:55 WIB

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026

Selasa, 22 September 2026 - 15:18 WIB

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa

Selasa, 22 September 2026 - 12:01 WIB

Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terbaru