Dugaan Kejanggalan Aset Pembangunan Flyover Menguat, P4KBB Minta DPRD Bentuk Pansus

- Penulis

Jumat, 11 Juli 2025 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

P4KBB melakukan audensi dengan DPRD KBB, Jumat 11 Juli 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

i

P4KBB melakukan audensi dengan DPRD KBB, Jumat 11 Juli 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id Desakan agar pembangunan flyover di jalan raya Cimareme, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) segera direalisasikan kembali menguat.

Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) meminta DPRD KBB membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menelusuri kejanggalan aset dan mempercepat pembebasan lahan.

Dalam audiensi yang digelar pada Jumat 11 Juli 2025, P4KBB mendorong DPRD untuk menyiapkan dana stimulan sebesar Rp20 miliar guna pembebasan lahan flyover, yang disebut-sebut akan menjadi ikon baru KBB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua P4KBB, Yacob Anwar Lewi mengatakan, dana tersebut diharapkan menjadi pemicu keterlibatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melanjutkan pembangunan yang sempat mandek.

Ketua P4KBB, Yacob Anwar Lewi (kanan) didampingi para tokoh P4KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua P4KBB, Yacob Anwar Lewi (kanan) didampingi para tokoh P4KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Yacob menegaskan, perlunya langkah cepat agar proyek ini tidak kembali terbengkalai.

“Kami meminta DPRD membentuk Pansus dan menyiapkan dana stimulan sebesar Rp20 miliar. Jika untuk total pembebasan lahan butuh Rp100 sampai Rp150 miliar, dari mana Pemda KBB akan sanggup? Harapannya, sisanya bisa dilanjutkan oleh Pemprov Jabar,” ungkap Yacob.

Lebih jauh, Yacob mengungkap adanya dugaan kejanggalan dalam alokasi anggaran pembebasan lahan tahun 2015.

Baca Juga:  Tinjau Longsor Bandung Barat, Wapres Gibran Minta Penanganan Korban Diprioritaskan

“Dulu informasinya disiapkan Rp11 miliar, tapi yang digunakan hanya sekitar Rp7,9 miliar. Uangnya ke mana? Silakan cari tahu. Yang jelas, pembangunan ini jangan dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.

Ia menyebut, audiensi ini mencerminkan keresahan masyarakat terhadap lambannya penyelesaian pembangunan infrastruktur vital.

“DPRD KBB dihadapkan pada tuntutan publik untuk lebih proaktif dalam menyelesaikan persoalan aset, anggaran, dan kebijakan yang tertunda,” ujarnya.

Usulan pembentukan Pansus pembebasan lahan oleh P4KBB menjadi langkah konkret yang diharapkan mampu membuka jalan sinergi antara Pemkab dan Pemprov Jawa Barat dalam percepatan pembangunan flyover yang telah lama dinantikan warga.

Menanggapi desakan tersebut, Ketua DPRD KBB, H. Muhammad Mahdi, mengakui masih banyak persoalan dalam pendataan aset pemerintah daerah, termasuk proyek flyover.

Ketua DPRD KBB, H. Muhammad Mahdi (kanan) didampingi Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua DPRD KBB, H. Muhammad Mahdi (kanan) didampingi Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kami sendiri masih bingung posisi flyover yang mana, karena sampai hari ini belum ada kejelasan. Jangan sampai aset pemerintah justru hilang,” ujarnya.

Mahdi menekankan bahwa sejak awal proyek ini sudah menjadi perhatian, bahkan sempat didorong oleh tokoh seperti Dedi Mulyadi. Namun, tanggung jawab pembangunannya tetap berada di tangan Pemda.

Baca Juga:  Kronologi Truk Jatuh ke Laut di Pelabuhan Merak, Sebelumnya Alami Patah As Roda

“Kami tetap mendukung pembebasan lahan, karena flyover ini punya nilai strategis dan ekonomi yang tinggi,” katanya.

Persoalan lain yang muncul dalam audiensi adalah rumah-rumah yang sudah dibebaskan sejak 2015, namun hingga kini masih dihuni oleh pemilik lama. DPRD KBB menyatakan akan menelusuri hal tersebut.

“Dana yang sudah dikeluarkan sekitar Rp9 miliar. Apakah sesuai dengan jumlah aset yang dibebaskan? Kami akan minta data rinci dan bekerja sama dengan Dishub, Satpol PP, serta lingkungan untuk menertibkannya,” jelas Mahdi.

Komisi III Siap Sidak dan Ambil Tindakan Tegas

Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys, menyatakan siap turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi keabsahan data dan kondisi di lapangan.

“Kalau nanti ditemukan ketidaksesuaian antara data dan fakta di lapangan, kami tidak akan ragu mengambil langkah tegas. Jika dibiarkan, ini bisa merugikan negara,” tegas Pither.

Ia juga menambahkan pentingnya pelibatan bagian aset daerah dalam sidang dan investigasi agar status lahan yang telah diklaim dibebaskan bisa dipastikan secara hukum.

Baca Juga:  Prabowo Imbau Pejabat Hemat Anggaran Perjalanan Dinas, Rp 47,8 Triliun Bisa untuk Kesejahteraan Rakyat

“Nanti kami akan sidak ke lokasi, tentunya akan melibatkan semua pihak termasuk bagian aset daerah,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Berita Terkait

Rumah Warga di Batujajar Bandung Barat Ambruk, Butuh Bantuan Pemerintah
Pemprov Jabar Salurkan Kompensasi Tahap Kedua untuk Warga Terdampak Normalisasi Situ Ciburuy
Desakan Warga Menguat, Satpol PP KBB Usulkan Putus Listrik Tower PT Protelindo Padalarang
Kecelakaan Truk vs Motor di Padalarang Berujung Maut, Polisi Turun Tangan
Kios Pangan Permudah Akses Bahan Murah, DKPP KBB: Petani Lokal Ikut Diuntungkan
Diduga Lalai, Truk Tangki Hantam Angkot yang Berhenti di Cipatat—11 Orang Terluka
Pemkab Bandung Barat Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Kekeringan, Perkuat Sektor Pertanian dari Hulu
Bupati Bandung Barat Prioritaskan Infrastruktur 2026, Perbaikan Jalan dan Jembatan Jadi Fokus Utama

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:10 WIB

Rumah Warga di Batujajar Bandung Barat Ambruk, Butuh Bantuan Pemerintah

Jumat, 24 April 2026 - 20:08 WIB

Pemprov Jabar Salurkan Kompensasi Tahap Kedua untuk Warga Terdampak Normalisasi Situ Ciburuy

Jumat, 24 April 2026 - 15:27 WIB

Desakan Warga Menguat, Satpol PP KBB Usulkan Putus Listrik Tower PT Protelindo Padalarang

Jumat, 24 April 2026 - 13:54 WIB

Kecelakaan Truk vs Motor di Padalarang Berujung Maut, Polisi Turun Tangan

Jumat, 24 April 2026 - 09:53 WIB

Kios Pangan Permudah Akses Bahan Murah, DKPP KBB: Petani Lokal Ikut Diuntungkan

Berita Terbaru