Langit malam selalu mempunyai cara untuk memukau manusia. Di balik guruh yang menggelegar, terdapat peristiwa langit yang jarang terjadi bernamasprites, yaitu cahaya merah yang muncul secara singkat di atas awan badai. Secara sekilas memberi kesan petir, tetapi pada nyatanya sprites berada jauh lebih tinggi, seolah-olah menjadi jembatan antara Bumi dan langit.
{Peristiwa} ini pertama kali dimengerti secara ilmiah beberapa dekade silam, tetapi pesonanya terasa seperti baru saja ditemukan. Sprites memperlihatkan betapa luas dan dinamisnya atmosfer kita, di mana kekuatan listrik dan energi bumi bersatu dalam tarian cahaya yang singkat. Meski berlangsung kurang dari satu detik, kilatan ini mendatanya kisah sains yang panjang. Mari kita kenali lima fakta menarik tentang sprites yang menjadikannya salah satu fenomena langit paling mengagumkan!
1. Sprite muncul di atas awan badai, bukan di dalamnya
Sprites bukan bagian dari sambaran petir biasa, namun muncul jauh di atas awan badai—sekitar 50 sampai 90 kilometer di atas permukaan bumi, yaitu di lapisan mesosfer. Sebab dudukannya yang sangat tinggi, sprites terus menerus terlihat sebagai cahaya merah kecokelatan yang redup, terkadang berbentuk seperti tiang, kerucut, atau ubur-ubur yang bersinar. NASA menyebut sprites sebagai puncak dari aktivitas listrik atmosfer yang terjadi jauh di atas awan badai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka terbentuk ketika petir besar melepaskan energi yang cukup besar di awan bawah, menghasilkan gangguan listrik yang menyebar ke atmosfer bagian atas. Dalam waktu beberapa milidetik, gangguan ini mengionisasi udara dan menghasilkan cahaya vertikal yang cepat. Sebab berada pada ketinggian yang sangat tinggi, sprites tidak membahayakan manusia atau pesawat, namun juga sulit dilihat tanpa kamera yang mempunyai sensitivitas cahaya rendah.
2. Ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1989 dan awalnya
Meski demikian terus menerus disampaikan oleh pilot sejak pertengahan abad ke-20, peristiwa ini baru dapat direkam pada tahun 1989 oleh tim ilmuwan dari Universitas Minnesota. Mereka sedang mengamati badai petir memakai kamera video.low-lightdan secara tidak sengaja menangkap kilatan merah aneh di langit bagian atas. Rekaman tersebut menjadi bukti pertama bahwa cahaya misterius itu nyata, bukan hanya ilusi atau pantulan atmosfer.
Penemuan ini kemudian menarik fokus perhatian NASA serta para ilmuwan di seluruh dunia. Sejak ketika itu, sprites mulai diteliti lebih lanjut dengan memakai pesawat observasi, satelit, dan kamera berkecepatan tinggi. Hasilnya, diketahui bahwa sprites bukanlah suatu fenomena tunggal, melainkan bagian dari fenomena optik atmosfer yang serentak.elves, blue jets, dan gigantic jets. Semua hal tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas listrik di atmosfer jauh lebih kompleks dan menarik daripada yang kita bayangkan.
3. Warna merah mempunyai alasan ilmiah yang menarik
Warna merah khas yang terdapat pada sprite terjadi akibat interaksi antara elektron berenergi tinggi dengan molekul nitrogen di lapisan atmosfer atas. Ketika energi dilepaskan, nitrogen menghasilkan cahaya merah pada ketinggian sekitar 70–90 kilometer di atmosfer. Sementara waktu bagian bawah dari sprite yang berada minim lebih rendah, terkadang memperlihatkan warna biru atau ungu sebab perbedaan tekanan udara dan suhu pada ketinggian tersebut.
Kombinasi warna tersebut memberikan kesan lapisan pada sprites, seakan langit sedang menggambar dengan cahaya. Dalam foto beresolusi tinggi, bentuknya dapat mirip tirai atau kembang api yang mengalir ke bawah. Kilatan sprites hanya berlangsung beberapa milidetik, tetapi cukup untuk menciptakan pemandangan yang menakjubkan bagi siapa saja yang berhasil menangkapnya. Tidak heran, sejumlah besar fotografer dan peneliti cuaca bersaing untuk menangkap momen langka ini sebagai bukti betapa indahnya rahasia langit malam.
4. Muncul hanya sekejap saja
Sprite adalah makna pada nyatanya dari keindahan sesaat. Mereka muncul dan menghilang dalam waktu kurang dari 10 milidetik. Mata manusia hampir tidak bisa saja mungkin untuk melihat secara langsung, kecuali memakai kamera dengan kecepatan tinggi. Dalam rekaman yang dijeda, sprite memberi kesan aliran arus listrik yang muncul dari atas ke bawah, menyebar dalam bentuk simetris sebelum perlahan menghilang.
Meski singkat, energi yang dihasilkan tetap tergolong besar. DilansirAre living Science, perkiraan kasar complete energi dalam sprite besar mampu memancarkan energi optik sekitar satu sampai sepuluh megajoule—cukup kuat untuk menghasilkan kilatan cahaya yang terlihat dari jarak ratusan kilometer. Ilmuwan menyebutnya sebagai bentuk pelepasan energi alami yang cepat dan efisien, tanpa dampak merusak seperti petir di bawah awan.
5. Masih mendatanya rahasia, meski demikian telah 30 tahun observasi dilakukan
Meski demikian telah sejumlah besar diamati, sprites tetap menjadi misteri besar bagi para ilmuwan atmosfer. Mengapa hanya badai tertentu yang mampu memicuhnya? Apakah pola kelistrikan bumi dan ionosfer saling berpengaruh terhadap munculnya fenomena ini? NASA dan NOAA terus melakukan pengamatan melalui satelit sepertiISS Lightning Imaging Sensor dan ASIMdi Stasiun Luar Angkasa Internasional guna menemukan jawabannya.
Lebih menarik lagi, kejadian serupa ternyata juga terjadi di planet lain!NASA’s Juno Challengemengamati kilau serupa sprite di atmosfer Jupiter pada tahun 2020. Para ilmuwan menamainya“sprite Jovian”yang memperlihatkan bahwa fenomena ini bisa terjadi di planet lain dengan atmosfer yang tebal. Artinya, mengamati sprites di Bumi bukan hanya berkaitan dengan cuaca, namun juga tentang memahami cara energi berperilaku di seluruh tata surya kita.
Meski demikian tidak sepopuler pelangi atau aurora, justru itulah daya tariknya. Mereka muncul tanpa peringatan, hanya muncul sebentar lalu menghilang, meninggalkan rasa kagum dan misteri. {Peristiwa} ini menjadi pengingat bahwa alam semesta masih mendatanya sejumlah besar hal yang belum sepenuhnya kita ketahui.
Berapa Kecepatan Cahaya? Ini Jawabannya 7 Foto Kucing Berlari dengan Kecepatan Cepat, Hasilnya Jadi Kabur!







