SEKITARKITA.id- Puluhan siswa di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diduga mengalami keracunan makanan bergizi (MBG) pada Senin (22/9/2025) sore.
Peristiwa ini dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Cipongkor dan membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB langsung turun tangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) KBB, dr. Hj. Lia N. Sukandar, membenarkan laporan dugaan keracunan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menerima laporan dari Puskesmas dan RS Cililin sekitar pukul 15.23 WIB. Saat ini Dinkes KBB sudah meluncur ke lokasi untuk memberikan penanganan kepada para korban,” ungkap Lia saat dihubungi Sekitarkita.id, Senin 22 September 2025.
Menurut Lia, dari laporan awal terdapat sekitar 30 siswa SMK yang menjadi korban dugaan keracunan. Namun jumlah ini diperkirakan bisa bertambah karena pendataan masih berlangsung di lapangan.
Dinkes KBB langsung menyiagakan posko darurat di Puskesmas Cipongkor sebagai posko pertama, serta di Kantor Kecamatan Cipongkor sebagai posko kedua.
Selain itu, Puskesmas Citalem dan Gununghalu juga dipersiapkan untuk menerima rujukan korban.
“Dua tim Public Service Center (PSC) 119 Dinkes KBB juga sudah diturunkan ke posko 1 dan 2. Tim ini dilengkapi jajaran struktural, Plt Kadinkes KBB, Plt Sekdis, Ketua Yankes, tim surveilans P2P, dan perwakilan lainnya,” jelas Lia.
Selain itu, Dinkes KBB juga berkoordinasi dengan Asosiasi Klinik (Asklin) Cipongkor agar fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah sekitar siap menerima pasien tambahan.
Lia menambahkan, pihaknya masih menelusuri sumber dugaan keracunan. Sampel makanan sederhana sudah diambil Puskesmas untuk kemudian dibawa ke laboratorium.
“Masih diduga apakah dari makanan program MBG atau dari makanan lain. Jadi informasi yang kami sampaikan saat ini masih bersifat sementara,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, korban diduga keracunan mencapai 30 siswa SMK dan masih dalam penanganan medis. Namun jumlahnya berpotensi bertambah seiring laporan baru yang masuk.
“Kami belum bisa memastikan detail sekolah asal maupun golongan umur korban. Update data akan segera kami informasikan kembali,” tegas Lia.
“Untuk data masih menunggu, karena setiap menitnya bertambah, kami akan informasikan lebih lanjut,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








