Stres Kerja dan Merokok: Gejala serta Solusinya

- Penulis

Rabu, 30 Oktober 2024 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – Tekanan tinggi di tempat kerja terus menerus kali berdampak negatif pada kesehatan psychological, yang dapat memicu kebiasaan berisiko seperti merokok. Merokok terus menerus dijadikan coping mechanism untuk mengurangi stres, tetapi mempunyai efek buruk bagi kesehatan. Menurut psikolog Sukmayanti Rafisukmawan, stres di lingkungan kerja bisa memicu berbagai kebiasaan tidak sehat, seperti konsumsi kafein berlebihan, kurang tidur, mencapai merokok.

Untuk mengurangi kebiasaan merokok akibat stres, diperlukan pendekatan berbasis pengurangan risiko. Contohnya adalah beralih ke produk tembakau alternatif seperti vape atau produk tembakau yang dipanaskan, yang terbukti secara ilmiah mempunyai risiko lebih rendah dibandingkan rokok konvensional. Proses berhenti merokok secara tiba-tiba saja terus menerus menimbulkan relapse, yang dapat memperparah kegelisahan dan menurunkan konsentrasi, dengan begitu pengurangan risiko secara bertahap dianggap lebih efektif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahir Kesehatan Kerja, dr. Felosofa Fitrya, menambahkan bahwa sebagian besar pekerja global menghadapi gangguan psychological, yang dikarenakan penurunan produktivitas dan peningkatan absensi. Ketidakseimbangan beban kerja menjadi pemicu utama burnout, yang memicu kebiasaan merokok dan pola makan tidak sehat sebagai bentuk pelarian. Mengingat itu, perusahaan perlu menyediakan dukungan psychological, seperti program Worker Help Program (EAP), yang bisa membantu karyawan mengelola tekanan kerja.

Baca Juga:  Warganet Korea bereaksi permintaan maaf Jennie Blackpink saat merokok di dalam ruangan

Penting bagi karyawan untuk dapat menyadari kebiasaan berisiko yang dipicu oleh stres kerja dan menerapkan pola hidup sehat, seperti konsumsi makanan bergizi, aktivitas fisik, dan konseling. Pendekatan pengurangan risiko juga meliputi praktik self-healing, seperti latihan pernapasan untuk meredakan stres. Dengan cara ini, kesejahteraan fisik dan psychological karyawan bisa lebih terjaga, menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan sehat.

Sumber: VRI TIMES

[ad_2]

Source link



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru