SEKITARKITA.id – Proses regenerasi kepemimpinan di tubuh Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) resmi dimulai.
Organisasi ini membuka penjaringan calon Ketua P4KBB periode 2026–2031 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Mei 2026.
Langkah ini menjadi momentum penting bagi P4KBB dalam memperkuat konsolidasi internal sekaligus menjaga kesinambungan peran organisasi sebagai bagian dari kontrol sosial pembangunan di Kabupaten Bandung Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Penjaringan P4KBB, Eber NH Simbolon, mengatakan pembukaan pendaftaran calon ketua merupakan hasil keputusan rapat pleno pengurus yang melibatkan dewan kehormatan dan dewan pertimbangan organisasi.
Hal tersebut disampaikan Eber usai menghadiri syukuran sekretariat baru P4KBB di Jalan Hegarmanah No.137, Perumahan Cilame Indah, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.
Menurutnya, penjaringan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan organisasi.
“Ini bagian dari regenerasi. Kepemimpinan lama akan berakhir pada 22 Mei 2026 sesuai AD/ART organisasi,” ujar Eber yang juga praktisi hukum.
Ia menambahkan, penunjukan dirinya sebagai ketua panitia penjaringan merupakan amanah rapat pleno untuk memastikan proses pemilihan berjalan transparan dan sesuai aturan organisasi.
Eber menegaskan bahwa penjaringan ini terbuka bagi seluruh anggota P4KBB yang memiliki rekam jejak sebagai tokoh atau pejuang pemekaran Kabupaten Bandung Barat serta berdomisili di wilayah KBB.
Menurutnya, organisasi memberikan ruang seluas-luasnya bagi kader yang siap melanjutkan perjuangan dan visi pembangunan daerah.
“Yang penting anggota P4KBB, tokoh pemekaran, dan berdomisili di Kabupaten Bandung Barat. Itu syarat utama,” jelasnya.
Ia juga menegaskan tidak ada pembatasan usia dalam proses pencalonan, selama kandidat dinilai mampu menjalankan roda organisasi secara aktif dan visioner.
“Pemilihan transparan dengan sistem E-Voting, panitia penjaringan yang terdiri dari, Daswan sebagai sekretaris, Deni sebagai wakil ketua, serta Juwita sebagai humas, akan membuka pendaftaran hingga 21 Mei 2026 pukul 12.00 WIB,” ujarnya.
Selanjutnya, pada 22 Mei 2026 akan digelar musyawarah bersama sekaligus pelantikan ketua baru P4KBB.
Eber menyebut, jika terdapat lebih dari satu kandidat, proses pemilihan akan dilakukan secara digital melalui sistem e-voting untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.
“Proses akan diumumkan secara terbuka melalui media sosial dan grup WhatsApp P4KBB,” katanya.
Di sisi lain, Eber menegaskan bahwa P4KBB bukan hanya organisasi simbolik, tetapi memiliki peran aktif dalam memberikan masukan dan melakukan pengawasan terhadap pembangunan di Kabupaten Bandung Barat.
Ia menyebut P4KBB pernah terlibat dalam sejumlah advokasi kebijakan, termasuk dorongan pembangunan infrastruktur dan penyampaian aspirasi kepada pemerintah daerah.
“Kami ingin P4KBB tetap menjadi kontrol sosial yang konstruktif bagi kemajuan Bandung Barat,” ungkapnya.
Saat ini, jumlah anggota P4KBB terus bertambah setiap minggu dengan rata-rata 50 hingga 100 anggota baru. Banyak di antaranya merupakan tokoh yang pernah terlibat dalam perjuangan pemekaran Kabupaten Bandung Barat.
Rencana pemilihan ketua akan digelar di sekretariat baru P4KBB di Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, yang difasilitasi secara sukarela oleh ketua sebelumnya, Yacob Anwar Leuwi.
“Sekretariat ini diberikan dengan ketulusan untuk mendukung aktivitas organisasi,” ujar Eber.
Ia juga mengapresiasi dukungan dewan pembina dan dewan pertimbangan yang selama ini turut menguatkan peran P4KBB.
P4KBB Dorong Regenerasi yang Tetap Kritis
Sementara itu, Ketua P4KBB periode sebelumnya, Yacob Anwar Leuwi, menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan yang tetap menjaga sikap kritis terhadap kondisi masyarakat dan pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa masa jabatannya akan berakhir pada 22 Mei 2026 sesuai AD/ART organisasi.
Menurutnya, ketua baru nantinya harus mampu menjaga semangat perjuangan pemekaran sekaligus memperkuat fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah.
“Siapa pun yang terpilih harus bisa bertanggung jawab dan menjalankan fungsi pengawasan demi kemajuan Kabupaten Bandung Barat,” ujar Yacob.
Dengan dibukanya penjaringan ini, P4KBB memasuki fase baru konsolidasi organisasi, sekaligus membuka ruang lahirnya kepemimpinan baru yang diharapkan mampu melanjutkan semangat perjuangan dan pengabdian untuk Kabupaten Bandung Barat.








