SEKITARKITA.id – Seekor sapi berbobot lebih dari satu ton asal Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mencuri perhatian setelah terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 1447 Hijriah.
Sapi jenis Simmental bernama Mayor itu merupakan milik Dede (48), peternak asal Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu.
Mayor bukan sekadar sapi berukuran besar. Hewan ternak tersebut berhasil lolos seleksi ketat hewan kurban kepresidenan yang melibatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh hingga standar fisik dari Sekretariat Presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terpilihnya sapi asal Bandung Barat ini menjadi bukti bahwa peternak lokal kini mampu bersaing memenuhi standar pengadaan hewan kurban tingkat nasional, di tengah meningkatnya kebutuhan sapi kurban dan pengawasan kesehatan ternak di Indonesia.
Mayor merupakan sapi jenis Simmental dengan bobot hidup mencapai 1,05 ton. Di usia sekitar tiga tahun, tinggi tubuh sapi tersebut mencapai kurang lebih 160 sentimeter.
Postur tubuhnya yang besar membuat Mayor menjadi salah satu kandidat unggulan dalam seleksi sapi kurban presiden tahun ini. Meski memiliki ukuran jumbo, Dede mengaku proses perawatan Mayor dilakukan secara sederhana namun disiplin setiap hari.
Menurut Dede, dirinya membeli Mayor dari peternak asal Lembang saat usia sapi tersebut masih sekitar dua tahun. Sejak saat itu, Mayor mendapatkan perawatan rutin mulai dari pemberian vitamin, pemeriksaan kesehatan berkala, hingga pengaturan pola makan.
“Kalau pakan sama saja seperti sapi lainnya. Yang penting rumputnya bagus, ditambah konsentrat dan perawatan rutin,” ujar Dede saat ditemui wartawan, Selasa, 19 Mei 2026.
Sebelum ditetapkan menjadi sapi kurban Presiden Prabowo, Mayor harus menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan ketat. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi sapi benar-benar sehat dan layak dijadikan hewan kurban kepresidenan.
Beberapa tahapan pemeriksaan meliputi tes darah, pemeriksaan penyakit mulut dan kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), hingga pemeriksaan feses.
Selain itu, kondisi fisik sapi juga diperiksa secara menyeluruh mulai dari kuku, mulut, hingga kebugaran tubuh secara umum.
“Pemeriksaan kesehatan sudah lengkap, dari kuku, mulut, semuanya dicek. Intinya dipastikan sehat,” kata Dede.
Setelah dinyatakan lolos seleksi, pihak Sekretariat Presiden menyepakati pembelian sapi Mayor dengan harga Rp110 juta.
Menurut informasi yang diterima Dede, sapi tersebut dijadwalkan dikirim pada H+2 Iduladha 1447 Hijriah dan akan diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Namun hingga kini lokasi penyembelihan masih belum ditentukan.
“Harganya Rp110 juta, sekarang tinggal menunggu pengiriman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Aprianti, mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat tiga kandidat sapi jumbo yang diajukan untuk seleksi hewan kurban Presiden.
Ketiga kandidat tersebut berasal dari wilayah Parongpong, Cisarua, dan Gununghalu. Namun setelah melalui proses seleksi, sapi Mayor milik Dede dari Desa Pasirlangu akhirnya terpilih.
“Awalnya ada kandidat dari Parongpong, Cisarua, dan Gununghalu. Tapi yang terpilih akhirnya sapi milik Pak Dede dari Desa Pasirlangu,” ujar Wiwin.
Ia memastikan Mayor telah menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap dan menerima vaksin PMK. Pengawasan kesehatan juga akan terus dilakukan hingga proses pengiriman berlangsung.
“Untuk kesehatan akan terus kami pantau sampai dikirim. Kalau soal harga itu langsung antara Setpres dan peternak,” jelasnya.
Terpilihnya Mayor sebagai sapi kurban Presiden Prabowo menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak lokal Bandung Barat. Keberhasilan tersebut menunjukkan kualitas ternak daerah mampu memenuhi standar nasional yang semakin ketat.
Di balik seremoni kurban pejabat negara, terdapat persaingan ketat antarpeternak dalam menghadirkan sapi terbaik, sehat, dan memenuhi syarat kurban nasional.
Kehadiran Mayor juga menjadi simbol meningkatnya kualitas peternakan lokal di Bandung Barat, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi peternak daerah untuk menembus pasar hewan kurban premium di Indonesia.








