[ad_1]
ADOR telah mengatasi tuduhan bahwa CEO Min Hye Jin menutupi insiden pelecehan seksual di tempat kerja, yang terungkap melalui bocoran pesan Kakao.
Pada tanggal 29 Juli, perwakilan hukum ADOR dari Firma Hukum Shin & Kim menjelaskan, “Kasus pelecehan seksual telah diselesaikannya dengan keputusan 'tanpa tuntutan' oleh Komite Sumber Daya Manusia HYBE pada tanggal 16 Maret. Sebab HYBE menangani masalah hukum dan sumber daya manusia dan hubungan masyarakat langsung melalui sistem layanan bersama, sungguh membingungkan mengapa masalah ini dipertimbangkan kembali, bertentangan dengan kesimpulan sebelumnya, penjelasan tiba-tiba saja yang menyerang CEO Min Hye Jin ini tidak adil.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan tersebut melanjutkan, “Pertemuan tersebut, yang dihadiri oleh karyawan tersebut, diselenggarakan setelah tanggal 1 Februari untuk membantu mereka memahami pekerjaan tersebut.
HYBE memberikan masa percobaan enam bulan bagi seluruh karyawan berpengalaman di seluruh cabangnya. Dalam kasus karyawan, berbagai permasalahan keterkaitan posisi dan perlakuannya muncul sepanjang proses evaluasi masa percobaan. Masalah-masalah ini tidak terselesaikan, dengan begitu karyawan tersebut membuat keputusan bersama untuk keluar. Tetapi keputusan tersebut tak ada kaitannya dengan insiden pelecehan tersebut.
Pada tanggal 25 Juli, outlet media on-line Dispatch menerbitkan transkrip percakapan antara CEO Min Hee Jin dan seorang eksekutif. Dispatch melaporkan bahwa Karyawan B menuduh CEO melakukan pelecehan di tempat kerja (pelecehan seksual) pada bulan Maret. Mereka juga menuduh bahwa CEO Min membela CEO atau mendorong pengajuan tuntutan balik terhadap “B”.
Menanggapi tuduhan menutup-nutupi tersebut, Shin & Kim menyatakan, “CEO Min Hee Jin secara tidak memihak mendengarkan kedua belah pihak dan bekerja keras untuk menengahi perselisihan tersebut. Dia memenuhi tanggung jawabnya dengan mengeluarkan peringatan untuk mencegah masalah serupa terjadi di masa depan Selain itu, ia mengusulkan perbaikan prosedur SDM perusahaan terbaik dan transparan untuk HYBE.”
Shin dan Kim juga mengkritik penggunaan percakapan pribadi KakaoTalk di media, dengan menyampaikan: “Memublikasikan percakapan pribadi sebagai bagian dari laporan bukan hanya merupakan serangan terhadap individu, namun juga tidak relevan dengan masalah mendasarnya adalah ilegal, dan andai terus menerbitkan artikel seperti itu, kami mungkin saja membuat kemudahan untuk mengambil tindakan hukum. Selain itu, meninjau kembali masalah yang telah diselesaikannya melalui rekonsiliasi karyawan bisa dikarenakan kerugian lebih lanjut bagi mereka yang terlibat.”
[ad_2]
Sumber: Asiacue-com







