[ad_1]
Untuk memilih mobil irit bahan bakar merupakan pilihan bijak sementara. Meningkatnya harga bahan bakar, ditambah dengan kemacetan lalu lintas, membuat mobil hemat bahan bakar semakin sepertinya tidak diinginkan. Saat kita ingin untuk memilih mobil idaman, terkadang kita bingung untuk memilih mobil mana yang irit bahan bakar. Pada artikel kali ini kami akan memberikan guidelines cara mencari tau mobil irit bahan bakar melalui spesifikasinya.
Setidak-tidaknya ada dua aspek utama yang dapat memutuskan irit atau tidaknya sebuah mobil, yaitu torsi dan rasio gigi. Mobil dengan prestasi torsi Maksimum yang dicapai pada rpm rendah akan cenderung irit bahan bakar. Sebelum menjelaskan lebih lanjut mengenai torsi dan dampaknya terhadap konsumsi bahan bakar, kami jelaskan terlebih dahulu perbedaan torsi dan tenaga. Tenaga dampak seberapa cepat kendaraan bisa melaju. Sedangkan torsi dampak seberapa cepat mobil hingga kecepatan maksimal. Andai disederhanakan, torsi dampak akselerasi, sedangkan tenaga dampak kecepatan tertinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lalu apa hubungannya dengan konsumsi bahan bakar? Andai torsi semakin besar dan dicapai pada putaran mesin rendah maka semakin mudah kerja mesin mobil dalam menggerakkan mobil. Berikut kami berikan contohnya. Mobil A torsi maksimalnya 160 Nm pada 3.500 rpm, mobil B torsi maksimalnya sama yakni 160 Nm tetapi tercapai pada 5.000 rpm.
Merujuk pada penjelasan sebelumnya, mobil A akan lebih irit dibandingkan mobil B, karena itu mesin mobil A hanya perlu berputar pada kecepatan 3.500 rpm untuk menghasilkan torsi yang maksimal. Memiliki pengaruh pada langsungnya, Anda sepertinya tidak perlu menekan pedal fuel dalam-dalam untuk dapat melaju. Seperti yang kita ketahui bersama, menekan pedal fuel dengan keras akan mengakibatkan konsumsi bahan bakar menjadi boros.
Berikutnya adalah rasio roda gigi. Sebab menyangkut rasio gigi, hanya berlaku pada mobil bertransmisi handbook dan transmisi otomatis konvensional (non-CVT). Mengapa rasio roda gigi penting? Pasalnya rasio gigi juga dampak kemampuan akselerasi mobil. Nilai rasio roda gigi merupakan hasil bagi antara jumlah roda gigi yang digerakkan dan jumlah roda gigi yang digerakkan. Misal jumlah roda gigi penggeraknya adalah 40 dan roda gigi yang digerakkannya adalah 20, maka nilai rasio roda gigi adalah 2.
Baca Juga: Hemat BBM dengan Teknologi Idle Forestall-Get started
Semakin kecil nilai rasio gigi maka semakin berat kendaraan tersebut. Misal Mobil A memiliki perbandingan gigi pertama 3,2, gigi kedua 1,8, gigi ketiga 1,3. Kemudian mobil B mempunyai perbandingan gigi pertama 3,4, gigi kedua 1,9, gigi ketiga 1,4. Andai mengacu pada penjelasan sebelumnya, Mobil B akan lebih hemat bahan bakar karena itu kerja mesinnya lebih minim saat mengemudikan kendaraan. Maklum gan Deltalube.
[ad_2]
Sumber: Deltalube
Source link







