Miris! Warga Sariwangi Bandung Barat Hidup dalam Gelap dan Jalan Rusak, Pemerintah Dinilai Abai

- Penulis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan di Sariwangi, Kabupaten Bandung Barat gelap dan jalan berlubang (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Kondisi jalan di Sariwangi, Kabupaten Bandung Barat gelap dan jalan berlubang (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Warga di RW 07 dan RW 08, Desa Lembur Tengah, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Minimnya lampu penerangan jalan umum (JPU), kondisi jalan rusak dan berlubang, serta drainase yang buruk membuat wilayah ini seolah tak tersentuh perhatian pemerintah.

Saat malam tiba, kawasan perbatasan tiga wilayah, yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat ini berubah menjadi wilayah gelap gulita yang hanya mengandalkan cahaya dari rumah warga dan kendaraan yang melintas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau malam hari gelap banget. Penerangan cuma dari rumah warga yang bisa dihitung jari,” keluh Hanif Alfarizi (21), montir yang membuka bengkel di kawasan tersebut, Kamis, 7 Agustus 2025.

Kondisi jalan di RW 07 dan RW 08, Desa Lembur Tengah, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), gelap dan jalan berlubang (foto: Abdul Kholilulloh)
Kondisi jalan di RW 07 dan RW 08, Desa Lembur Tengah, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), gelap dan jalan berlubang (foto: Abdul Kholilulloh)

Kondisi diperparah saat hujan turun. Drainase yang tidak berfungsi menyebabkan air jalan meluap ke dalam rumah warga, bahkan merusak peralatan bengkel milik Hanif.

“Waktu hujan besar, air meluap ke dalam bengkel. Warung sebelah saya juga kena banjir,” tambahnya.

Baca Juga:  Komitmen Kang Hengky Mendukung UMKM di KBB agar Naik Kelas

Keluhan juga datang dari Santoso (36), warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut. Ia menilai kondisi jalan yang sempit, berlubang, dan tanpa penerangan sangat rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Ini jalan dua arah dan vital. Jalur penghubung ke Kota Bandung, Kota Cimahi, dan KBB. Tapi kondisinya rusak, bolong, tergenang air, dan licin. Bahaya banget kalau malam,” jelasnya.

Menurut Santoso, kawasan tersebut seolah luput dari perhatian, padahal letaknya strategis sebagai jalur alternatif dari tanjakan Endog.

Senada dengan Firman Satria, warga lainnya, mengaku kecewa karena tidak pernah melihat kehadiran pejabat pemerintah atau anggota dewan di wilayahnya, kecuali menjelang pemilu.

“Selama tinggal di sini, nggak pernah lihat pejabat turun ke lapangan. Baru muncul saat kampanye. Keluhan warga banyak, mulai dari jalan rusak, tidak ada JPU, sampai drainase mampet,” tegas Firman.

Masalah lain yang muncul adalah tidak tersedianya Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Warga pun terpaksa membakar sampah secara mandiri karena truk pengangkut sampah hanya datang beberapa kali dalam seminggu.

Baca Juga:  Halsey menemukan dia biasa tampilan E-E book Hardcore di New Jersey

“Kalau nunggu truk sampah, nggak jelas datangnya kapan. Jadi banyak warga terpaksa bakar sampah sendiri,” tambah Firman.

Pantauan pewarta SEKITARKITA.id di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh dari layak: jalan berlubang, genangan air setinggi lutut saat hujan deras, hingga lingkungan yang gelap di malam hari. Hal ini bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tapi juga menimbulkan risiko banjir lokal dan kecelakaan.

Di tengah kondisi ini, warga Desa Lembur Tengah hanya berharap satu hal: perhatian nyata dari pemerintah.

“Kami nggak minta jalan tol atau fasilitas mewah. Cukup jalan yang aman, penerangan jalan, dan drainase yang bagus,” tutup Santoso, penuh harap.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CV Deannova dan PUTR KBB Disorot, Proyek Jalan H Gofur-Cibatu Dinilai Asal-asalan 
Tak Lagi Gunakan Rakit, Bupati Jeje Hadirkan Mobil Antar-Jemput untuk 16 Siswa SDN Budiharja KBB
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2
Stunting Bandung Barat Masih Tinggi, P4KBB Tawarkan Skema Kolaborasi Pentahelix
Timnas Indonesia Menang Telak 9-2 atas Bangladesh, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Resmi Disepakati! DPRD KBB dan Bupati Tetapkan Arah R-APBD Perubahan 2026, Infrastruktur Digenjot
Reshuffle Kabinet Merah Putih ke-7! Prabowo Lantik 16 Pejabat, Bahlil Rangkap Dua Jabatan 
Belasan Siswa SDN Garuda Cisarua Tumbang Diduga Usai Makan MBG, SPPG Jambudipa 1 Jadi Sorotan 

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:47 WIB

CV Deannova dan PUTR KBB Disorot, Proyek Jalan H Gofur-Cibatu Dinilai Asal-asalan 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Tak Lagi Gunakan Rakit, Bupati Jeje Hadirkan Mobil Antar-Jemput untuk 16 Siswa SDN Budiharja KBB

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Stunting Bandung Barat Masih Tinggi, P4KBB Tawarkan Skema Kolaborasi Pentahelix

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Timnas Indonesia Menang Telak 9-2 atas Bangladesh, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Berita Terbaru