KBB | SEKITARKITA.id – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengambil langkah cepat untuk memastikan keselamatan siswa SD Negeri Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pemkab Bandung Barat menyediakan satu unit kendaraan khusus antar-jemput bagi 16 siswa SDN Budiharja yang selama ini harus menyeberangi aliran Waduk Saguling menggunakan rakit kayu untuk berangkat dan pulang sekolah.
Kendaraan tersebut diserahkan kepada pemerintah desa untuk digunakan mengantar dan menjemput para siswa. Kebijakan ini menjadi solusi sementara sekaligus upaya pemerintah mengantisipasi risiko keselamatan siswa, terutama memasuki musim penghujan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagai bentuk dukungan penuh, Pemkab Bandung Barat menyerahkan kendaraan tersebut kepada pemerintah desa serta menggratiskan seluruh biaya operasional selama enam bulan ke depan, termasuk bahan bakar dan gaji pengemudi,” kata Jeje dalam unggahan laman resmi Instagram dikutip, Selasa (6/10/2026).
Jeje mengatakan, layanan antar-jemput tersebut diberikan secara gratis. Para orang tua atau wali murid tidak diperbolehkan dikenakan pungutan apa pun.
Dengan adanya kendaraan tersebut, para siswa diharapkan dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih aman dan nyaman tanpa harus kembali menggunakan rakit untuk menyeberangi Waduk Saguling.
Penyediaan kendaraan ini merupakan tindak lanjut dari janji Jeje saat meninjau langsung kondisi akses yang harus dilalui para siswa SDN Budiharja.
Sebelumnya, Jeje melihat secara langsung kondisi lokasi dan mengetahui bahwa 16 siswa harus menyeberangi aliran Waduk Saguling menggunakan rakit karena permukiman mereka berada di seberang lokasi sekolah.
Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko, terlebih ketika memasuki musim penghujan yang dapat meningkatkan debit air dan membahayakan perjalanan siswa.
“Hari ini saya menepati janji untuk memberikan kendaraan antar jemput bagi siswa SD Negeri Budiharja. Karena kebutuhannya mendesak, kita memilih solusi yang bisa langsung digunakan oleh anak-anak,” ujar Jeje.
Menurutnya, pemerintah harus mengambil langkah cepat ketika menyangkut keselamatan dan akses pendidikan anak-anak.
Jeje menegaskan, kendaraan antar-jemput tersebut bukan merupakan solusi permanen. Pemkab Bandung Barat tetap mendorong adanya pembangunan akses yang lebih layak dan aman bagi masyarakat, termasuk kemungkinan pembangunan jembatan permanen.
“Kendati demikian, penyediaan kendaraan tersebut lebih bersifat sementara, bukan solusi permanen. Sambil solusi ini berjalan, kita tetap menyiapkan dan mendorong solusi permanen ke depannya,” tegasnya.
Keputusan menyediakan kendaraan dilakukan setelah pemerintah menerima masukan dari berbagai pihak dan melihat langsung kondisi di lapangan.
Jeje menilai kendaraan antar-jemput menjadi pilihan paling memungkinkan untuk segera diterapkan dibandingkan harus menunggu pembangunan infrastruktur permanen.
“Kenapa kendaraan yang kami pilih? Karena kami mendengar masukan dari berbagai pihak, dan untuk saat ini kendaraan antar jemput dinilai menjadi pilihan yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa,” katanya.
Untuk memastikan layanan tersebut berjalan optimal, kendaraan diserahkan kepada pemerintah desa untuk mengatur teknis operasional bersama pihak sekolah.
Pemkab Bandung Barat menanggung biaya operasional selama enam bulan, termasuk bahan bakar kendaraan dan gaji pengemudi.
Sementara itu, jadwal penjemputan dan pengantaran siswa akan dikoordinasikan oleh pemerintah desa bersama pihak sekolah agar layanan dapat menyesuaikan dengan jam belajar para siswa.
Dengan skema tersebut, orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi sekolah anak-anak mereka.
Penyediaan kendaraan antar-jemput ini diharapkan dapat menjadi solusi cepat bagi 16 siswa SDN Budiharja sekaligus memastikan mereka tetap memperoleh hak atas pendidikan tanpa harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit.
Pemkab Bandung Barat juga terus mengkaji solusi jangka panjang agar akses pendidikan bagi warga di wilayah tersebut dapat terpenuhi melalui infrastruktur yang lebih aman dan permanen.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : sumber Instagram Bupati Jeje







