36 Tahun Siswa SDN Budiharja Naik Rakit, DPRD KBB Tantang Pemda dan Pemprov Hadirkan Solusi Permanen

- Penulis

Kamis, 10 September 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret siswa SDN Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat naik rakit menuju sekolah (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Potret siswa SDN Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat naik rakit menuju sekolah (foto: Abdul Kholilulloh)

KBB | SEKITARKITA.id – Persoalan akses pendidikan yang dihadapi sejumlah siswa SDN Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendapat perhatian serius dari DPRD KBB.

Para siswa diketahui masih harus menggunakan rakit untuk menyeberangi Waduk Saguling saat berangkat maupun pulang sekolah. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan anak-anak dan membutuhkan penanganan segera dari pemerintah.

Informasi yang dihimpun, sudah 36 tahun lamanya, sejak 1990 warga Kampung Sadang dan Kampung Gombong terbiasa menyeberangi waduk karena cara ini memangkas waktu tempuh menjadi hanya 10 menit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Ketua Komisi IV DPRD KBB, H. Mu’min Darjatulloh, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak.

Menurutnya, keterbatasan infrastruktur dan kondisi geografis tidak boleh menjadi alasan anak-anak harus mempertaruhkan keselamatan demi bersekolah.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD KBB, H. Mu'min Darjatulloh, S.Pd.I., M.Pd.I. (foto: istimewa)
Wakil Ketua Komisi IV DPRD KBB, H. Mu’min Darjatulloh, S.Pd.I., M.Pd.I. (foto: istimewa)

“Pada prinsipnya pendidikan adalah hak setiap anak. Jangan sampai kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur membuat anak-anak harus memilih antara sekolah atau keselamatan mereka,” kata Mu’min kepada sekitarkita.id, Kamis (10/9/2026).

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pihak terkait segera mencari solusi yang lebih aman dan permanen.

Baca Juga:  Rekreasi Ini Bergabung dengan Jalur Masuk Upaya Bantuan Kebakaran LA

Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak seharusnya menunggu hingga kembali viral atau sampai terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban.

“Pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi dan pihak terkait harus segera turun tangan mencari solusi permanen. Jangan menunggu kejadian ini kembali viral atau sampai terjadi korban,” tegasnya.

Potret siswa SDN Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat naik rakit menuju sekolah (foto: Abdul Kholilulloh)
Potret siswa SDN Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat naik rakit menuju sekolah (foto: Abdul Kholilulloh)

Mu’min menilai, penggunaan rakit oleh para siswa bukanlah sebuah tontonan atau aksi mencari perhatian. Mereka hanya berusaha mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan.

“Anak-anak ini bukan sedang mencari sensasi, mereka sedang berjuang mengejar masa depan. Tugas kita adalah memastikan perjuangan mereka tidak dibayar dengan risiko kehilangan nyawa,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera menyiapkan langkah nyata, baik melalui penyediaan transportasi yang aman maupun pembangunan infrastruktur penyeberangan yang layak.

“Jangan biarkan anak-anak di Cililin belajar tentang keberanian hanya karena mereka terpaksa menghadapi bahaya. Kalau anak sekolah harus naik rakit untuk menuju sekolah, berarti ada yang salah dengan sistem pelayanan publik kita,” katanya.

Dengan adanya langkah tersebut, DPRD KBB berharap persoalan akses siswa SDN Budiharja tidak berhenti pada solusi sementara.

Keselamatan siswa, menurut Mu’min, harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pemerintah.

“Pemerintah jangan hanya hadir setelah viral. Hadirlah sebelum ada korban,” jelasnya.

Baca Juga:  Jeje Govinda Siapkan Materi Isu Korupsi Jelang Debat Paslon di Pilkada Bandung Barat

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menindaklanjuti persoalan tersebut. Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail bersama jajaran terkait turun langsung meninjau kondisi akses yang digunakan para siswa SDN Budiharja.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus mencari solusi yang dapat segera diterapkan demi menjamin keselamatan para siswa.

Sebelumnya, persoalan tersebut juga mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pemkab KBB kemudian melakukan pengecekan langsung terhadap akses siswa yang harus menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit.

Melalui akun Instagram pribadinya, Jeje mengatakan pihaknya telah melihat langsung kondisi akses pendidikan yang selama ini digunakan siswa.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail bersama jajaran terkait turun langsung meninjau kondisi akses yang selama ini digunakan para siswa SDN Budiharja, Kecamatan Cililin (foto: istimewa)
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail bersama jajaran terkait turun langsung meninjau kondisi akses yang selama ini digunakan para siswa SDN Budiharja, Kecamatan Cililin (foto: istimewa)

“Beberapa hari lalu kami mendapatkan arahan dari Pak Gubernur Dedi Mulyadi untuk meninjau kondisi SDN Budiharja Cililin. Beberapa video yang kami terima terlihat sejumlah siswa berangkat ke sekolah menggunakan rakit dengan melintasi Waduk Saguling. Kita melihat langsung fakta kondisi di lapangan,” kata Jeje, Rabu (2/9/2026) lalu.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB juga telah melakukan kajian teknis terkait kemungkinan pembangunan akses penghubung di kawasan tersebut.

Berdasarkan kajian sementara, bentang Waduk Saguling yang harus dilintasi mencapai sekitar 280 meter. Kondisi tersebut membuat pembangunan jembatan gantung dinilai belum memungkinkan untuk diterapkan.

Baca Juga:  Pria Mirip Bahlil Viral, Diduga Terlihat Santai dengan Minuman Whisky Hibiki Seharga Rp 29 Juta

Salah satu alternatif yang dikaji pemerintah adalah pembangunan jembatan apung. Namun, opsi tersebut membutuhkan anggaran cukup besar sehingga masih diperlukan kajian lebih lanjut dari sisi teknis maupun kemampuan pembiayaan daerah.

Sambil menunggu solusi jangka panjang, Pemkab Bandung Barat menyiapkan langkah cepat untuk mengurangi risiko yang dihadapi siswa.

Pemerintah daerah berencana menyediakan kendaraan antar-jemput bagi sekitar 16 siswa yang selama ini menggunakan rakit untuk menuju SDN Budiharja.

Transportasi tersebut diharapkan menjadi solusi sementara agar para siswa tidak lagi harus menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit.

Di sisi lain, pemerintah tetap mengkaji pembangunan akses permanen yang dinilai lebih aman dan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan seluruh opsi masih dikaji dan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“Semua opsi kita kaji. Untuk jangka panjang kita melihat kemungkinan pembangunan akses yang lebih permanen. Sementara, untuk langkah cepat kita siapkan alternatif transportasi bagi anak-anak,” ujar Jeje menandaskan.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Motif Pembunuhan Wanita di Indekos Cimahi, Berawal dari Aplikasi MiChat dan Tarif Rp250 Ribu
Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Wanita di Indekos Cimahi, Pria Asal KBB Disebut Penjual Cireng
Tragis! Wanita Ditemukan Tewas di Indekos Cimahi, Bersimbah Darah dengan Luka di Leher
Viral! Siswi SMA Diduga Dikeroyok di Kedai GOR Trisanja Slawi Tegal, Ibu Korban Tuntut Keadilan
Dramatis! Comeback 2-1 atas Melbourne Victory di ACL Two, PERSIB Pastikan Lolos 16 Besar 
Chaos! Habib Bahar Pimpin Demo Tolak Konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran
Diwarnai Pembakaran dan Lemparan Petasan, Demo Ormas Islam Tolak Konser Andrea Bocelli Memanas
Mantan Kapolri Listyo Sigit Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:31 WIB

Terungkap! Motif Pembunuhan Wanita di Indekos Cimahi, Berawal dari Aplikasi MiChat dan Tarif Rp250 Ribu

Jumat, 6 November 2026 - 09:12 WIB

Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Wanita di Indekos Cimahi, Pria Asal KBB Disebut Penjual Cireng

Jumat, 6 November 2026 - 00:59 WIB

Tragis! Wanita Ditemukan Tewas di Indekos Cimahi, Bersimbah Darah dengan Luka di Leher

Kamis, 5 November 2026 - 15:32 WIB

Viral! Siswi SMA Diduga Dikeroyok di Kedai GOR Trisanja Slawi Tegal, Ibu Korban Tuntut Keadilan

Rabu, 4 November 2026 - 17:01 WIB

Dramatis! Comeback 2-1 atas Melbourne Victory di ACL Two, PERSIB Pastikan Lolos 16 Besar 

Berita Terbaru