AdinJavaAktris sekaligus desainer multitalenta, Asri Welas, kini menghadapi tanggung jawab yang berlipat.
Setelah secara resmi berpisah dari Galiech Ridha Rahardja, ia mengakui perlu bekerja lebih keras lagi untuk membesarkan ketiga anaknya.
Asri kini tidak hanya bertindak sebagai seorang ibu, namun juga harus segera memikul tanggung jawab sepenuhnya sebagai ayah bagi anak-anaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah berakhirnya hubungan resmi pada tahun 2019, Asri Welas mengambil alih sepenuhnya tanggung jawab dalam mendidik dan merawat tiga putra kecilnya, Rajwa Gilbram Ridha Rahardja, Rayyan Gibran Ridha Rahardja, dan Renzo Gibrar Ridha Rahardja.
“Nah, jadi ibu tunggal sudah menjadi pilihan Asri. Jadi, konsekuensi sebagai ibu tunggal dalam hal apa pun harus segera menjalani dua peran,” ujar Asri Welas saat diwawancarai di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Aktris yang juga terkenal sebagai pembawa acara radio ini tidak pernah berhenti belajar. Ia terus mencari tau metode terbaik agar dapat menjalankan kedua peran tersebut dengan maksimal meski demikian sedang sibuk dengan karier.
Membentuk Rasa Tanggung Jawab dan Kemandirian Awal
Saat menjalani perannya sebagai ibu, Asri mengambil pendekatan yang keras tetapi penuh kasih. Salah satu prioritas utamanya adalah menanamkan nilai-nilai kemandirian dan tanggung jawab sejak dini kepada ketiga anaknya.
“Anak-anakku sudah cukup dewasa, jadi mereka sangat memahami bahwa mereka harus segera mandiri. Terlebih lagi semuanya laki-laki,” ujarnya.
Prinsip ini diterapkan secara konsisten. “Jadi sejak sementara waktu aku sudah menerapkan tiga anakku laki-laki agar dapat bertanggung jawab terlebih dahulu,” tambahnya.
Selain itu, Asri juga mendorong ketiga anaknya agar aktif dalam berlatih olahraga bela diri, seperti karate dan silat.
Tindakan ini diambil dengan harapan bahwa aktivitas fisik tersebut mampu membentuk kepribadian yang disiplin dan mandiri.
Secara khusus, Asri menitikberatkan tanggung jawab yang lebih besar sekali kepada anak sulungnya, Rajwa Gilbram Ridha (Ibam).
Ibam diharuskan menjalani peran sebagai “asisten” di rumah, membantu adik-adiknya belajar ketika Asri sibuk bekerja.
“Maka ya, Ibam sudah dapat mengajarkan adiknya, seperti ujian ejaan dan matematika. Terus dia berkata, ‘Tidak apa-apa kok, mam, aku harus segera bertanggung jawab. Sebab aku yang paling besar di rumah,’ begitu,” jelas Asri menirukan perkataan putranya, memperlihatkan betapa bangganya ia lihat kedewasaan sang putra.
Meski demikian harus segera memikul peran yang berat, Asri Welas masih mendatanya harapan besar. Ia mengharapkan ketiga anaknya nanti dapat berkembang menjadi pribadi yang kuat.
“Aku mengharapkan anak-anakku mampu berkembang menjadi individu yang tangguh dan bisa dipercaya,” ujar Asri Welas.
Siap Menghadapi Perubahan, Tapi Belum Terburu-buru
Setelah secara resmi berpisah dari Galiech Ridha pada 23 Januari 2025 di Pengadilan Agama Depok, Asri Welas menyampaikan kini telah siap untuk kembali membuka hati.
Tetapi, ia mengakui bahwa gagasan untuk memulai hubungan serius belum dipikirkan secara mendalam.
“Secara umum saya terbuka, tapi pada kenyataannya belum terpikirkan,” kata Asri Welas sambil tertawa saat diwawancarai di kawasan Cilandak Jakarta Selatan, tidak lama silam.
“Namun andai ada jodohnya, doakan aku,” lanjutnya dengan penuh harapan.
Ketika ditanya mengenai orang-orang baru yang mendekat, Asri Welas menjawab dengan tulus, “Belum ada DM,” ujarnya.
Prioritas utama sementara waktu tetap berada pada anak-anak. Andai pada suatu saat muncul sosok baru, Asri untuk memilih untuk meminta masukan dan persetujuan dari anak-anaknya.
Ia bahkan bercanda bahwa sementara waktu ia lebih memprioritaskan terbukanya peluang kerja daripada mencari tau pasangan.
“Tapi begini, bagaimana dengan anak saya. Yang penting membuka peluang kerja, yang penting anak-anak itu,” ujar Asri. “Kalau pasangan, aku belum terpikirkan, yang penting sehat jasmani dan rohani,” tambahnya.
Kegagalan dalam Rumah Tangga dan Maknanya dalam Kesetaraan
Asri Welas tidak membantah bahwa menjalani hidup sendirian di usia yang sudah dewasa bukanlah hal yang mudah atau menyenangkan. Ia pernah mengungkapkan perasaannya dalam sebuah wawancara.
“(Janda) Di usia 40 tahun? Tak ada keuntungan sama sekali,” ujar Asri Welas. “Semua harus segera dilakukan sendiri,” tambahnya.
“Biasanya dibantu dalam urusan anak-anak, namun sekarang ini tidak lagi dan segalanya dilakukan sendiri,” ujar Asri Welas.
Meski demikian harus segera bekerja keras untuk menopang kehidupan anak-anaknya dan tidak ingin mengandalkan nafkah mantan suaminya, Asri memastikan bahwa ia tidak pernah membatasi waktu pertemuan mantan suami dengan anak-anak.
Sebelum mengambil keputusan untuk bercerai, Asri Welas menyampaikan bahwa ia pernah berusaha menjaga pernikahannya sepanjang lima tahun berdasarkan saran dari ibunya.
Tetapi, sebab tidak lihat adanya perubahan yang diharapkan dari mantan suaminya, dalam hal apa pun ia mengambil keputusan untuk berpisah.
“Aku tidak tahu siapa (yang kudapatkan),” kata Asri Welas.
Dari kegagalan itu, Asri memperoleh pelajaran berharga, yaitu pentingnya kesetaraan dalam sebuah hubungan.
“Menikah harus segera saling sejajar, sejajar dalam tujuan cinta, sejajar dalam mimpi, sejajar dalam tanggung jawab, sejajar juga dalam keluarga,” tutup Asri Welas, menegaskan prinsip hidupnya sementara waktu.
(AdinJava/WartaKota.com)








