Soroti Tingginya Pengangguran Lulusan SMK, Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Vokasi Lebih Kompetitif

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Soroti Tingginya Pengangguran Lulusan SMK, Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Vokasi Lebih Kompetitif

SEKITARKITA.id – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan pentingnya perbaikan ekosistem pendidikan vokasi secara konsisten dan menyeluruh guna meningkatkan kompetensi lulusan serta memperbesar peluang mereka terserap di dunia kerja.

Menurutnya, program sertifikasi kompetensi yang saat ini dijalankan pemerintah merupakan langkah strategis. Namun, upaya tersebut harus dibarengi dengan penguatan kualitas pendidikan vokasi secara menyeluruh agar mampu menjawab kebutuhan industri.

“Langkah pemberian sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis, namun harus diikuti dengan perbaikan ekosistem pendidikan vokasi secara menyeluruh,” kata Lestari dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melansir situs partainasdem.id, Pada tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat SMK menyediakan bantuan program sertifikasi bagi 250.000 siswa SMK di seluruh Indonesia.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (foto: partainasdem.id)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (foto: partainasdem.id)

Program tersebut terbagi menjadi dua fokus utama, yakni sertifikasi kompetensi keahlian bagi 150.000 siswa dan sertifikasi bahasa asing untuk 100.000 siswa. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan daya saing lulusan pendidikan vokasi di pasar kerja.

Baca Juga:  Tingkatkan Kreativitas Anak Muda, Kang Hengky ingin Bangun Sirkuit di KBB

Pengangguran Lulusan SMK Masih Tertinggi

Di tengah masih tingginya angka pengangguran lulusan SMK, Lestari yang akrab disapa Rerie menilai program sertifikasi belum cukup jika tidak dibarengi dengan peningkatan keterhubungan antara sekolah vokasi dan dunia industri.

“Peningkatan kualitas dan keterhubungan sekolah vokasi seperti SMK dengan sektor industri harus konsisten direalisasikan untuk menekan angka pengangguran,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK mencapai 7,74 persen, tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya.

Meskipun mengalami penurunan dari 8,63 persen pada Agustus 2025, lulusan SMK masih menyumbang sekitar 22,35 persen dari total angka pengangguran nasional dan menempati posisi kedua setelah lulusan SMA.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan kondisi tersebut adalah masih adanya kesenjangan keterampilan antara lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.

Data International Labour Organization tahun 2023 menunjukkan sekitar 57,3 persen pekerja di Indonesia mengalami ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dengan pekerjaan yang dijalani.

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI menilai konsep link and match antara pendidikan kejuruan dan kebutuhan dunia usaha harus terus diperkuat agar lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Baca Juga:  Bersama PKB, Edi Rusyandi Rencana Daftar Bacabup ke KPU KBB Besok

Menurut anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri menjadi kunci dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja lulusan vokasi.

“Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemangku kepentingan di sektor pendidikan dan dunia usaha agar lulusan pendidikan vokasi dapat terserap di dunia kerja dengan baik,” tegasnya.

Lestari juga mengingatkan bahwa berbagai program peningkatan kualitas pendidikan vokasi harus dirancang secara berkelanjutan dan didukung perencanaan yang matang.

Di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah, menurutnya diperlukan kemampuan membaca peluang serta komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan peluang tersebut demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Di tengah dinamika perekonomian dunia yang dipengaruhi sejumlah faktor, dibutuhkan kejelian membaca peluang dan komitmen semua pihak dalam memanfaatkan peluang tersebut dengan baik,” pungkas Rerie.

 

 

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : partainasdem.id

Berita Terkait

DPRD KBB Soroti Status Lahan KPSBU Lembang, Legalisasi Aset Pemkab 3.950 Meter Diminta Segera Rampung
Dua Terduga Pelaku Pemalakan Pengrajin Kayu di KBB Ditangkap Polisi, Terancam 9 Tahun Penjara
Rendahkan Wartawan, Hotman Paris Dikecam PWI Pusat usai Dampingi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Nobar Final Pildun 2026 Spanyol vs Argentina di Padalarang Dipadati Ratusan Warga
Dukung Program MBG, APPMBGI Jabar dan PT Migas Utama Perkuat Rantai Pasok Pangan Bergizi
Relokasi Korban Bencana di Cipongkor dan Rongga Dipastikan Masuk APBD 2027, DPRD KBB Kawal Realisasinya
Diduga Tertipu Gadai Sawah 1,5 Hektare, Warga Tulang Bawang Lampung Laporkan Kasus ke Polisi
Hadapi Porprov Jabar 2026, PBVSI KBB Genjot Pembinaan Atlet Meski Sarpras Masih Terbatas

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:01 WIB

DPRD KBB Soroti Status Lahan KPSBU Lembang, Legalisasi Aset Pemkab 3.950 Meter Diminta Segera Rampung

Senin, 20 Juli 2026 - 18:15 WIB

Dua Terduga Pelaku Pemalakan Pengrajin Kayu di KBB Ditangkap Polisi, Terancam 9 Tahun Penjara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:27 WIB

Rendahkan Wartawan, Hotman Paris Dikecam PWI Pusat usai Dampingi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Senin, 20 Juli 2026 - 01:45 WIB

Nobar Final Pildun 2026 Spanyol vs Argentina di Padalarang Dipadati Ratusan Warga

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:12 WIB

Dukung Program MBG, APPMBGI Jabar dan PT Migas Utama Perkuat Rantai Pasok Pangan Bergizi

Berita Terbaru