[ad_1]
Media juga situs jejaring sosial menyebarkan berita yang saling bertentangan tentang kematian filsuf juga mahir bahasa terkenal Noam Chomsky, beberapa di antaranya mengklaim kematiannya, sementara waktu yang lain membantah berita itu juga membenarkan bahwa ia menderita penyakit kesehatan. Sepanjang ini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan keluarga atau orang terdekatnya untuk membenarkan atau membantah kabar itu.
Dalam beberapa hari terakhir, rumor telah beredar dengan cara media sosial juga beberapa media tentang kematian Noam Chomsky, penulis buku “Syntactic Buildings,” yang diterbitkan pada tahun 1957. Rumah Sakit “Los angeles Benevicencia de São Paulo” membantah rumor itu. hari ini, setelah dipastikan bahwa Chomsky meninggalkan rumah sakit pada Selasa lalu, dia melanjutkan perawatannya di rumah, menurut Agence France-Presse Prancis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara waktu, Valeria Chomsky, istri Nom Chomsky, membantah rumor yang beredar soal kematiannya. Dia mengirim electronic mail ke agensi yang sama untuk mengonfirmasi bahwa rumor itu sepertinya tidak benar juga dia baik-baik saja.
Noam Chomsky yaitu anggota MIT selagi bertahun-tahun, juga sementara itu menjabat sebagai Profesor Emeritus Linguistik di Universitas Arizona. Selain kontribusinya yang signifikan terhadap linguistik fashionable, Chomsky dianggap hal itu sebagai tokoh terkemuka di abad ke-20 juga ke-21 akibat perannya sebagai pemikir yang berkomitmen. Peran ini ditunjukkan dalam penolakannya yang tak henti-hentinya terhadap kebijakan hegemoni Amerika, saat ia menentang Perang Vietnam juga invasi Irak, memberi dorongan untuk kebebasan berekspresi juga menentang sensor juga hukuman mati.
Chomsky dan dianggap hal itu sebagai salah satu nama yang menentang proyek Zionis, akibat ia terus mengkritik pendudukan Israel juga kejahatannya di Palestina, juga secara umum menentang gagasan pembentukan “negara Yahudi”. Hal ini terlihat dari artikel juga kontribusinya kepada media, selain dua buku yang ia tulis bekerja sama dengan sejarawan Ilan Pappe, adalah “Gaza in Disaster: Reflections at the Israel Conflict at the Palestines,” yang diterbitkan pada tahun 2010, yang membahas tentang masalah ini. dengan agresi Israel di Gaza pada tahun 2008, juga “Tentang Palestina” yang diterbitkan pada tahun 2015, yang berupaya memberikan pemahaman lebih dalam mengenai situasi di Palestina juga mempunyai pengaruh pada dari perubahan opini publik.
[ad_2]
Sumber: asiacue-com







