Hujan Perdana Turun di Padalarang KBB, Warga Langsung Tampung Air Pakai Ember

- Penulis

Sabtu, 19 September 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Sukamulya Desa Padalarang memanfaatkan hujan untuk menampung air menggunakan ember (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Warga Sukamulya Desa Padalarang memanfaatkan hujan untuk menampung air menggunakan ember (foto: Abdul Kholilulloh)

KBB | SEKITARKITA.id — Hujan akhirnya mengguyur wilayah Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Sabtu (19/9/2026) sore.

Hujan yang turun setelah kemarau panjang tersebut disambut penuh rasa syukur oleh warga. Sejumlah masyarakat bahkan memanfaatkan hujan perdana itu untuk menampung air menggunakan ember dan wadah lainnya.

Salah seorang warga Kampung Sukamulya, Desa Padalarang, Salsa, mengaku bersyukur setelah hujan kembali turun di wilayahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, hujan tersebut menjadi momen yang dinanti warga setelah selama beberapa bulan terakhir menghadapi kondisi kemarau panjang yang menyebabkan ketersediaan air bersih mulai menipis.

“Alhamdulillah hari ini hujan, semalam juga hujan sekitar jam 2 menjelang subuh, setelah beberapa bulan ini kemarau panjang air mulai enggak ada,” kata Salsa kepada SEKITARKITA.id, Sabtu (19/9/2026).

Warga Sukamulya Desa Padalarang memanfaatkan hujan untuk menampung air menggunakan ember (foto: Abdul Kholilulloh)
Warga Sukamulya Desa Padalarang memanfaatkan hujan untuk menampung air menggunakan ember (foto: Abdul Kholilulloh)

Salsa mengatakan, air hujan yang turun langsung dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, terutama untuk keperluan yang tidak berkaitan dengan konsumsi.

Ia sengaja menempatkan ember di sejumlah titik untuk menampung air hujan sebanyak-banyaknya.

Baca Juga:  Anggota DPRD KBB Harap Pemkab Pedulikan Guru untuk Kemajuan Pendidikan

“Saya sengaja menampung air hujan pakai ember untuk mencuci perabotan rumah tangga dan kendaraan motor. Kalau air bersih saya beli untuk kebutuhan minum dan masak,” jelasnya.

Warga Sebelumnya Gelar Salat Istisqa

Turunnya hujan di Padalarang terjadi beberapa hari setelah ratusan warga melaksanakan salat Istisqa atau salat meminta hujan.

Salat Istisqa tersebut digelar pada Kamis (17/9/2026) di lapangan Kecamatan Padalarang sebagai bentuk ikhtiar masyarakat menghadapi kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Ratusan warga dari berbagai wilayah di Kecamatan Padalarang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun dan kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang dapat berakhir.

Warga Sukamulya Desa Padalarang memanfaatkan hujan untuk menampung air menggunakan ember (foto: Abdul Kholilulloh)
Warga Sukamulya Desa Padalarang memanfaatkan hujan untuk menampung air menggunakan ember (foto: Abdul Kholilulloh)

Kondisi kemarau panjang sebelumnya membuat sebagian masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagi warga yang mengalami keterbatasan sumber air, kebutuhan air bersih bahkan harus dipenuhi dengan membeli air untuk keperluan minum dan memasak.

Karena itu, hujan yang turun pada Sabtu sore disambut dengan antusias oleh masyarakat.

Baca Juga:  The Lumineers 'Serupa Musik Terpencil' adalah No. 1 di Variety AirPlay Chart

Selain membawa kesejukan setelah beberapa bulan cuaca panas dan kering, air hujan juga dimanfaatkan warga untuk mengurangi penggunaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.

Meski demikian, masyarakat tetap memilah penggunaan air hujan dan air bersih, terutama untuk kebutuhan konsumsi.

Hujan perdana ini pun menjadi berkah tersendiri bagi warga Padalarang yang sebelumnya berharap kemarau panjang segera berakhir.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danny Setiawan Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Kenang Jasa Mantan Gubernur Jabar
Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG
Ditengah Anggaran Minim, BPBD KBB Catat 148 Karhutla hingga September 2026
Kembali Satpol PP KBB Bidik 17 Bangli di Padalarang, Rumah Mewah hingga Bangunan TK Bakal Dibongkar
KPK OTT di Kabupaten Bogor, Fahd A Rafiq dan Mantan Bupati Kebumen Diamankan
Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya
Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya
SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:22 WIB

Hujan Perdana Turun di Padalarang KBB, Warga Langsung Tampung Air Pakai Ember

Sabtu, 19 September 2026 - 13:05 WIB

Danny Setiawan Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Kenang Jasa Mantan Gubernur Jabar

Jumat, 18 September 2026 - 21:47 WIB

Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG

Jumat, 18 September 2026 - 19:13 WIB

Ditengah Anggaran Minim, BPBD KBB Catat 148 Karhutla hingga September 2026

Jumat, 18 September 2026 - 08:48 WIB

Kembali Satpol PP KBB Bidik 17 Bangli di Padalarang, Rumah Mewah hingga Bangunan TK Bakal Dibongkar

Berita Terbaru

Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG

Bandung Barat

Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG

Jumat, 18 Sep 2026 - 21:47 WIB