Pj Bupati Arsan: Pemkab Bandung Barat berikan subsidi pada sejumlah kebutuhan pokok

- Penulis

Rabu, 13 Desember 2023 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cabai (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Ilustrasi cabai (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat | sekitarKita.id,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat memberikan subsidi pada sejumlah kebutuhan pokok, yang Indeks Perkembangan Harga (IPH)-nya, berpotensi naik.

Hal ini dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Arsan Latif saat kunjungan ke Pasar Tagog Padalarang, Rabu (13/12/2023), ia menyebut, pemerintah telah berupaya dalam mengendalikan dan menekan kenaikan harga sembako.

“Begitu BPS (Badan Pusat Statistik) menentukan mana potensinya naik, itu yang akan kita intervensi,” kata Arsan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, sistem subsidi yang diberikan pada masyarakat tidak dilakukan secara langsung, namun melalui pedagang di pasar.
Salah satunya, melakukan intervensi terhadap IPH cabai dangan cara memberikan subsidi harga jual kepada pedagang.

“Ini adalah rangkaian kegiatan pengendalian harga. Kita laksanakan di Pasar Tagog ini merupakan yang jadi sample untuk indeks IPH dan kita berhasil turun,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB, Ricky Riyadi memaparkan, subsidi diberikan kepada pedagang cabai yang telah menandatangani surat pernyataan dan menjual cabai dengan bukti kwitansi atau faktur atau yang sejenisnya.

Baca Juga:  9.613 Guru di KBB Ikuti Doa Bersama, Bupati Jeje Pimpin Upacara Peringatan Hardiknas 2025

Secara teknis, kata dia, pedagang yang bekerja sama untuk subsidi harga cabai tersebut, diharuskan menempelkan sticker di lapaknya,”ungkapnya.

“Pada lapak pedagang cabai di pasang stiker nilai subsidi dan dipasang juga keterangan harga jual cabe pada saat itu,” jelasnya.

Dilanjutkan Ricky, contohnya apabila harga cabai rawit merah pada saat itu Rp 60.000, maka dijual ke pembeli hanya Rp50.000.

Karena Pemkab Bandung Barat memberikan subsidi sebesar Rp10.000, yang dibayarkan ke pedagang. Nilai subsidi kepada pedagang tersebut, melalui transfer per tiga hari.

“Hanya pembeli per orangnya dibatasi tidak boleh membeli cabai lebih dari 2,5 kg.

Menanggapi terkait, harga cabai masih tinggi di pasaran, sementara Pemkab Bandung Barat dapat apresiasi dari Mendagri dengan IPH dapat ditekan, Ricky menjelaskan secara detail.

Menurutnya, pada saat evaluasi IPH Mendagri, perkembangan harga sampai dengan minggu Ipertama bulan Desember 2023.

Pada saat itu, KBB mendapat apresiasi dari Mendagri dikarenakan harga cabai rawit terhitung rendah dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya.

Kemudian, Pemkab Bandung Barat melakukan dialog dengan para pedagang cabai. Hasil kesepakatan dialog tersebut, para pedagang memohon agar Pemkab mengintervensi harga dengan cara memberikan subsidi harga jual cabe kepada pedagang,” tegasnya.

Baca Juga:  Ironis! Dua Ruang Kelas SDN di KBB Ambruk Setelah 7 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Lebih lanjut Ricky, pada minggu kedua atau setelah evaluasi IPH Mendagri, terjadi kenaikan harga cabai merah besar .

Terkait kenaikan harga cabai merah besar atau cabai tanjung tersebut, pihaknya akan melakukan pengecekan stok dan rantai distribusi di lapangan.

“Kita juga akan mencari solusi yang terbaik untuk menurunkan IPH cabai merah tanjung,” pungkasnya.



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerak Cepat, Polres Cimahi Ungkap Peredaran Sabu di Batujajar, Buruh Harian Lepas Diringkus
Pesan Menohok Ketua Komisi III DPRD Pither Tjuandys: JAGUR Harus Jadi Garda Kondusivitas di KBB
Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB
Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab
Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 
Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin
Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi
Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:35 WIB

Gerak Cepat, Polres Cimahi Ungkap Peredaran Sabu di Batujajar, Buruh Harian Lepas Diringkus

Rabu, 30 September 2026 - 17:38 WIB

Pesan Menohok Ketua Komisi III DPRD Pither Tjuandys: JAGUR Harus Jadi Garda Kondusivitas di KBB

Rabu, 30 September 2026 - 15:44 WIB

Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB

Rabu, 30 September 2026 - 07:08 WIB

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Rabu, 30 September 2026 - 03:15 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 

Berita Terbaru