Lonjakan Transaksi Kripto Dongkrak Penerimaan Pajak Indonesia

- Penulis

Jumat, 2 Agustus 2024 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lonjakan Transaksi Kripto Dongkrak Penerimaan Pajak Indonesia

[ad_1]

SekitarKita.id – Penerimaan pajak dari sektor kripto di Indonesia terus meningkat tajam. Knowledge Direktorat Jenderal Pajak memperlihatkan sejak Mei 2022 mencapai Juni 2024, pajak yang terkumpul dari sektor ini sampai Rp798,84 miliar atau berkontribusi 3% terhadap overall pajak ekonomi virtual yang sampai Rp25,88 triliun. Pertumbuhan penerimaan pajak ini memperlihatkan tingginya minat investor domestik terhadap kripto.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.03/2022 yang berlaku sejak 1 Mei 2022 mengawasi tentang Pajak Penghasilan dan PPN atas transaksi aset kripto, dengan tarif Pajak Penghasilan sebesar 0,1% bagi reseller dan PPN sebesar 0,11% bagi pembeli. Bagi pedagang kripto yang tidak terdaftar di Bappebti, tarif pajaknya lebih tinggi. Pada semester I-2024, overall nilai transaksi kripto di Indonesia sampai Rp301,75 triliun atau meningkat 354,17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah nasabah kripto sampai 20,24 juta mencapai Juni 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tokocrypto, salah satu platform kripto terbesar di Indonesia, turut menyumbang penerimaan pajak yang cukup signifikan. CMO Tokocrypto, Wan Iqbal, menyatakan hampir 50% dari overall pajak kripto berasal dari transaksi di platform mereka. Quantity perdagangan harian Tokocrypto pada semester pertama tahun 2024 sampai lebih dari US$23 juta, meningkat 80% dibandingkan tahun lalu. Jumlah pengguna Tokocrypto kini telah sampai lebih dari 4,5 juta, tumbuh 45% sejak akhir tahun 2023.

Baca Juga:  Gadai Jam Tangan Mewah Kini Lebih Mudah di deGadai

Iqbal menekankan pentingnya regulasi yang jelas dan setara untuk semua platform kripto, termasuk perpajakan untuk perusahaan kripto asing. Ia juga memproyeksikan bahwa paruh kedua tahun 2024 akan menjadi periode yang menarik bagi pasar kripto global, dengan kemungkinan harga Bitcoin sampai rekor tertinggi baru. Faktor-faktor seperti pemotongan suku bunga Fed, pemilihan umum Amerika Serikat, dan minat dari lembaga keuangan besar akan memengaruhi harga Bitcoin. Inovasi dalam produk keuangan berbasis kripto, seperti ETF dan kontrak berjangka, juga diharapkan bisa memberikan dorongan tambahan.

Sumber: WAKTU VRI

Related Posts

[ad_2]

Source link



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru