Dulu Jadi Primadona, Apa Kabar Mining Ethereum Setelah Beralih ke Evidence-of-Stake?

- Penulis

Jumat, 16 Agustus 2024 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dulu Jadi Primadona, Apa Kabar Mining Ethereum Setelah Beralih ke Evidence-of-Stake?

[ad_1]

Penambangan Ethereum, atau mining Ethereum, pernah menjadi salah satu cara paling populer untuk dapatkan aset kripto. Tetapi, sejak Ethereum beralih ke mekanisme Evidence-of-Stake (PoS), metode ini tidak lagi didukung oleh jaringan Ethereum. Perubahan ini membawa dampak besar pada komunitas penambang dan jaringan Ethereum itu sendiri, menyelesaikan era penambangan tradisional yang dikenal dengan konsumsi energi yang tinggi.

Mining Ethereum adalah proses memvalidasi transaksi dan menjaga keamanan jaringan Ethereum melalui pemecahan teka-teki matematika yang kompleks. Penambang memakai perangkat keras khusus untuk menemukan nilai hash yang tepat, memungkinkan mereka menambang blok baru di blockchain Ethereum dan dapatkan ketidakseimbangan berupa ETH. Sebelum peralihan ke PoS, penambangan Ethereum tidak hanya berperan dalam validasi transaksi namun juga dalam memasok ETH, meski demikian proses ini membutuhkan energi yang cukup besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam proses penambangan, penambang memakai perangkat keras seperti GPU atau ASIC untuk melakukan hashing, yaitu enkripsi satu arah yang menghasilkan output hash unik. Algoritma Ethash digunakan untuk memproses hashing ini. Ketika hash yang sesuai ditemukan, blok baru ditambahkan ke blockchain, mengamankan seluruh rantai melalui mekanisme Evidence-of-Paintings (PoW).

Baca Juga:  Antar Jemput Bandara Dan Stasiun Naik Taksi Listrik Evista Mulai RP50 Ribu

Pada bulan September 2022, Ethereum resmi beralih dari PoW ke PoS melalui pembaruan besar yang dikenal sebagai “The Merge.” Pembaruan ini menyelesaikan era membatasi dan menggantinya dengan mekanisme staking yang lebih ramah lingkungan. Validator dalam sistem PoS dipilih secara acak berdasarkan jumlah ETH yang staking mereka, mengurangi penggunaan energi sampai lebih dari 99% serta meningkatkan proteksi dan skalabilitas jaringan.

Dengan berakhirnya era mining Ethereum, dengan jumlah besar penambang beralih ke jaringan lain seperti Ethereum Vintage (ETC) yang masih memakai PoW, atau mempertimbangkan opsi lain seperti Bitcoin, Litecoin, dan Dogecoin. Penambang yang masih mempunyai perangkat keras Ethash juga dapat menambang aset kripto lain seperti MOAC, EtherZero, atau Bitcoin Gold.

Meski demikian menambang Ethereum kini hanya menjadi bagian dari sejarah, pemahaman tentang proses ini tetap penting. Peralihan ke PoS membawa perubahan besar bagi Ethereum, menjadikannya lebih ramah lingkungan dan efisien. Bagi para penambang yang masih ingin melanjutkan aktivitas mereka, dengan jumlah besar alternatif menarik yang bisa dieksplorasi di dunia kripto yang terus berkembang ini.

Baca Juga:  Apa yang mudah dimasak hari ini? Berikut 11 resep buncis yang berbeda-beda, enak dan mudah dibuat

Tentang Bittime

Bittime melalui PT Utama Aset Virtual Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Kementerian Komunikasi & Informatika (Kominfo). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO). Selaku platform investasi aset kripto, Bittime mempunyai visi untuk mendapatkan manfaat dari teknologi blockchain demi menghadirkan akses menuju kemandirian finansial yang adil bagi semua orang, terlepas dari lokasi atau posisi keuangan mereka. Aplikasi Bittime dapat mengunduh di Google Play dan App Retailer

[ad_2]
Sumber:
https://vritimes.com/{id}/articles/0102dc5b-2305-11ef-a2ea-0a58a9feac02/25f8224b-5b97-11ef-81cd-0a58a9feac02



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru