[ad_1]
Penambangan Ethereum, atau mining Ethereum, pernah menjadi salah satu cara paling populer untuk dapatkan aset kripto. Tetapi, sejak Ethereum beralih ke mekanisme Evidence-of-Stake (PoS), metode ini tidak lagi didukung oleh jaringan Ethereum. Perubahan ini membawa dampak besar pada komunitas penambang dan jaringan Ethereum itu sendiri, menyelesaikan era penambangan tradisional yang dikenal dengan konsumsi energi yang tinggi.
Mining Ethereum adalah proses memvalidasi transaksi dan menjaga keamanan jaringan Ethereum melalui pemecahan teka-teki matematika yang kompleks. Penambang memakai perangkat keras khusus untuk menemukan nilai hash yang tepat, memungkinkan mereka menambang blok baru di blockchain Ethereum dan dapatkan ketidakseimbangan berupa ETH. Sebelum peralihan ke PoS, penambangan Ethereum tidak hanya berperan dalam validasi transaksi namun juga dalam memasok ETH, meski demikian proses ini membutuhkan energi yang cukup besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam proses penambangan, penambang memakai perangkat keras seperti GPU atau ASIC untuk melakukan hashing, yaitu enkripsi satu arah yang menghasilkan output hash unik. Algoritma Ethash digunakan untuk memproses hashing ini. Ketika hash yang sesuai ditemukan, blok baru ditambahkan ke blockchain, mengamankan seluruh rantai melalui mekanisme Evidence-of-Paintings (PoW).
Pada bulan September 2022, Ethereum resmi beralih dari PoW ke PoS melalui pembaruan besar yang dikenal sebagai “The Merge.” Pembaruan ini menyelesaikan era membatasi dan menggantinya dengan mekanisme staking yang lebih ramah lingkungan. Validator dalam sistem PoS dipilih secara acak berdasarkan jumlah ETH yang staking mereka, mengurangi penggunaan energi sampai lebih dari 99% serta meningkatkan proteksi dan skalabilitas jaringan.
Dengan berakhirnya era mining Ethereum, dengan jumlah besar penambang beralih ke jaringan lain seperti Ethereum Vintage (ETC) yang masih memakai PoW, atau mempertimbangkan opsi lain seperti Bitcoin, Litecoin, dan Dogecoin. Penambang yang masih mempunyai perangkat keras Ethash juga dapat menambang aset kripto lain seperti MOAC, EtherZero, atau Bitcoin Gold.
Meski demikian menambang Ethereum kini hanya menjadi bagian dari sejarah, pemahaman tentang proses ini tetap penting. Peralihan ke PoS membawa perubahan besar bagi Ethereum, menjadikannya lebih ramah lingkungan dan efisien. Bagi para penambang yang masih ingin melanjutkan aktivitas mereka, dengan jumlah besar alternatif menarik yang bisa dieksplorasi di dunia kripto yang terus berkembang ini.
Tentang Bittime
Bittime melalui PT Utama Aset Virtual Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Kementerian Komunikasi & Informatika (Kominfo). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO). Selaku platform investasi aset kripto, Bittime mempunyai visi untuk mendapatkan manfaat dari teknologi blockchain demi menghadirkan akses menuju kemandirian finansial yang adil bagi semua orang, terlepas dari lokasi atau posisi keuangan mereka. Aplikasi Bittime dapat mengunduh di Google Play dan App Retailer
[ad_2]
Sumber:
https://vritimes.com/{id}/articles/0102dc5b-2305-11ef-a2ea-0a58a9feac02/25f8224b-5b97-11ef-81cd-0a58a9feac02








