[ad_1]
Gagasan untuk menjadi lebih “membuat spesialisasi pelanggan” kini menjadi keharusan bisnis yang penting bagi sebagian besar perusahaan ambisius. Dan seiring mereka berupaya sampai keunggulan kompetitif ekstra tersebut, pemikiran desain berkembang menjadi alat yang sangat diperlukan bagi pengembang dan desainer. Proses pemikiran desain adalah metodologi berulang yang bertujuan untuk memahami perilaku pengguna akhir, menantang asumsi yang ada, dan mendefinisikan ulang masalah untuk menciptakan solusi yang mungkin saja tidak langsung terlihat. Hal ini membantu para desainer mempertanyakan asumsi-asumsi mendasar dan menyusun ulang permasalahan dengan cara yang lebih berpusat pada manusia, dan hal ini mendorong produk-produk yang lebih ramah pengguna secara mendasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti yang dikemukakan dalam ikhtisar Institute of Design di Stanford, ada lima langkah kunci dalam proses dan kerangka pemikiran desain populer:
Langkah 1: Berempati
Langkah pertama dalam proses berpikir desain, empati, merupakan inti dari desain yang berpusat pada manusia, memberikan dorongan awal dalam memahami orang-orang dalam konteks tantangan desain. Untuk mendesain untuk orang lain, pertama-tama Anda harus segera dapatkan empati terhadap apa yang paling penting bagi mereka baik secara fisik maupun emosional. Harapan pelanggan sementara masih sangat tinggi, baik terhadap kegunaan produk maupun merek perusahaan. Desainer harus segera mempelajari bagaimana pengguna berinteraksi dalam lingkungannya dan dapatkan wawasan tentang pengalaman pribadi mereka.
Fase empati bisa dibagi menjadi tiga kategori:
- Amati: Mengamati perilaku pengguna dalam konteks kehidupan mereka membantu mengidentifikasi keterputusan antara apa yang disebutkan seseorang dan apa yang pada kenyataannya mereka lakukan, dan hal ini mungkin saja memunculkan beberapa wawasan yang mengejutkan.
- Terlibat: Mirip dengan wawancara, terlibat meliputi percakapan pribadi yang harus segera disusun secara longgar dengan begitu Anda bisa memperoleh informasi lebih dalam dan mengungkap “mengapa” dalam analisis Anda.
- Tonton dan Dengar: Desainer harus segera mengamati bagaimana pengguna menghentikan tugas, secara fisik melalui semua langkah dan menjelaskan apa yang mereka lakukan di setiap saat.
Selanjutnya, pada langkahnya proses berpikir desain, adalah mendefinisikan.
Langkah 2: Tentukan
Pemikir desain harus segera mampu mendefinisikan tantangan yang mereka hadapi berdasarkan apa yang mereka pelajari tentang pengguna dan konteksnya. Tujuan dari tahapan pendefinisian adalah untuk menciptakan pernyataan masalah yang bermakna dan bisa ditindaklanjuti yang membuat spesialisasi kebutuhan pengguna. Sudut pandang (POV) ini mendefinisikan masalah yang tepat yang ingin Anda atasi berdasarkan orang-orang dan keadaan yang terlibat serta membantu menyatukan temuan menjadi wawasan nyata.
POV yang baik membingkai masalah dengan benar, menciptakan perspektif untuk mengevaluasi ide-ide yang berbeda, dan membantu tim Anda mempersempit solusi yang tepat. Semakin ketat rumusan masalahnya, semakin besar peluang (pada tahapan ini) untuk sampai solusi desain yang lebih kuat. Dengan melibatkan pengguna dalam definisi masalah dan pengembangan solusi, proses berpikir desain memberdayakan komitmen khusus terhadap perubahan.
Berikutnya, di bawah langkahnya proses berpikir desain, adalah ide.
Langkah 3: Ide
Ideation membuat spesialisasi menghasilkan ide, konsep, dan hasil. Di awal proses desain, ide membantu desainer mendorong batasan dan menghasilkan ide terluas untuk dipilih guna mengembangkan solusi desain terbaik. Ide sangat penting untuk melampaui apa yang sudah jelas, mengeksplorasi dan menciptakan pilihan yang lancar dan fleksibel, dan mendapatkan manfaat dari perspektif kolektif anggota tim dengan melakukan brainstorming sebagai sebuah kelompok.
Proses ini bisa dicapai melalui sesi terpandu yang dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan perusahaan, termasuk karyawan, pengguna akhir, dan mitra. Tema umum selama proses pembuatan ide adalah menunda penilaian, yang membantu memperluas imajinasi dan kreativitas serta menyediakan bahan bakar untuk membangun prototipe pada fase pemikiran desain berikutnya.
Selanjutnya, di bawah langkahnya proses berpikir desain, adalah prototipe.
Langkah 4: Prototipe
Prototyping adalah proses membuat version eksperimental untuk diuji dan divalidasi. Prototipe awal biasanya merupakan versi yang cepat dan murah untuk dapatkan masukan dari pengguna, tetapi akan semakin disempurnakan seiring berjalannya proses. Prototipe bisa berupa apa saja yang berinteraksi dengan pengguna, seperti system fisik atau bahkan storyboard. Sasarannya adalah memecahkan masalah, memulai percakapan, menguji kemungkinan solusi dengan cepat, dan (yang penting) “gagal dengan cepat dan murah” saat Anda bergerak menuju solusi.
Praktik terbaik pembuatan prototipe utama mencakup:
- Mulailah membangun — bahkan andai Anda tidak percaya dengan apa yang Anda lakukan dan ke mana arahnya
- Hindari menghabiskan terlalu sejumlah besar waktu pada satu prototipe meski demikian Anda sudah terikat padanya
- Data diri dengan tepat apa yang ingin Anda uji dengan masing-masing pertanyaan untuk menjawab pertanyaan tertentu.
- Berdiri dengan mempertimbangkan perilaku pengguna untuk dapatkan umpan balik yang bermakna.
Selanjutnya, pada langkahnya proses berpikir desain, adalah tes.
Langkah 5: Uji
Pengujian memungkinkan Anda mempelajari lebih lanjut tentang solusi Anda dengan meminta umpan balik tentang prototipe yang Anda rancang. Pengujian mirip dengan fase empati namun membingkai masalah dengan lebih ringkas dengan begitu bisa diuji dengan interaksi pengguna pada kenyataannya. Lingkungan pengujian terbaik memungkinkan pengguna untuk mengeksplorasi prototipe dalam lingkungan terbuka dan tidak terarah, dalam konteks kehidupan nyata dan kegiatan sehari-hari pengguna.
Prinsip utama pengujian adalah membiarkan pengguna mengontrol prosesnya. Dengan ujar lain, “tunjukkan, jangan beri tahu.” Biarkan orang tersebut memakai (dan bahkan menyalahgunakan) prototipe tersebut, menafsirkan sendiri cara berinteraksi dengannya. Memakai beberapa prototipe secara serentak juga memberikan landasan penting untuk perbandingan yang mengungkap kebutuhan laten pengguna.
Mendaftarlah untuk Kursus Pelatihan Sertifikasi Design Pondering dan bisa dengan jelas mendefinisikan kesesuaian pasar dan pertumbuhan produk dan bisnis Anda!
Mempelajari Proses Design Pondering
Baik Anda mengembangkan produk baru dari awal atau menyempurnakan version yang sudah ada, proses berpikir desain bisa membawa perubahan besar. Program Grasp Design Pondering terkini dari Simplilearn memberikan kesempatan splendid untuk mempelajari kerangka desain yang berpusat pada manusia untuk mengembangkan produk dan layanan yang diinginkan, layak, dan layak. Pemikiran desain bisa membantu Anda mendobrak ruang pasar dan membangun struktur organisasi yang mendorong inovasi dalam skala besar.
[ad_2]
Sumber: simplilearn-com







