SEKITARKITA.id – Upaya mendukung program swasembada pangan sekaligus membantu masyarakat terus dilakukan di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Melalui kegiatan Jumat Berbagi (Juber) bertakjuk ‘Sabilulungan untuk Negeri’, sebanyak 2,5 ton beras disalurkan kepada warga di sejumlah wilayah, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan sosial tersebut menyasar masyarakat di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, serta sejumlah wilayah lainnya di beberapa RW di Kecamatan Padalarang. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan beras sebanyak 5 kilogram.
Salah seorang warga Kampung Citatah RT 01 RW 22, Desa Jayamekar, Barna (50) mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, bantuan pangan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai buruh harian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini saya menerima bantuan beras 5 kilogram. Alhamdulillah sangat membantu kebutuhan keluarga. Harapan kami, Kampung Citatah bisa semakin maju dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah,” ujar Barna saat ditemui di lokasi.
Barna menuturkan, sebagian besar warga di kampungnya menggantungkan hidup sebagai pekerja bangunan maupun buruh serabutan. Kondisi tersebut membuat bantuan pangan menjadi salah satu bentuk kepedulian yang sangat dirasakan manfaatnya.
“Hampir semua warga di sini kerjanya kuli, ada yang kuli bangunan, ada juga buruh cangkul. Mudah-mudahan bantuan seperti ini bisa terus berlanjut,” katanya.
Ia juga berharap siapa pun yang nantinya terpilih dalam kontestasi politik, termasuk pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), mampu membawa perubahan positif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Terima kasih kepada Kang Lutfi Pradana atas perhatian kepada masyarakat. Semoga bantuan pangan ini bisa terus berlanjut ke depannya,” ucapnya.
Sementara itu, penggagas kegiatan Jumat Berbagi, Lutfi Pradana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus dukungan terhadap upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan di tingkat masyarakat.
Menurut Lutfi, pembagian beras dilakukan bersama para pengurus RW di wilayah Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang.
“Alhamdulillah hari ini melalui program Jumat Berbagi kami menyalurkan sebanyak 2,5 ton beras kepada masyarakat. Kegiatan ini kami lakukan bersama para pengurus RW di sejumlah wilayah sebagai bentuk kepedulian sekaligus mendukung swasembada pangan,” ujar Lutfi.
“Dukungan ini juga langsung dari Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkat, Dadang M. Naser yang fokus pada program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” sambungnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan, sekaligus mempererat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda berbagi, tetapi juga menjadi penguat solidaritas sosial. Semoga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dan ke depan program ini dapat terus berlanjut,” pungkasnya.
Terpisah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkat, Dadang M. Naser mengapresiasi capaian pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang telah mendeklarasikan swasembada beras pada beberapa bulan lalu.
Ia menyebut capaian tersebut sebagai kebanggaan bersama, khususnya bagi Komisi IV DPR RI yang menjadi mitra kerja pemerintah di sektor pangan.
“Kita mengucapkan selamat kepada pemerintah di seluruh Prabowo yang sudah berswasembada beras,” ujarnya saat dihubungi Sabtu 4 Juli 2026.
Menurutnya, deklarasi swasembada beras patut diapresiasi karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional. Namun, ia menekankan bahwa capaian tersebut perlu dilanjutkan ke komoditas pangan lainnya.
“Ya itu deklaratifnya seperti itu, kami berbangga dari Komisi IV sebagai mitra kerja pemerintah yang sangat ada kaitannya dengan pangan. Nah, namun setelah swasembada pangan di bidang beras, kita ingin swasembada pangan di komoditas yang lainnya,” lanjutnya.
Dadang menilai, arah kebijakan pangan ke depan harus menekan ketergantungan impor dan memperkuat ekspor. Ia menegaskan pentingnya menyeimbangkan neraca perdagangan pangan agar devisa negara tidak terus tersedot oleh impor, khususnya pada komoditas karbohidrat non-beras.
“Kita harus banyak ekspornya ketimbang impornya, terutama di komoditas lain yang diperlukan. Tadi kalau dari bidang beras sudah, untuk karbohidrat lainnya harus ditekan jangan sampai harus ada impor lain yang terus menyedot devisa negara,” tegasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








